Selasa, 28 Februari 2017

Kekhawatiran Hari Ini & Bayang-bayang Masa Depan

Semester ini, semester 8. Kayaknya bakalan jadi semester terberat di hidup gue.
Kenapa?
First, gue belum magang (kerja praktik). Belum ada perusahaan tambang yang nerima proposal kita. Apalagi emang gak ada kerabat yang kerja di tambang. Plus lagi mama yang nyebut-nyebut wisuda tiap kali nelpon gue. Mentang-mentang kakak gue udah mau selesai D4-nya. Iyalah, dia sebelumnya udah lulus D3. Di Batam sambil kerja (bulanan gue dari dia), ngambil D4. Teknik juga. Nah, secara gak langsung gue terintimidasi. Bukan sih terintimidasi. Yang cocok apalah kata-katanya. Tersaingi? Termotivasi?? Brrr..
Second, gue jadi ketua UKM sekarang. Dengan kondisi UKM kami yang krisis anggota saat ini, selaku ketua seharusnya tanggung jawab gue untuk meramaikan organisasi ini dengan cara bagaimanapun. Tapi kenapa gue ngerasa sendirian? Orang-orang di internal UKM itu sendiri sibuk dengan dunia mereka sendiri juga. Gimana caranya akademik gue tetap jalan (target gue 5 tahun lulus) tapi organisasi juga berkembang? Gue pengen sih ngadain kegiatan setiap bulan. Besar-besaran atau kecil-kecilan. Kembali lagi masalahnya adalah dana.padahal gue pengen ulang tahun ke-20 ini beda perayaannya dari tahun-tahun sebelumnya.
Third, selain itu gue juga dituntut mesti aktif di paguyuban. Kalo gak, jangan harap gue bisa perpanjangan beasiswanya. KSE emang harus aktif para beswannya di paguyuban. Gue sih berusaha aktif, berusaha ikut semua kegiatannya. Kemarin aja pas ‘Pagi Keakraban’ (dimulai jam 5 pagi), gak ada yang jemput gue. Padahal si Retnon kemarinnya udah dibilangin buat jemput ke kosan. Sampe jam 6 dia malah gak nongol. Gue pun nekad bangunin tetangga dan nmnta diantarin ke hutan kampus. Dimana mereka udah selesai senam. Untuk aja pnampilan bakat per divisi belum lewat.
Fourth. Dengan diri gue yang sama sekali gak ada jiwa pengen kuliah di tambang, gimana tepatnya gue bakalan bisa ngelewatin magang ini? Belum lagi presentasi hasilnya nanti. Belum lagi nanti proposal penelitian Tugas Akhir. Bisakah gue keluar dari kampus ini dengan embel-embel ST???

Apa aja asalkan ada…

Dulu, waktu SMA gue pernah berharap ‘gak apa-apa gak juara kelas, yang penting naik kelas.’ Sewaktu mau masuk perguruan tinggi negeri, gue selalu berdoa ‘jurusan apa aja Tuhan, yang penting negri. Bisa kuliah.’ Selanjutnya sekarang, setelah gue berharap bisa magang secepatnya di perusahaan bonafit dan digaji. Sekarang gue hanya berharap ada yang mau nerima gue untuk magang. Apa aja deh, asalkan bisa magang semester ini. Soalnya pertanyaan ‘kapan magang’ itu perlahan mulai mengganggu pendengaran gue. Kayak gue gak laku aja sama PT.
Di umur 21 ini, teman seumuran gue udah ada yang nikah, bahkan punya anak. Bahkan teman sekampus, sejurusan yang seangkatan udah ada yang punya anak kembar. Ada juga teman gue waktu SMA yang udah lulus dan udah kerja jadi PNS. Ada juga yang lagi Tugas Akhir. Ada juga yang udah ke luar negri, ke Malaysia. Dia dari lulus SMA langsung nyari kerja di sana. Ada juga yang suka pamer kemesraan bareng pacarnya di medsos. Iya, cuma gue kayaknya yang gak ada berubah sejak SMA. Masih sama.. tetap. Masih jelek. Masih gak bisa fashionable.  Gue hanya bisa mencintai seseorang diam-diam. Tapi berharap dia tahu apa yang gue rasakan. Malu-malu tapi mau!

Kadang, sering malah gue berpikir 5 tahun dari sekarang nanti gue jadi apa ya? Kalau jurusan gue sekarang teknik tambang kan belum tentu entar kerjanya di tambang juga. Jujur, masa depan membuat gue lebih banyak takut daripada berusaha.  

Sabtu, 11 Februari 2017

Ketidaknyamanan, akui, tersenyum dan temani dengan bernafas!


Hai!
Sekarang aku jadi ketua umum mapala Dozer. UKM Pecinta alam di fakultas teknik. Kenapa namanya Dozer? Karena alat berat dozer kan digunakan untuk mendongkrak lahan yang akan digunakan. Nah diharapkan mapala kami ini juga bisa menjadi pendongkrak bagi orang-orang di sekelilingnya. Itu sih yang diharapkan. Tapi seringkali apa yang kita harapkan kan gak terjadi.
Buatku sendiri, jadi pemimpin itu adalah beban. Beban berat. Tapi tergantung kepada kita mau diapakan beban itu. Mau dilupakan? Pura-pura gak tau kalau dia ada?
Aku jadi ketum, tapi aku gak terlalu senang. Entah karena aku gak tau mau ngelakuin apa buat organisasi ini. apa yang bisa membuat UKM ini diminati mahasiswa teknik. Jujur, saat ini kami mengalami krisis anggota. Setiap anggota yang telah selesai diklat seringkali tidak muncul lagi ke sekre dan lamna-kelamaan menghilang. Disinilah letak beban yang kubilang tadi. Bagaimana aku akan bisa menarik minat mahasiswa untuk mau bergabung dengan UKM ini. Belum lagi pendapat orang nonmapala tentang anak mapala terkait dengan kejadian tewasnya 3 orang peserta diksar di UNISI kemarin. Mungkin semakin menjauhlah orang-orang dari UKM Mapala ini.
Sku sih pengennya organisasi pecinta ala mini lebih mengedepankan kepekaan sosialnya terhadap orang-orang di sekitarnya dan tentu saja lingkungan. Kalau masalah naik gunung biar dibilang keren itu maunya dikurangi aja dulu. Mari berbakti kepada masyarakat umum. Sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi.
Dua hari ini ada sosialisasi dan pelatihan yang diberikan Yayasan KSE dari Jakarta. Jadi, para alumni beswan KSE mengadakan “AKSI (Alumni KSE Indonesia) MENGINSPIRASI 2017”. Para alumni itu memberikan perlatihan kepemimpinan kepada kami para beswan kse UPR. Tak hanya itu, pelatihan communication juga. Mereka adalah orang-orang hebat, lulusan dari universitas hebat juga. Ada yang dari UNPAD, UGM, UI bahkan ITB. Menurutku mereka memang orang-orang yang tepat untuk menularkan inspirasinya kepada mahasiswa seperti kami. Dalam kegiatan ini juga, kami semakin mengenal founder beasiswa KSE  yang mempunyai pemikiran tulus.
Dalam acara talkshow Kick Andy, founder beasiswa Karya Salemba Empat mengatakan bahwa, “Kami hanya ingin mengembalikan kepada orang lain apa yang telah kami terima selama ini di kampus.” Mereka kebetulan mendapat subsidi pendidikan di kampus FE-UI. Yap, yang awalnya hanya ber-8 orang, hingga kini penerima beasiswa KSE sudah puluhan ribu tersebar di seluruh universitas negri di Indonesia. Mereka hanya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa.
Aku sendiri punya mimpi, cita-cita. Ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Kuharap sih, aku juga bisa mengikuti jejak mereka. Aku juga ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Aku ingin membantu orang-orang susah disekitarku.
Tapi..
Darimana aku harus memulai?
Apa yg harus kulakukan?
Aku sendiri belum magang, disaat teman-temanku yang seangkatan sedang menyusun proposal TA. Aku bahkan sekarang ketua UKM.


salam sukses!
Sharing,
Networking,
Developing

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...