Tahuuuu..!!!!! Tahuuuu!!!!
Tahu susuuu!!! Tahu Bandungggg!!!
Teriakan yang nyaris tiap hari terdengar di kompleks kosku di daerah Rawamangun. Gak cuma tukang tahu. Tukang jagung manis, sepeda anak keliling (apa dah tuh namanya yang ada musik anak-anaknya), tukang sol sepatu yang bunyinya : 'sol sepatu' dengan 'u' pendek sekali seolah-olah dia gak berharap banyak yang dengar. Pie toh, berkebalikan sama tukang tahuuuu.
Kalau di kampungku di Samosir gak banyak pedagang yang lewat. Karena letaknya di pegunungan, jauh dan dingin. Eh meski dingin, sekarang penjual es krim juga udah lewat dari sana. Bahkan tukang bakso juga (udah maju ternyata kampungku itu wkwkwk).
Ada juga penjual ikan basah, tukang botot, pick-up serba 10 ribu yang pakai toa (jualan perkakas dapur). Mamaku kadang suka nyamperin kalau pick-up itu berhenti di depan rumah tetangga kami satu-satunya. Padahal mamaku belum punya uang, karena kopinya belum dijual ke tauke. Waktu itu aku di kampung. Tanpa rasa bersalah mamaku lari-lari ke dalam rumah dengan menenteng tudung saji di tangannya.
Kreeekk.
"Ni, ada uangmu 10 ribu?" dibukanya kamar demi mendapati aku yang lagi main HP. Kulihat mamaku dan tudung saji di tangannya. Aku ketawa dalam hati dan membuka tas, mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan.
"Gak mau beli yang lain, Mak?"
"Ini aja dulu. Terusnya dia itu lewat."
Hahahah.
Kalau ingat itu lagi sekarang, jadi rindu rumah.
Seru kayaknya punya seseorang yang ingin dilindungi, dirawat, diberi uang, dikasih uang jajan, dibayarin uang sekolah/uang kuliahnya. 'Nih, buat uang sakumu seminggu. Hemat-hemat ya, nanti kakak gak bakal ngasih lagi.' Atau ngomel-ngomel karena ternyata si adek ini boros banget, 'YAKKK!! Kau kira nyari duit gampang, hah?'
Aku dulu dikuliahkan kakak. Sekarang dia udah nikah dan udah punya anak.
Sekarang aku punya dua orang adek yang masih dalam usia pendidikan.
Adekku si nomor 5 (bungsu cowok) kerja di Batam dan pengen kuliah.
Adekku si nomor 6 (bungsu cewek) sekarang kelas 2 SMA.
Hey, Magdalena, BANGUNNN!
Kau siapa?
Gak penting aku siapa.
Kalau elu pengen membiayai hidup adik lu, lu MESTI DAPAT PENGHASILAN DULU. Jangan ditolak perusahaan tiap minggu. Usaha maksimal dong. Dan cobalah untuk ikhlas saat melamar pekerjaan, jangan setengah-setengah!
Oke, oke.
Got it.
Tapi gue pengen dapat duit dari menulis, gimana dong?
HEH, anak kampung. Sadar diri. Lu yakin tulisan lu bakal bagus dan ada yang mau nerbitkan? Lagian kalau lu udah dapat kerja, lu masih bisa nulis di malam hari.
Tapi.. aku orang yang gak bisa fokus pada beberapa hal. Kalau otakku sudah dipakai seharian buat kerja, susah buat mengerjakan hal lain di malam hari. Palingan juga aku tidur.
Lagian nih ye, aku udah kasih 7 halaman pertama untuk dibaca ke dua orang berbeda. Satu kakakku, satu lagi temanku. Kakakku bilang dia ketawa-ketawa pas baca. Temanku bilang lucu, menghibur. Dia bilang gak sabar pengen dengar lanjutannya.
Makanya Coldplay pernah bilang, 'Nobody said it was easy.' Ingat gak lu?
Iya, ingat.
Yaudah kalau ingat. Mau jadi apa lu, ada di tangan lu. Jangan malas-malasan ah!
Katanya lu udah gak sabar menantikan turning point dalam hidup lu.
Iya, itu benar.
Entah kenapa aku berharap turning point itu adalah saat bukuku bisa mendapatkan hak terbit dan mulai menghasilkan royalti. Aku pengen nulis buku, menciptakan karakter yang unik, terus ceritanya diadaptasi ke film. Hal-hal kayak gitu loh.
Nih bocah benar-benar ngimpi di siang bolong. Siram pake air nih.
Boleh, asal jangan air keras ya. Muka udah begini juga.
Capek ah ngomong sama pemimpi kayak lu. Yang penting udah gua ingetin lu ya.
Eh, jangan pergi dulu. Aku kesepian tau, di kota ini. Waktu aku dm adekku yang kuliah di Banten soal gak mau cari kerja lagi dan pengen fokus nulis, dia bilang aku egois. Terus dia bandingin aku sama kakakku yang udah kuliahin 2 adek - aku dan dia.
Emang aku salah kalau pengen merealisasikan impian? Mumpung masih muda dan belum ada yang ngajak nikah.
Ada emang cowok yang mau ngajk lu nikah?
Ada dong. Banyak malah. Tadi malam aja aku mimpi diajak kencan di Mcd sama seseorang. Kayaknya seseorang itu lagi rindu berat sama aku.
Begini ya, ketiak panci. Apa yang dibilang adek lu kayaknya benar. Lu egois. Gimana dengan nasib dua adek lu yang ingin kuliah itu?
AKU GAK EGOIS! Aku cuma membuat pengorbanan.
Iya, dan mereka korbannya kan?
DIAM. Mereka bukan korbannya. Huhuhuhuh. Kalau kau tau, aku juga pengen 5 tahunku gak sia-sia. Salah siapa aku begini?
Salah siapa emang?
Gak tau. Gak usah tanya.
Cie, baper.
Pergi sana. Aku mending kesepian daripada punya teman curhat nyebelin kayak kau. Kau siapa sih btw?
Hahahah. Aku personamu yang lain?
Hah? Maksudmu aku punya kepribadian ganda?
Kalau itu kau harus mencari tau sendiri.
Fine, karena kau sudah mengusirku aku akan pergi sekarang. Bye. Eh, ingat, jangan berusaha setengah-setengah. Lakukan maksimal. Oke? Baiklah, aku akan benar-benar pergi sekarang.
EHHH TUNGGUU!! JANGAN PERGI DULUUU.. OII..BALIK SINII...!!!