Selasa, 22 Desember 2015

Deadline, Minggu Tenang Sebelum UAS, Natal & Tahun Baru ____MINGGU TENANG ITU GAK ADA

Hai.
Jumpa lagi dengan gue yang lagi bingung.
Oh iya sebelumnya, mari ucapkan selamat hari ibu kepada seluruh ibu di dunia yang luar biasa. Mereka adalah pahlawan-pahlawan yang telah melahirkan kita. Selamat hari ibu khususnya buat emak gue tercinta, L.br Siringo-ringo. Semoga tetap sehat selalu, diberkati Tuhan dan tidak jera-jeranya mengasuh kami anaknya. I love you always, Mom.

Akhir-akhir ini gue lagi sibuk ikut lomba menulis cerpen yang diadain media-media sosial yang bejibun. Tema cerpennya beda-beda of course. Gue bingung aja, mau nulis apa dan mulai darimana. Gue udah coba nulis pengalaman gue sendiri. Tapi ya itu. Di tengah cerita malah ngelantur kemana-mana dan ujung-ujungnya malah kagak sampai end. Singkatnya gue failed, man! Padahal untuk lomba Writing Revolution gue harus bayar registrasi 52 ribu buat 1 cerpen. Sampai saat ini cerpen dengan tema Lika-Liku Cinta Remaja itu memang udah gue ketik. Tapi setiap kali gue baca gue merasa ganjil dengan alurnya. Gak ada kreativitas pengolahan ide atau apapaun itu yang bisa membuat juri tertarik.
Saat ini gue juga lagi bingung-bingungnya mikirin cerita buat lomba cerpen Faber Castell. Temanya MYSTERY. Kisah apa yang seharusnya gue tuliskan?

Belum lagi masalah kampus. Ada dosen gue yang mengganti ujian akhir semester dengan tugas take home yang berkelompok ngerjakannya. Enak sih, waktu lebih banyak untuk mengerjakan. Tapi masalahnya gak ada satupun amggota kelompok gue yang ngerti tugas itu. Merancang gudang bahan peledak, lengkap dengan kontur. Semestinya ini pakai AutoCad. Disinilah gak tahu cara make AutoCad. Apalagi gue! Dan tugas terbaru (bukan untuk pengganti UAS) datang dari dosen mata kuliah Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah. Kalau yang tadi itu dosen mata kuliah Teknik Peledakan. Tugas itu tentang makalah dengan 4 tema yang berbeda. What the hell. Dikumpul saat UAS dan di print. Asli, pasti gue langsung jatuh miskin buat ngeprintnya kelak.

Natal dan Tahun Baru udah makin dekat. Gue jauh dari rumah, dari keluarga. Kakak gue pulang dari Batam. Abang gue juga pulang dari Pontianak. Satu-satunya anggota keluarga yang gak ikut berkumpul saat malam natal dan malam tahun baru nanti adalah gue. Disini rencananya gue dan teman-teman senasib seperjuangan anak kos yang juga gak pulang akan survival open house-an ke rumah kerabat, eh teman-temannya kerabat setempat. Apapun itu namanya.

Setelah itu semua berakhir, gue akan dihadapkan sama yang namanya ujian akhir semester yang biasa kita sebut UAS. Dimana nilainya 50% menentukan bakalan dapat apa gue di tiap mata kuliah. A kah? B kah?

Inti dari semua itu adalah bahwa minggu tenang itu mitos buat gue (mungkin juga bagi sebagian orang). Minggu tenang itu gak ada. Yang ada Minggu tenang yang tidak tenang.

Sekali lagi, MINGGU TENANG ITU GAK ADA.




OH IYA ini foto natal fakultas gue. Gue yang pake topi Santa Klaus. Yang disamping gue jangan terlalu diperhatikan. Dia hanya teman sekelas gue, yang sering kehilangan handphone dan kunci rumah karena kepikunannya sendiri.






Selamat Natal



Sabtu, 19 Desember 2015

Baper

Kadang gue suka prihatin ngeliatin teman-teman di kampus gue. Kenapa? Karena sepertinya mereka kurang peduli dengan masa depan mereka. Kebanyakan anak di kelas gue kalau ada tugas tuh ya, nyari simpelnya aja. Jalan pintas, nyontek. Gue juga termasuk dalam kalangan ini sebenarnya. Pulang kuliah main game kalau gak tidur siang seharian kalau gak kesana-kemari. Gak ada deh ceritanya di kelas gue yang kuliah sambil kerja atau mandiri gitu. Mungkin gue hanya gue yang sedikit bisa dibilang agak mandiri. Gue mengusahakan berbagai cara halal tentunya buat nyari duit buat kebutuhan gue sendiri. 

Masalah jomblo jangan ditanya deh. Gue mungkin juga satu-satunya anak di kelas gue yang masih jomblo sampai detik ini juga. Gimana gak jomblo, ngerawat diri aja gak pernah. Muka jerawatan. Hitam dan gelap. Rambut kesana-kemari. Kaki bekas gigitan nyamuk semua. 

Ahhhh.. entahlah. Gue malam ini gak tau mau nulis apa sebenarnya. Campuran antara baper dan.. putus asa. mungkin!

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...