Jumat, 22 Oktober 2021

Demi PKWT Gagal Ujian SKD CPNS

 Dua hari sebelum kepindahan ke Tangerang. 

Ada sejenis perasaan gloomy yang merayap entah karena berat meninggalkan kosan serta bude dan masakannya atau berat meninggalkan Jakarta. Kuharap bukan yang terakhir. 

Meskipun sudah PKWT dan kemarin kelar MCU dan tanggal 26 nanti sudah masuk training, hati ini masih ragu. Apakah ini keputusan yang tepat meninggalkan Jakarta? I mean kepindahanku ke sini dari Kalimantan sebelumnya karena yakin di sini aku punya peluang lebih besar untuk 'mewujudkan impian'. Kenapa sebelum itu terwujud aku udah pindah dan meninggalkan Jakarta? Bahkan aku baru 2 tahun di sini. 

I know. 

Jakarta - Tangerang hanya sejauh 90 menit naik KRL. But, maybe bukan hanya karena pindahannya saja. Tapi karena di tempat baru nanti aku harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, orang baru dan tentu saja pekerjaan baru lagi. Kalau ada hal yang paling kukuasai saking seringnya kulakukan dalam hidup ini, mungkin itu adalah : menyesuaikan diri. Mengingat aku memang gak pernah konsisten pada satu pekerjaan dan selalu pindah ke sana kemari. 

Dan kalau dipikir-pikir lagi, aku makin kesal. Gara-gara tanda tangan kontrak di perusahaan itu, aku gagal ujian SKD CPNS tempo hari. Kenapa coba harus bentrok jadwalnya. Selesai tanda tangan kontrak, aku langsung pontang-panting mengejar kereta paling cepat, berlari dari stasiun palmerah ke gedung manggala wanabakti meski perut kosong dan kondisi hujan, sampai hampir tergelincir saat menuruni tangga. Tapi semua itu tidak ada artinya. Panitia sudah menutup loket registrasi peserta. 

Oh yeah, wajar. Ujian dimulai jam 14.00 dan aku persis sampai di gedungnya jam 14.05.

Sebenarnya aku yang gak pintar. Bisa aja minta jadwal tanda tangan kontraknya diundur ke tanggal 19 kek. Aku malah cuma minta diundur dari jam 1 siang ke jam 10 pagi di tanggal 18. Emang sih aku tiba di kantornya jam 10 pagi. Tapi si HRD kampret sibuk interview kandidat secara online, sampai akhirnya jam 11 lewat baru aku dilayani. Dia sibuk menjelaskan segala macam hal dan paling banyak menceritakan pengalaman hidupnya (yang aku pikir bodo amat). Akhirnya jam 13.03 aku baru bisa meninggalkan kantor itu lalu memesan grab ke stasiun.

Sepanjang perjalanan aku gelisah. Perut keroncongan tapi tidak bisa makan dalam kereta meski aku udah bawa bekal makan siang dalam tas. Setelan hitam putihku bahkan udah kusut karena aku duduk belingsatan.Aku berdoa mohon keajaiban sama Tuhan dalam bentuk apapun. Apa aja..

Waktu tiba-tiba berhenti, misalnya.

Atau jadwal SKD-ku tiba-tiba diundur jadi besok karena gedung ujian korslet listrik.

Atau masinis kereta ini tiba-tiba diambil ahli Venom, terus dia ngebut dengan kecepatan cahaya...

Entahlah. Pokoknya aku udah frustasi. 

Begitu sampai di stasiun Palmerah, sudah jam 14.00. Ujiannya pasti udah dimulai. Tiba-tiba aku benci kalau negara ini On time. Buru-buru aku tap kartu keluar dari stasiun dan bertanya ke petugas.

"Pak, gedung manggala wanabakti dimana ya?"

"Nanti mbak turun dari kiri ini, terus belok ke..."

"Makasi, Pak."

Belum sempat si petugas menyelesaikan keterangannya aku udah cabut duluan. Akibatnya, setelah turun dari tangga aku lari-lari tapi malah salah arah. 

"Oh gedung kementerian KLHK itu ya? Mbak nya salah arah. Gedungnya di sana," si mamang penjual bakso menunjuk belakangku.

Tamat sudah riwayat pengejaran ini.

Sia-sia aku belajar, bahas soal2 SKD... selama seminggu terakhir.

Dengan nafas terengah-engah dan kaki gemetaran, aku datangi meja berjejer milik panitia yang tadinya pasti rame banget tapi sekarang udah sepi.

"Sesi 3? Sudah masuk mbak, gak bisa lagi."

"Kalau dari sini kami mungkin bisa membantu, tapi di dalam ada petugas BKN-nya yang gak akan menoleransi. Tuh, masnya juga telat," tunjuk si panitia sama laki-laki seumuranku kayaknya yang bermuka muram tapi setelan hitam putihnya masih rapi. 

Aku gak tau harus berkomentar apa-apa.

"Minum dulu, mbak," seorang panitia emak-emak, dengan baik hati menyodorkan dua buah akua gelas di atas meja lengkap dengan sedotannya. 

"Terima kasih Bu," kataku lalu mengambil satu gelas. Aku punya air sih dalam tas, tapi gak baik menolak pemberian orang. Kulirik si peserta yang gagal ujian sepertiku.

"Dari mana Mas?"

"Bogor."

Anjir.

"Naik kereta?"

"Bukan, naik motor. Ban saya bocor di tengah jalan."

Wah, alasan telatnya masuk akal. Coba aku? Gara-gara pkwt di perusahaan lain. Jadi kenapa masih pengen ikut coba CPNS???

"Tapi sekarang sudah kerja?" aku jadi kepo.

"Sudah, ini izin sama kantor. Eh malah gagal ujian."

Aku gak tau harus bilang apa untuk menghibur kami berdua. Oh iya..

"Gak apa-apa, Mas. Tahun depan masih ada lagi kok. CPNS buka tiap tahun, kan?" akhirnya itu penghiburan terbaik dariku. Si masnya menggeleng.

"Saya dengar-dengar mulai tahun depan CPNS diadakan sekali dua tahun. Artinya tahun depan gak ada."

BUGH!! 

Serasa ada yang menghantam jidatku. Padahal aku udah memikirkan penghiburan paling baik di sini. Kenapa anda malah menghancurkannya heyyy??

Tanpa bertanya nama, aku pamit pulang duluan sama si mas-mas yang bernasib sama - gagal SKD itu.

Semoga pulang nanti bannya gak kempes lagi.  


Selasa, 19 Oktober 2021

One Month Notice ? I don't need it !

Baru 4 bulan jadi telemarketing di perusahaan ini tapi dari minggu kedua pertama kali join setiap hari pengen ngajuin resign. Kalau cuma karena ditekan target sih mungkin masih bisa ditahan-tahan. Tapi gak hanya target, atasan juga 'ganas' nya minta ampun. Gara-gara itulah aku gak ragu buat melamar posisi call center Halo BCA yang kebetulan info lokernya dikirim Kak Chat. Tak disangka langsung dapat undangan interview HRD online hanya sehari setelah apply.

Susah tapi memang begitulah kejadiannya. Aku tetap kerja dan saat tiba giliran masuk room interview aku tetap sambil kerja. Hari yang sama pulak, aku dikasih link buat psikotes online yang mana aku kerjain sambil kerja juga. Entah psikotesnya cuma formalitas karena aku yakin cuma bisa jawab 30% aja, tapi aku lanjut ke interview user (online). 

Karena yakin ini pasti tahap penentu diterima atau enggak, aku nekat minta izin sama TL yang dibalas super sewot meski hari itu aku closing.

aku : Kak, saya mau izin gak masuk besok. Adek saya yang kuliah di Serang lagi ada masalah di kampusnya. Pihak kampus minta dipanggil orangtua / wali.

Fyi, aku cuma bohong bagian 'pihak kampus memanggil orang tua/ wali'. Karena emang beneran aku punya adek yg kuliah di untirta. Tapi balasan TL :

TL : Lena, kalau kamu udah gak sanggup lagi, silahkan ngajukan resign aja.

WHATTTTTTTT??????

Aku kaget dong. Meski emang udah pengen resign dari zaman purba kala, tapi kalau gak one month notice ngajuin resign, gajiku bln ini gak akan dibayar. Rugi dong saya. Aku gak putus asa, aku chat si manager yang rada-rada itu. Dia balas :

Manager : Haduhhh... mendingan kamu fokus urus adek kamu ajah deh. Silakan bicara sama vivi yah. (Vivi itu HRD OS-nya).

BUJUGGG..!!!!!!!!! Aku baru pernah izin kali ini loh. Dasar bajing*n

Bodo maat. Besoknya aku tetap gak masuk dan fokus sama interview user. Sekitar jam 2 siang HRD-nya ngundang aku ke grup WA.. dan di sana dijelasin jadwal PKWT dan MCU.

YESSSS... AKU DITERIMA!! 

Akhirnya, aku gak bakalan ragu lagi ngajuin resign. Bodo amat mau gaji bulan ini gak dibayar. As long as udah dapat kerjaan baru, duit pasti bisalah mengalir. Besok paginya si manager ngechat aku duluan.  


Manager : Selamat pagi lena. Lena hari ini ke pt a*s yah?

Aku : betul teh. 

Manager : Pagi ini kamu masuk kan? Kok kamu nggak login di sistem knp?

Karena hari ini aku ketemu si Vivi buat ngantar surat resign bajing*n.

Aku : Enggak msuk teh. Mau ktemu bu vivi hr ini

Manager : Tapi bukan berarti all day ketemu vivi kan

                 Saya nggak paham

                 Kan ada waktunya ketemu vivi

                 Vivi juga sudah bicara sama saya

Aku :  Iya teh, saya mau ajuin resign saja per hri ini

Manager : Tapi ada ketentuan say

                 Ntar vivi jelasin ke kamu

Aku : Iya Teh, paham ada ketentuannya. Nanti saya make sure lagi dgn bu vivi. 

Dalam hati : aku tau ketentuannya, kalau gak one month notice gaji bln ini gak dibayarkan kan?? No problem, gua udah dapat kerjaan baru yang GAK ADA SISTEM TARGET-TARGETNYA. KARENA GUA BAKAL KERJA DI CALL CENTER BCA!!

Dan hari itu juga aku ke kantor balikin laptop kantor. Si Vivi gak bicara banyak. Emang dia gak nahan anak yang mau resign kok. Dia tau gimana 'gilak'nya manajemen perusahaan kliennya itu. Waktu diberikan form exit inteview, di kolom 'apakah menurut anda perusahaan ini bisa lebih baik?' kuisi : BISA, Asalkan yang mimpinnya punya hati nurani

Now, biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya. Aku cuma kehilangan 2 juta rupiah dari kerja dua minggu bulan ini. 

Anggap aja aku jadi volunteer

Suara gaib : Wait, tapi kan yang Halo BCA itu training sebulan dulu. Kalau lu gak lulus, jadi pengangguran dong???

Me : Yeah, let's taket the risk. Cause I'm a NAKED JOBSEEKER !

Suara gaib : Meski artinya lu harus pindah dari Jakarta ke Tangerang ??

Me : Oh my God. Aku lupa soal ituu.. 😖


Minggu, 10 Oktober 2021

Perdana Nonton Stand Up Comedy Oflline

 Well, aku memang nekat orangnya. 

Aku pernah ke luar kota H-1 sebelum sidang akhir skripsi demi nonton film dokumenter BTS yang baru rilis di CGV

Aku pernah naik gunung Semeru sendirian tanpa bawa tenda (berakhir numpang sama pendaki lain, lalu pulang dari Ranukumbolo)

Aku juga sering melamar pekerjaan-pekerjaan yang aku sendiri bahkan gak tau job desk-nya ngapain. Pas diundang interview mulut kayak ikan kekurangan oksigen.

Seru aja gitu. Kalau nekat, apapun bisa terjadi. Daripada jadi pengecut yang suka menunda-nunda. Wkwkwkwk. 

Kenekatanku kali ini adalah pergi nonton acara stand up comedy offline yang diselenggarakan komunitas Ketawa di daerah Kemang Jakarta Selatan. Aku dan anak-anak alumni peserta Worksop TipisTipisRispek udah janjian mau ketemu di sana.

FYI, ini kejadiannya minggu lalu. FYI, jarak kosanku ke lokasi acaranya adalah 1.5 jam dengan transportasi umum. Di jadwal, acaranya mulai jam 7 sampai jam 10 an. Tentu jam 10 malam ke atas tidak ada lagi busway atau KRL. 

Kalau aku gak nekat, tentu aku gak bakalan pergi. Cewek, sendirian, di Jakarta, malam-malam pulang dari Kemang ke kosan di daerah Jakarta Timur naik gojek? Itu seharusnya menakutkan. Kalau mamakku tau, aku pasti dikampak. Tapi bukan 'gimana pulangnya' yang bikin aku cemas, tapi 'mau pake baju apa nanti ke sana?' 

Oh tidak. Bukan karena ada seseorang yang spesial yang akan kutemui di sana. Hanya saja ini pertama kalinya aku keluar dari sangkar (baca : kosan) setelah sekian bulan mendekam karena PPKM. Entah kenapa aku gugup, takut penampilanku gak nyambung dengan konsep dunia stand up comedy (apaan sih). Pada akhirnya cuma pake kaos hitam lengan panjang sama celana cutbray (cuma itu paling modis yang ada di lemari). 

Oh yeah. Setelah selesai kerja jam 1 lewat, aku udah siap-siap berangkat ke mall terdekat dulu buat nyari sandal. Padahal biasanya aku pede-pede aja pake swallow ke mana-mana. Tapi swallow memang kurang pas dipadukan sama cutbray. Jadinya aku beli sandal heels tali yang ada tumitnya 3 cm. Kalau aku jalan, suara klotak-klotaknya bikin ribut. 

Perlu ganti busway dua kali sampai akhirnya tiba di Blok M (hell, ini tempat masih aja bikin aku parno karena 2 tahun yang lalu HP-ku dicopet di sini). Dari Blok M aku naik gojek sampai ke lokasi. 

Sebelum masuk, wajib nunjukin tiket dan sertifikat vaksin kedua. Setelah itu baru boleh duduk di kursi yang udah disediakan. Panggungnya memang kecil, muat satu atau dua orang (ya namanya juga panggung openmic bukan panggung konser). MC-nya uhh, petchaaah.. Yang satu namanya Bang Oza, satu lagi orang India yang mengeluarkan istilah 'ketua agama', namanya Sukraj. Liat mukenya, aku langsung teringat sohibku si Butet yang suka film India. Kalau Butet di sini, pasti dia minta tanda tangan Sukraj meski gak tau Sukraj ini pekerjaannya apa. 

Dan pertunjukan openmic malam itu memang tidak ditujukan untuk mereka yang mudah tersinggung atau konservatif. Karena sejak awal sampai akhir, para pesertanya ada yang bawa materi tentang agama, politik sampai tokoh-tokoh penting pejabat di Indonesia. Aku tentu saja duduk di antara 3 peserta Workshop yang datang (2 dari mereka tampil juga malam itu) dan tidak pernah berhenti ketawa sepanjang acara. 

Acara ini tidak hanya diisi komika yang baru mencoba openmic saja, tapi banyak juga komika senior yang naik ke panggung : Ben Danio, Marcell Widianto, Bonar Manalu (asisten pribadi Pandji Pragiwaksono), Adit MKM, Ulwan Fakri (kepsek Pecahkan). Tapi dari semua itu ada satu komika orang Batak yang kalau gak salah namanya Reza Pasaribu. Katanya karena hidupnya terlalu baik2 aja, dia rela bikin masalah supaya dapat materi stand up. Dia sampe rela nyuruh bapaknya nikah lagi kalau gak salah, supaya dia punya adik tiri dan bisa ditulis jadi materi.. 

"Semakin hancur hidupnya, semakin menarik materinya," -Reza Pasaribu, headliner malam itu. 

Setelah acara selesai jam 10 lewat, kami foto-foto dulu dengan panggung sebagai backgorund. Ya, gpp lah jadi penonton aja dulu, lain kali jadi orang yang naik ke panggung.

Turun ke bawah, banyak yang belum langsung pulang. Aku langsung sok akrab sama Bang Bonar dan nanya aslinya Batak dari mana. Kata dia dari Tebing Tinggi.

"Jadi kau merantau di sini?" tanya dia samaku.

"Bukan Bang, aku masih 17 tahun. Baru lulus SMA."

Sialnya dia percaya pulak. Terpaksa kuklarifikasi. 

"Kerja Bang, jadi sales. Nawarin pinjaman pensiunan. Kalau ada loker di rumah Bang Pandji boleh lah Bang," kataku memelas. 

Dia bilang belum ada. 

"Nantilah, aku sama si Reza mau bikin komunitas stand up indo Kristen. Tapi kau katolik atau protestan ini?"

Wah, gak pernah kusangka aku akan tiba di saat dimana aku harus berpikir beberapa detik sebelum menyebutkan agamaku. 

"Katolik Bang, tapi aku bisa pindah kok. Hahahahah." (Tuhan, ini gak serius ya. Aku lahir sampe mati setia kok). 

Setelah lama ngalor-ngidul mereka mau pergi kongkow. Aku diajak sih, tapi kosanku ketat soal jam pulang malam. Ini aja aku kayaknya tidur di luar malam ini, pagar udah dikunci. 

"Baik-baik kau ya, jangan nakal." -Bang Bonar.

"Nakal kek mana dulu Bang?"

"Ya kayak kami ini."

"Aku malah terinspirasi sama itok Reza Pasaribu tadi. Semakin hancur hidupnya, semakin menarik materinya."

Bang Bonar menggaruk kepalanya. Dipanggilnya si Reza. "Za, mampus kau. Udah kau sesatkan satu anak orang malam ini!"


Pokoknya ini adalah one of the best night in my life. Akhirnya bisa nonton acara openmic langsung, bukan dari layar HP atau zoom. 

Aku pulang naik gojek dan sialnya mahal, 40 ribu. Sepanjang perjalanan pulang dari Kemang ke Rawamangun, aku komat-kamit berdoa semoga ibu kos masih bangun dan semoga si driver tidak aneh2. 



temukan bedanya 😄



---


Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...