Senin, 24 November 2014

Kincana

Pernah nggak sih, kalian membayangkan kalau sebenarnya kita hidup di dunia ini dipenuhi dengan kebohongan?
Maksudnya, saat kita sedang dalam masalah ketika ditanya teman ada apa, pasti dijawab 'aku baik-baik saja'. Aku bilang ya, kalau baik-baik saja itu tidak baik-baik saja.

Sabtu, 15 November 2014

DERITA JADI ANAK TEKNIK

Sudah berapa kali kubilang, aku nggak pernah sekalipun punya rencana untuk kuliah di teknik, apalagi teknik pertambangan. Ini semua kehendak ayahanda hamba. Beliau tergiur dengan iming-iming bahwa lulusan teknik pertambangan akan bekerja di perusahaan-perusahaan bergengsi dan bergaji besaaaarrr pake amat. Sampai-sampai beliau lupa dengan keselamatan putrinya ini sendiri. Dengan teganya, aku dikirim ke Kalimantan. Padahal jarang-jarang loh cewek kuliah di jurusan super seram begitu. Bukan seraaam sih, lebih tepatnya ekstrim.


Baru aja aku masuk semester tiga. Belum juga masuk praktikum Perpetaan, Mekanika Tanah, Geologi Struktur, tugas sudah menumpuk duluan. Gimana kalau udah praktikum? Laporan ini-itu. Bisa-bisa umur jadi singkat di dunia ini.

Resiko jadi anak teknik. Ngerjain tugas hampir tiap hari. Makan hampir selalu terabaikan, kesehatan juga. Buat cewek apalagi, nggak bakalan sempat deh, berdandan. Tampilan cewek teknik akan selalu amburadul, kalau nggak, yeah biasa aja.. Selain itu, pacar loe (bagi yg punya) bakalan sering terabaikan. Akhirnya , sang pacar yang sering terabaikan ingin diputusin aja. Terakhir, anak teknik banyak jomblo. Aku sendiri sampai saat ini masihhh,... belum pernaah pacaran. Malam minggu biasanya anak-anak teknik bakalan ngabisin waktunya di kampus, make WiFi kampus. Selalu seperti ini..

Anak teknik memang.., ngeri..! Tapi yang paling ngerinya




sekian dan thanks big..

Kamis, 06 November 2014

UTS matkul Mekanika Teknik yang gagal

Kalau berhadapan sama yang namanya ujian semua siswa maupun mahasiswa pasti takut. Err, sebenarnya nggak semuanya juga, sih. Yang jenius-jenius tentunya sudah mempersiapkan diri dengan maksimal, punya trik-trik sendiri dalam menghafalkan rumus dan mengerjakan soal. Namun bagi mahasiswa yang otaknya freak kayak aku, ujian adalah saatnya sakratul maut. Tapi nggak mati-mati juga.

Mulai dari tadi malam, pikiranku sebenarnya sudah kalut banget. Mekanika Teknik sangat sulit, dosennya kurang pake perasaan menjelaskan  materinya. Di kelas kami banyak yang nggak mengerti. Untuk sekedar menenangkan pikiranku, aku memilih menonton dramkor di laptop. Hati langsung tenang, begitu melihat oppa Lee Seung Gi, dalam The King 2 Hearts. Nonton mulai jam 21.30-02.30. Benar-benar lepas rem. Padahal besok ujian loh, UTS..! Dimana nilai UTS 20% mempengaruhi nilai akhir di KHS (Kartu Hasil Studi).

Paginya, aku malah bisa bangun jam 8. Aneh, ini seharusnya tidak bisa terjadi loh, pemirsa. Matkul menyeramkan iu masuk jam 11.10. Dengan kalut, kubuka catatan tentang matkul itu. Kucoba menghayati rumus-rumus momen gaya, beban terbagi merata, titik berat, portal, dll. APA YANG TERJADI? Sedikitpun tak ada yang masuk ke otakku. Orang aku baca sambil mutarin musik dari HP.

Jam 10.35 aku berangkat ke kampus. Teman-teman pada berebut kursi di tempat-tempat aman, seperti sudut dan belakang, dekat tembok. Aku kebagian di tengah. Disekelilingku, manusia-manusia mulai komat-kamit membaca, menghafal rumus. Aku? Malah panik sendiri. Kutarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan. Detik demi detik pun berlalau. Tapi, kok ibu dosennya belum datang ya? Ada apa gerangan??

1 jam sudah berlalu. Kami masih di kelas, menunggu beliau dengan sabar. Namun, beliau tak juga datang. Akhirnya kami pulang satu per satu. YESSSSSSSSSSSSSS UTS NYA NGGAK JADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...