Minggu, 30 Mei 2021

Penghiburan untuk jiwa-jiwa yang lemah

 So, we come to end of the month..

Maksudnya, kita sudah sampai di penghujung bulan Mei. 

How is life treating you ?

Bagaimana kehidupan memperlakukanmu?

Is it good? Is it bad?

For me, it's bad. Let me tell you..


Setelah kurang lebih lima minggu ini mengikuti proses OJT STAR Ruangguru, akhirnya saya DI-ELIMINASI ! Pemberitahuannya kudapatkan hari ini dari e-mail. Padahal sangat ingin lulus OJT ini biar bisa ttd kontrak. Selain karena gajinya UMR Bekasi, kesejahteraan karyawan Ruangguru sepertinya juga sangat terjamin dari fasilitas lainnya. 

Tapi lagi-lagi kita hanya bisa berusaha. Yang menentukan jalan hidup adalah Dia. Aku memang udah pesimis dari awal bisa lolos OJT ini. Selain karena ada target jualannya, yaitu 5 juta rupiah, peserta juga dinilai dari roleplay presentasi dan webinar (online). Untuk aku yang udah lama gak ngomong di depan khalayak umum, aku berhasil gugup sampai bersendawa di depan mentor (unchh). 

Yahh.. 

Kembali ke kehidupan awal : jobseeker. Nyari loker lagi, nongkrong di perpusnas lagi atau di Mcd dekat kosan (belinya cuma iced coffee float 9 ribu, nongkrongnya dari pagi - malam). Semoga ada ujung dari pencarian ini. 

Untuk menghibur diriku yang semaput, Kak Chat datang mengunjungiku. Kami pergi nyobain naik LRT dan hampir aja aku gak bisa masuk karena Tap Cash BNI-ku ditolak. Gila gak tuh, gak cuma Ruangguru yang menolak diri ini, bahkan mesin tap LRT jugaaaa....

Kami berdua sempat kebingungan, apalagi karena gak ada petugasnya di sana. Gak kayak stasiun, dimana-mana ada petugas yang bisa kita tanyain. Di sini malah sepi. Mana kami berdua belum pernah naik LRT. Jadi posisinya, Kak Chat itu udah berhasil masuk, sementara aku masih di luar. 

Dalam kegelisahan, mataku menangkap tulisan 'Tekan tombol ini untuk memanggil petugas'. Aku tekan beberapa kali, sampai munculah penyelamat kami. Wah, ini namanya petugas panggilan. Hikhikhik. Solusi terakhir dari si mas petugas adalah beli tiket LRT pakai aplikasi LinkAja. 

Harus update aplikasinya dulu di playstore..

Harus isi saldo LinkAja dulu dari m-banking..

Duh, niat hati ingin menghibur jiwa yang lemah, malah begini kejadiannya ya !

Akhirnya aku berhasil masuk. Baru tau kalau tiket masuknya tuh 5 ribu, sedikit lebih mahal dari tiket busway. Mungkin karena LRT ini masih tergolong baru. 

Naik LRT ternyata kayak naik KRL aja. Yang istimewa adalah pemandangan yang didapatkan. Kebetulan aku dan Kak Chat naik LRT itu udah sore jam 5 an lewat. Pemandangan matahari yang mirip kuning telor di atas gedung-gedung Jakarta menyambut penglihatan kami. Sepanjang mata memandang hanya bangunan yang tampak. Pengen rasanya sesekali muncul danau atau gunung sibayak gitu. 

Tiba di stasiun akhir, Pegangsaan Dua, kami dibawa lagi balik ke stasiun Velodrome. Udah gitu doang kerjaannya. Durasi waktu dari ujung ke ujung stasiun ini hanya sekitar 14 menit. 
Setelah itu, aku dan Kak Chat jajan di pinggir stadion Velodrome. Kami beli telur gulung, terus dibawa masuk ke area stadion. Duduk lesehan di lantai sambil makan dan menikmati pemandangan orang-orang naik sepatu roda dan ... merenungi nasib!

Petualangan kembali dilanjutkan. Kami nyobain semua alat2 olahraga di taman sekitaran Velodrome. Mulai dari jungkat-jungkit, treadmil besi, dll (aku gak tau namanya ;))

Jenis-jenis ekspresi selama jadi bagian dari OJT STAR Ruangguru : 

Diterima sebagai trainee STAR Ruangguru


Mulai OJT dan dapat teman baru sesama OJT



Ter - ELIMINASI di week ketiga



Penghiburan untuk jiwa-jiwa yang tersesat karena tidak ingat usia..

Minggu, 23 Mei 2021

Velodrome vs Mafia

Gak jauh dari kosan, ada stadion olahraga yang sepertinya gede, namanya Velodrome. Aku bilang sepertinya karena emang belum pernah masuk ke dalam stadionnya. Tapi mengitari luarannya sih sering. Kadang malam-malam kalau lagi suntuk di kamar kosan yang sempit, kadang juga pagi-pagi di hari Minggu. 

Suatu sore aku pengen buang suntuk ke sana. Gimana gak suntuk coba. OJT ini mensyaratkan target tercapai sebagai salah satu syarat kelulusan. Ini sudah dua minggu pertama, pencapaianku masih nol besar. Tersisa dua minggu lagi, sebelum pengumuman final. Ingin mengeluh tapi takut dicela. Tapi kenapa aku selalu berhubungan dengan pekerjaan dengan job desk penjualan dan ada targetnya? 

Sambil merenungi hidup, aku berjalan santai di pinggir jalan menuju Velodrome. Penampilanku gak kayak orang mau lari sore. Cuma mengenakan legging hitam dan kaos polos, terus sepatu kets. Pikiranku terus bekerja waktu kudengar ada yang manggil, 'mbak..mbak'.

Ternyata dari dalam sebuah mobil yang parkir di dekat situ. Dengan polosnya kudekati mobil itu. 

"Ya?"

"Kalau mau ke velodrome lewat mana ya, mbak?"

Laki-laki sekitar 30-an mungkin. Kayaknya sih orang kaya. Menurutku siapapun yang menyempatkan diri untuk berolahraga sore-sore adalah orang kaya. Kenapa? Karena dari pagi - siang menjelang sore dia sibuk di kantor. Nyari duit. Aku? Aku pengecualian!

"Udah dekat kok. Nanti lurus kira-kira 100 meter, terus belok kiri," aku menjelaskan. Tapi dalam hati merasa ada yang janggal juga. Persis di depan kami ada halte busway dengan tulisan 'Velodrome'. Selain itu di zaman teknologi canggih sekarang, orang mana yang gak tau membuka google maps?

"Mbak-nya mau ke mana? Ke Velodrome juga?" tanya si om.

"Iya."

"Oh, gak mau bareng aja?"

Ckckckc. Demi apa, ini Jakarta. Modus kejahatan dapat terjadi dimana saja. Aku langsung waspada.

"Oh enggak usah, makasih. Saya emang lagi jalan sore santai aja."

"Oh gitu, oke makasih ya, mbak." 

Setelah si om pergi, aku melanjutkan perjalanan menuju Velodrome. 

Di Velodrome, banyak orang yang lagi olahrga. Ada yang jogging, main sepatu roda, duduk-duduk. Aku termasuk orang yang melakukan hal terakhir. Kalau dari kosan tadi niat untuk keliling 5 putaran stadion velodrome sangat berapi-api. Tiba di lokasi semangatku redup. 

Aku tiduran di salah satu bangku semen. Gak buruk juga datang malam-malam ke sini. Bisa melihat langit. Udaranya juga segarr, karena banyak pohon. Sangat jauh beda dengan daerah kosan yang gersang dan berisik suara kendaraan. 

Sambil memandangi langit, aku merenung. Anak siapa yang bisa 'kupaksa' supaya mau beli jualanku, demi lolos OJT ini. Lolos OJT= ttd kontrak kerja. Nyawa aman. Gak punya kerjaan di Jakarta sama dengan cari mati bung. 

Huft, pahitnya hidup. 

Apa seharusnya tadi aku masuk aja ke dalam mobil si om? Gak peduli meski sebenarnya dia memang penculik atau orang mesum. Asalkan dia mau bertanggung jawab atas hidupku, kayak ngasih makan, ngasih uang jajan, ngasih uang beli paket internet. Ohohoho, gak apa-apa seandainya aku jadi tahanannya di suatu tempat. Apartemen mewah atau malah istana dimana dia tinggal. 

Tuh kan, pikiran ini jadi kesana-kemari gara-gara kebanyakan baca cerita di wattpad tentang mafia. 

Btw kalau mafia itu nyata, culik aku pleaseeee.. 

Sesekali mataku mengitari area velodrome, mencari-cari keberadaan si om tadi. Kalau aja aku melihat dia di sini, aku akan menyerahkan diri..

Apasih yg kupikirkann.. 

Dasar geblek. 

 

savage mafia 




Jumat, 07 Mei 2021

'Kakak adalah solusi dari semua permasalahan belajar kalian"


First of all, terima kasih Tuhan Yesus yang sudah mengizinkan aku bertambah usia setahun lagi tepat 05 Mei yang lalu. 

26. 
Apa yang harusnya sudah dimiliki oleh seseorang yang berusia 26 tahun? Rumah? Mobil? Karir yang cemerlang? Pacar? Sayangnya aku hanya punya khayalan. Jadi kalau ditanya apakah usia 26 masih dalam rentang usia krisis usia seperempat abad, jawabannya jelas masih. 

Krisis seperempat abad merupakan istilah psikologi yang merujuk pada keadaan emosional yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun seperti kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan menentukan arah hidup yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun. Wikipedia

Setelah hampir 6 tahun kuliah di Kalimantan dan berangkat ke Jakarta, rasa-rasanya tiba di Jakarta aku harus memulai semua dari awal lagi. Ibarat anak kecil yang memulai langkah pertamanya, berdiri dengan kaki gemeteran sambil menjaga keseimbangan tubuhnya supaya tidak terjungkal ke depan atau ke belakang. Itulah yang kurasakan. Bedanya, kalau anak kecil yang belajar berdiri tadi punya orang tua yang setia disisinya, aku di sini sendirian. Jakarta jelas bukan tempat untuk mereka berhati lemah dan tak punya semangat juang. 

Ini bukan keluhan, tapi apa ya. Curhatan, mungkin..

Oke, daripada cerita yang sedih-sedih, mending cerita hal-hal yang bikin dua minggu terakhir ini aku harus mantengin laptop seharian. 

Jadi setelah 3 kali 'menolak' kesempatan bekerja di Ruangguru, akhirnya kali ini aku memutuskan untuk mengambilnya. Program STAR, yang mempersiapkan seseorang untuk menjadi education consultant (lagi-lagi ini hanya sebutan keren aja karena ujung-ujungnya kita jualan produk ruangguru ke anak-anak sekolahan). Sudah memasuki minggu kedua, dan setiap akhir minggu selalu ada ujian. Yap, masih ada tahap seleksi hingga penentuan yang berhak lulus ke OJT 4 minggu nanti. 

Kemarin pas ditanya kenapa mau bergabung di RG, banyak yang jawabannya 'ingin membantu pendidikan di Indonesia supaya lebih baik'. Heloww.. Bukan apa-apa, jawaban itu mulia sekali, aku  mengakuinya. Hanya terdengar terlalu polos dan .. jujur. Kenapa mereka gak jawab sederhana kayak aku, 'ingin meningkatkan skill di bidang sales'. Simpel, tidak neko-neko dan egois!

Selama 3 hari pertama minggu kedua kemarin, peserta yang domisili Jakarta dapat kesempatan training offline di HQ Ruangguru yang beralamat di daerah Tebet. Harusnya. Tapi karena ada karyawan yang positif covid, kami pun dialihkan ke Brain Academy di daerah Kemanggisan. Selain jadi lebih jauh dari kosan, awak pun kecewa karena udah sempat excited pengen liat kantor pusat ruangguru itu. Intinya covid-19 adalah musuh segala bangsa!

Training offline jelas jauh lebih seru daripada mantengin laptop sambil terkantuk-kantuk. Bisa ketemu langsung sama peserta lain, yang sialnya masih muda-muda kayaknya baru pada wisuda. Berasa jadi wali murid diantara peserta training. 

Kami diberitau sebagai agen lapangan (udah kayak mata-mata aja) = Fiel Education Consultan / FEC, cara mendapatkan data/kontak siswa adalah dengan school visit. Tapi lagi-lagi karena si covid berkuasa, school visit digantikan dengan webinar. Secara acak, kami ditunjuk untuk melakukan roleplay sebagai FEC yang melakukan school visit ke sekolah. 

Apesnya aku dapat tugas untuk bagian introduction. Ini adalah bagian sangat krusial karena akan menentukan apakah siswa akan tertarik untuk mendengar bagian intinya. Kalau tidak berhasil menarik perhatian mereka di awal, maka dapat dipastikan siswa tidak akan excited lagi mendengarkan apapaun bagian berikutnya. 

"Halo, selamat pagi adek-adek. Apa kabar?" sapaku dengan tenggorokan bergetar. Udah lama gak speech di depan khalayak umum. Pesera training menyahut dengan peran anak SMP. 

"Wah, kalian gak semangat nih. Gini aja, untuk membangkitkan semangat kalian, nanti kalau kakak bilang semangat pagi, kalian jawab 'pagi, pagi, pagi'. Bisa ya?"

Selanjutnya sesuai protokol FEC, aku harus konfirmasi kelas dan nama sekolah mereka, lalu dilanjutkan dengan perkenalan si FEC sendiri. Di sini aku pura-pura bilang kalau aku terkenal.

"Ah, masa kalian gak ada yang kenal dengan kakak. Kakak ini terkenal loh." -Lidah ini keseleo menyebutkannya.

"Kakak youtuber?" 
"Kakak selebgram?"

"Baiklah, kalau kalian belum kenal, kakak kenalan dulu ya. Perkenalkan nama kakak Magdalena. Adek-adek bisa panggil Kak Lena aja. Nah, kakak ini siapa sih, gitu ya. Kak Lena ini adalah konsultan pendidikan dari ruangguru. Artinya kakak adalah solusi dari semua permasalahan belajar kalian..."

Entah ide darimana aku punya keberanian menyebutkan hal kayak gitu. Padahal di skrip FEC mah gak ada. Tapi tepuk tangan bergema di ruangan training. Aku bingung itu tepuk tangan dari siswa SMP atau tepuk tangan sebagai peserta training. 

Setelah bagian introduction selesai, dilanjutkan bagian berikutnya oleh peserta training yang lain. Dengan nafas ngos-ngosan karena tadi ngomongnya teriak-teriak supaya terdengar lebih enerjik, aku balik ke kursiku. Jantung juga belum bisa stabil. OMG, ini hanya roleplay. Gimana kalau school visit sungguhan. Nakalnya anak-anak SMP sekarang apalagi di Jakarta nih ya pasti macam-macam. 

Yang gak kusangka adalah, selama sisa training hari itu sampai pulang, aku terus diledekin trainer cowok kam***t yang menyampaikan materi selanjutnya setelah roleplay. 'Kakak adalah solusi dari semua permasalahan belajar kalian.' Bahkan sampai besoknya hari ketiga juga masih diledekin dong. Ingin kusentil lemak di perutnya (mau nyentil jidat gak nyampe), apalagi karena di hari pertama dia pura-pura nyamar jadi peserta training di ruang tunggu. Aku polos sekali menjawab pertanyaannya tentang pengalaman kerja di perusahaan pialang.

Ughhh!!




Semoga semua bisa lolos untuk tahap selanjutnya, yaitu tahap OJT. Semua lolos OJT dan bersama-sama kita akan tanda tangan kontrak. 
Amin.

 


Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...