Senin, 31 Juli 2017

Pancingan VS Batu Gamping

Sekeras apapun hati manusia, jika batu gamping hancur oleh air hujan, maka hati manusia akan larut oleh air mata.

Kata-kata itu dari Pak Pri. Beliau asli Jogja dan pemilik Georesearch. Januari 2016 lalu aku dan beberapa kawan sejurusan ikut Geocamp di sana, tepatnya di dusun Plosodoyong Kabupaten Gunung Kidul. Selama 10 hari kami belajar Geologi di sana. Of course, anak teknik pertambangan harus tahu Geologi juga. Gak ada salahnya.

Kemarin Pak Pri nelpon aku. Kami memang masih sering kontak-kontak an. Sekedar bertanya kabar. Seperti biasa yg pertama beliau ucapkan kalau menelponku adalah, : Halo anakku, apa kabar. Tapi aku gak pernah balas,  'Halo juga bapakku, saya sehat, bapak apa kabar'.

Tadinya panggilan tak terjawab di hp ku. Kemudian aku telpon balik beliau. Disuruh biar q matiin aja, supaya pulsaku tidak habis biar bapaknya yg nelpon. Kubilang tidak apa-apa.


Terus beliau excited, gitu. Katanya beliau udah baca tulisanku. Serius, aku bingung tulisan yg mana sebenarnya. Apakah bapak ini baca2 blog ku? Memang sih kemarin kami disuruh bikin esai waktu Geocamp, tapi itu bukan tulisan, lebih bisa dibilang.. alasan. Kenapa kuliah di jurusan x, apa yg ingin dicapai, dll. Tapi Pak Pri bilang tulisanku itu sangat bagus, bahkan pilihan kata2nya juga dan minta izin intuk dikirimkan ke penerbit.

Oh no! 

Ngerasa kayak udah jadi penulis beneran. Selama ini naskah yg ku kirim ke penerbit gak ada kabarnya. Entah ditolak pun aku akan senang kalau aja ada kabarnya. Pak Pri juga bilang supaya memelihara dan mengembangkan potensi ku ini. Entahlah, Pak apakah itu bisa dibilang potensi bukan sekedar niat kecil yg melintas sebentar lalu gak pernah balik lagi.


Beliau juga masih sering kontak sama teman2 yang lain. Pak Pri tau Yosef lagi ikut pelatihan underground mining di Sawahlunto, si Rizky lagi pelatihan K3. Pas ditanya aku lagi sibuk apa, kubilang lagi nyari judul Tugas Akhir. Memang bener kan. Beberapa teman udah berangkat penelitian Tugas Akhir. Lah aku masih nyari judul. Bahkan ada teman seangkatanku yang udah ST hari ini. Dia lulus 4 tahun. Rekor coi!!! Karena selama ini paling cepat 4,5 tahun senior kami yg wisuda.

Setelah Pak Pri, aku menelpon mama. Tapi pasti aja hp nya dikasih ke bapak. Selalu kayak gitu. Padahal aku udah sengaja nelpon no HP mama, bukan bapak, karena emang pengen ngobrol sama mama. Ujung2nya bapak juga yang megang HP mama. 

Aku tau kedua ortu ku pengen aku cepat lulus, dapet kerjaan. Tapi, kuliah aja aku gak serius. Jurusannya.. tak kuminati. Kalau ditanya apa otakku tak sanggup? Aku sanggup! Tapi hanya sanggup, tidak bertumbuh dan merasa tertekan. Tidak bahagia..Terlalu.. Dari awal, aku sudah mengorbankan masa depanku. Pelan2 aku kasi tau ortu kalau kami mesti magang dulu di perusahaan tambang. Habis itu nyari judul tugas akhir, bikin proposal, kirim via e-mail ke perusahaan. Syukur2 kalau dibalas cepat. Kalau udah dibalas, ya berangkat. Kurang lebih dua bulan di lapangan, back to kampus. Kerjakan laporannya. Kira2 3 bulan udah rampung, siap2 maju seminar hasil. Sidang 0, pendadaran, dinyatakan lulus, yudisium, dan.. Wisuda! Emang gitu siklusnya.


Dan ada satu kata dari bapak yang bikin aku nangis hari ini. Beliau mungkin gak pernah tau kalau aku terpaksa kuliah di jurusan ini. Tapi harapan beliau terlalu tinggi akan aku. Beliau bilang nanti aku kerja di BUMN. Plis, Pak. BUMN bukan milik nenek, tapi milik negara. Sehebat apa sih aku sampai bisa tembus ke sana?? Itu si bapak bilangnya minimal lagi. Minimal BUMN. Shit.

Kata beliau, karena aku udah kuliah di jurusan teknik pertambangan, maka aku harus kerja di pertambangan. Gak ada tawar-menawar. Ibarat, di tanganmu sudah ada pancingan, gimana pun ceritanya kamu akan nyari cara bertahan hidup sebagai pemancing ikan, bukan penebang pohon.
Plis, deh Pak. 
Itu belum mutlak loh. Aku, kalau pengennya jadi penulis gimana?

Tapi air mata tetap mengalir hari ini. Ngerasa aku udah gak berguna lagi. Masa depanku udah suram..

Hasil gambar untuk galau

Minggu, 16 Juli 2017

Setelan Hitam Putih


Setelan Hitam Putih

Buat mahasiswa teknik pertambangan, wajib hukumnya kerja praktik di perusahaan tambang. Pulangnya seminar hasil pengamatan selama di sana. kalau matkul udah abis ya, lanjut proposal tugas akhir. Kalau udah dipanggil perusahaan ya berangkat.
H-1 sebelum kami seminar, aku dan Jea datang ke rumah Pak Yus dosbing kami. Rumahnya jauh bat dari jalan umum. Kami jauh-jauh ke sana hanya buat minta tanda tangan pengajuan maju seminar. Padahal kajur aja lagi di luar kota. Gak guna ttd dosbing. Tapi kami diperbolehkan maju seminar.
15 Juli 2017.
Hari ini adalah hari yang sibuk, karena akhirnya kami bakalan seminar juga, seminar hasil kerja praktik. Konyolnya besok mau seminar, malamnya daftar isi laporan malah hilang. Sempat panik dan frustasi mau ngedit-ngedit lagi, untungnya datang penyelamat. Di laptop Jea masih ada file kemarin. Tapi kasian dia bolak-balik ke kos gue buat ngambil file-nya. PPT nya mesti bahasa inggris. Dan hand out yang kami print juga slide English-nya. Biar gak ada yang nanya, kata Jea. Jauh-jauh PPT sih udah beres, tapi sederhana banget. Fix gak jago bikin design yang keren.
Malamnya aku baca-baca lagi PPT-nya. Tidur jam 11. Paginya dibangunkan alarm jam 6. Kubaca pesan Jea. Da, kita diundur jadi jam 11. Pak Yus ada nguji TA jam 9.
Begh!
Never mind. Kita manfaatkan waktu ini buat nyetrika setelan hitam putih yang baru kubeli dari pasar kemarin. Setelah itu mandi dan sarapan. Sarapan hanya 2 roti kecil dan secangkir teh manis. Jea datang jam 8. Kita pun capcus ngambil kotakan buat peserta seminar dan beli nasi kotak buat dosbing. Enak loh, jadi dosbing. Dapat uang transport lagi, dari mahasiswa. Padahal yang minta tanda tangan ke rumahnya kan, mahasiswa. Seharusnya mahasiswa dong yang dapat uang transport.
Jam 11 lewat presentasi kami mulai. Ada teman-teman seangkatanku yang datang. Anita pasti ada. Malah sebelum jurusan dibuka pintunya, dia udah standby. Pak Yus mempersilahkan kami berdua. Karena tugas udah kami bagi, Jea-lah yang pertama. Termasuk perkenalan dan baca slide sampai bab 3. Aku khusus di hasil dan pembahasan. Tapi semua berlangsung awkward, karena Jea baca slide English-nya seenak perut. Grade jadi grid. Pipe jadi pip. Yang hadir pun mulai ngantuk, bosan dan pengen pulang. Meski belum di bagian hasil dan pembahasan, terpaksa kuambil alih.
Ada yang nanya. Untunglah. Sempat gak ada yang nanya artinya presentasi kami gak menarilk. Artinya gagal kami berdua. Pertanyaan pertama pakai bahasa inggris. Gue ladeni juga pakai bahasa inggris. Pak Yus kagum ngeliat gue ngejawab pakai bahasa inggris. Gue terangkan semua dalam bahasa inggris. Yang nanya pakai bahasa indo, dijawab pakai bahasa Indo. Gue sama Jea gentian ngejawab.
Tibalah disaat terakhir, sesi koreksi laporan kami by Pak Yus. Memang banyak yang dicoreti di sana. “Ini nanti diperbaiki ya, baru nilainya keluar.”

Selesai presentasi, Pak Yus meminta yang hadir buat tepuk tangan. Kami menyalami beliau. Begitu Pak Yus pergi, gue diserbu kawan-kawan. Bukannya menyalami, malah minta traktiran perayaan. Emang gue udah lulus apa. Ini kan baru kerja praktik. Belum kelar kuliah gue!
Ah..!
Kalau dipikir-pikir setelan hitam putih ini keren juga. Sadar gak sih, kalau sebenarnya dia jadi saksi bisu kehidupan awal dan akhir anda di kampus? Pas OSPEK pakai baju hitam putih kan? Pas sidang TA juga, kan?   

Di luar jurusan kami pun berfoto-foto ria. Si Toguma malah nyuruh gue dance, sebagai perayaan selebrasi udah selesai kerja praktik. Dan gebleknya juga gua malah mau di take video-nya. Blackpink yang Playing With Fire. Oke, yang ini mungkin Playing With Setelan Hitam Putih aja dah..












Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...