Jumat, 25 Desember 2020

Merry Karismasu & Kilas Balik 2020

Mungkin salah satu indikasi sudah dewasa adalah anda tidak merayakan natal bersama orang tua dan saudara untuk waktu yang sudah lama,
Kesimpulan geblek memang, dari seorang pengangguran kayak awak.
Kalau diitung-itung udah dari natal 2013 sampai natal 2020 aku gak pernah merayakannya sama keluarga. 
Tujuh tahun, kalau itu anak manusia udah kelas 2 SD. 

Dimanapun anda berada, apapun yang saat ini sedang terjadi dalam hidup anda, lemaskan aja. Seperti kata salah satu lagu natal : 

'You better not cry
You better not pout
I'm telling you why
Santa Claus is coming to town

Tadi malam aku ibadah malam natal di HKBP. Padahal 162 meter dari HKBP ada gereja katolik. Hem, kurang eksplor emang. Tadi malam banyak umat yang disuruh pulang karena kapasitas gereja gak muat lagi. Aku yang datang sejam sebelum ibadah dimulai aja hanya kebagian aula, gereja penuh. 

Di dalam gereja posisi duduknya berjarak, harus selalu pakai masker. Yang bikin geli karena cuma tau satu lagu, 'Nunga jumpa muse ari pesta i'
Pulangnya terpaksa jalan kaki. Dekat sih, dari kosan hanya 600 meter. Naik gojek sayang, 15 ribu. Tapi jalan kaki malam di Jakarta seram juga, apalagi sendirian. Apalagi pake rok - heels. Apalagi.. 

Omong-omong soal jobseeker, sudah kurang lebih 42 hari semenjak punya pekerjaan terakhir kali. Selama 42 hari itu yang sudah kulakukan : makan - tidur -makan - tidur, oh iya, ikut tes TOEFL. Tapi hasilnya belum keluar. Bikin deg-deg an karena ..ah sudahlah. Padahal kalau skornya 500 pas aja, aku udah planning mau ngambil kursus jadi tutor bahasa inggris. Mungkin itu lebih baik daripada luntang-lantung.

Aku : Pagi admin, mau nanya ada kursus untuk tutor gak ya di LIA?
Admin : maksudnya jadi pengajar/guru mbak?

Loh? Tapi yaudah, bagus juga kalau ada lowongan jadi pengajar. 

Aku : Iya, admin. ada gak?
Admin : boleh kirim ke saya. Lengkap cv, surat lamaran ya. Minimal S1 semua jurusan.
Aku : Oke admin, thank u (nunggu hasil TOEFL dulu).

Senang banget waktu dia bilang S1 semua jurusan. Coba bayangin kalau dia bilang min S1 Sastra Inggris atau Pend. Bhs Inggris. Sekarang tinggal nunggu hasil TOEFL. Plis, berpihak lah padaku kesempatan...

Kalau skor TOEFL aja gak nyampe 500, terus jurusan juga non bahasa inggris, apa kata pihak lembaga bahasanya nanti?! 

Gak kerasa 2020 berakhir sebentar lagi. Rasanya baru kemarin memulai hari-hari pertama di bulan Januari. Tahun ini memang berat sih. Mau tau kronologi, bukan kronologi deh. Apa ya, hal-hal yang terjadi di 2020 ini buat awak.

1. Januari - cabut dari marketing di perusahaan eksportir stainless steel (mengawali 2020 pun ternyata aku udah gak bagus ya)

2. Februari - pulkam ke Samosir, stay for 1 month

3. Maret - balik ke Jakarta, numpang di kosan 'mereka'

4. April - Korona masuk Indonesia, banyak perusahaan yang PHK karyawan, boro-boro buka lowongan pekerjaan - aku masih numpang di rusun 'mereka'

5. Mei - training seminggu dari Home Credit, gak lolos ujian praktik akhir sebagai desk call/tukang tagih by phone, katanya kurang galak. Untung dapat uang saku 430 ribu yang cair 4 bulan kemudian. Dapat pra kerja dari pemerintah 400 rb/ bulan selama 4 bulan. 

6. Juni - bergabung ke perusahaan pialang/saham Cyber Future yang mana dari awal takut2 datang setelah baca pengalaman kerja orang lain di perusahaan pialang

7. Juli - Dapat klien orang India, CEO kaya yang rumahnya di Bogor. Kami meeting di kantornya

8. Agustus - Aku closing dari CEO India dengan nominal terbilang gede, meski ada kejadian kurang menyenangkan juga di sini (postingan sebelumnya)

9. September - Dapat HP Samsung A71 sebagai hadiah pemenang kontes di kantor yang diadakan bos bule, perdana dapat gaji 2 digit

10. Oktober - Konflik dengan 'mereka' di rusun, setelah membayar biaya selama tinggal bareng 'mereka', aku cabut nyari kosan di daerah Jakarta Timur setelah bilang ke cewek itu : "Eh, ini uang kosanku ya. Tapi JANGAN PERNAH bilang aku anak manja, karena kau gak pernah tau apa yg sudah kulalui." - SWAG to the MAX!

11. November - Gak tahan lagi liat muka si kampret di kantor, pamit sama bos bule dengan dramatis ; pamit jadi A.R.M.Y

12. Desember - Natal, Home alone. Eh, bukan. Kos alone. Selain itu akhir tahun ini juga setelah nonton youtube, sebuah tekad muncul lagi, buat nyoba beasiswa S2 ke luar negeri dengan beasiswa Chevening jurusan Sastra Inggris (semoga direstui Tuhan, Amin). Kapanpun, kalau ada kesempatan bakal kucoba. 

Ah. absurd juga hidupku di 2020 ini. Selain absurd penuh keajaiban dari-Nya (terima kasih banyak Tuhan Yesus). Gak kebayang gimana seseorang yang kerjaannya gak stabil kayak awak bisa bertahan hidup di kota yang buas ini. 

Kadang kuingin menamai diri sendiri sebagai 'The Nekad Jobseeker' karena beberapa hal. Kalau kisah itu dibikin novel komedi kira-kira bisa gak ya..,

Selamat natal, sudara-sudara sebangsa dan setanah air.. 
May God's Bless with you. 
Luph u,
MPH

(Loc : Mcd's Corner - Jkt Timur)
(Suhu tubuh : 36.2 derajat celsius)




Sabtu, 05 Desember 2020

When You Too In Love To Let It Go

 05 Desember 2020.

Sudah mendekati penghujung tahun dan hari ini usiaku 25 tahun 07 bulan 0 hari. 

Bagi sebagian orang, 2020 adalah tahun yang panjang. Sebagian lagi mungkin beranggapan tahun ini penuh berkah (masa iya?) karena tidak semua yang gelap membawa keburukan. Duh hancur banget kalimatku. Maksudku tuh, di balik sesuatu yang gelap pasti ada sesuatu yang menyenangkan. Karena setiap hal buruk yang terjadi, pasti berbarengan dengan hal baik juga (berlaku sebaliknya). Misalnya saat memandang langit gelap di malam hari, kalian pasti bisa melihat bintang dengan jelas. Itu karena langitnya gelap, makanya bintang kelihatan bersinar terang. Coba bayangkan kalau langitnya terang. Jelas bintangnya gak akan keliatan. 

Pemikiran tentang bintang itu sebenarnya kukutip dari salah satu leader keren dari grup yang saat ini sedang-sedang-sedang sangat-sangat-sangat bagus prestasinya. Mereka masuk nominasi Grammy Award, penghargaan musik bergengsi yang paling tinggi sejagad raya. Yup, BTS. Langit gelap dan bintang itu dari si leader, RM. 

Aku percaya dalam hidupnya seseorang pasti akan mengalami turning point atau titik balik. Titik balik sejenis dari positif ke negatif atau sebaliknya. Dari yang sebelumnya melarat jadi mulai sukses. Atau dari yang sebelumnya sukses lama-lama jadi dikucilkan masyarakat. Untuk usia mengalami turning point ini jelas beda-beda tiap orang. Kurasa turning point-ku sendiri sedang dimulai saat ini. Khusus buatku, turning point-nya mungkin gak soal karir atau keuangan. Tapi tentang menjadi fan girl. 

Per 30 November 2020, AKU RESMI MENGUNDURKAN DIRI JADI FANS MEREKA. 

Aku berhenti jadi ARMY. 

Bukan! Bukan karena mereka terkena skandal atau hal negatif. Kalau fans sejati jelas tidak akan mempermasalahkan hal begitu. Aku bersyukur sekali selama 4 tahun ini sudah mengikuti jejak mereka di media sosial. Hal ternekat yang pernah kulakukan selama jadi fans? Hahaha, kalian pasti akan terkejut. H-1 ujian compre skripsi, aku nekat ke luar kota demi nonton film dokumenter mereka. 

Tapi alasan pensiun jadi ARMY adalah karena kurasa ini saatnya fokus pada masa depan. Kau tau, aku tipe orang yang tidak bisa multitasking. Saat fokus pada satu hal, aku tidak bisa merencanakan hal lain. Saat fokus fan girling, mengagumi mereka di dunia maya, aku gak akan pernah bisa melakukan sesuatu untuk masa depanku. Memang harus ada yang dikorbankan. Karena aku masih sangat muda, aku tidak bisa mengorbankan masa depanku...

Meski tidak pernah mendaftar secara resmi untuk menjadi ARMY, aku malah membuat pengumuman di media sosial kalau sudah tidak menjadi ARMY lagi. IG, twitter, FB, WA. Sok orang penting sekali memang aku tuh.Sok ngartis juga. Tapi beberapa teman nanyain dengan heran. Mereka adalah orang-orang yang paham betapa gilanya aku soal BTS. 

Berikut punya announcement-nya : 

sokngartis.com

Tapi aku tetap berharap yang terbaik untuk karir dan kehidupan setiap member ke depannya. 

Hari pertama setelah melepaskan ke-ARMY-an itu sangatlah berat. Karena ternyata hampir semua aspek kehidupanku sudah kutempeli dengan mereka. Mulai dari nama hotspot dan password-nya, playlist di HP, akun-akun fanbase yang ku follow di ig (setiap buka ig, jadinya postingan tentang BTS yang muncul di timeline ig), akun official channel BTS di youtube, fan fiction yang kubaca di wattpad (tokohnya mereka semua). Bahkan kemarin sportify mengirimkan notifikasi tentang 'lihat apa saja yang kamu dengar di 2020'. Ketebak lagu yang paling sering kudengar tahun 2020 ini.. jatuh kepada BTS! Tau gak total berapa jam mendengar lagunya? 

Song I've listen the most goes to ...

daebak.com 129.6 jam ~ 130 jam !

Memang gak mudah untuk move on dari idola. Apa bedanya coba buat move on dari mantan. Tapi ingat, time is the best healer. Seiring berjalannya waktu, aku pasti terbiasa. Kumulai dengan unfollow semua akun-akun/channel youtube yang berhubungan dengan mereka supaya tidak dapat notifikasi lagi atau postingan di timeline, ganti nama hotspot, wallpaper HP/laptop/WA. Dibanding mendengar lagu mereka untuk menemani keseharian, kuputar lagu The Script atau Oasis. 

Aku belajar TOEFL dan setiap hari ke perpusnas. Ini sedikit membantu karena pulang dari sana aku lelah dan bisa langsung tidur di malam hari. Lelah lah, bawa laptop dalam tas sama buku soal TOEFL yang tebalnya ngalahin pantat badak bercula satu (semoga backpack NAMA ini awet sampai dapat kerjaan baru ya Lord). 

Dan hari ini, aku sudah mendaftar untuk ikut tes TOEFL ITP tanggal 16 di LIA Pramuka. 
Baru ingat, sisa hari sampai tes tinggal 11 hari. Pemahaman belum 80%..

Oh nooooo!

Bye, mau belajar dulu. 

(hujan di Mcd Pemuda Rawamangun - Jakarta Timur - 11.35 WIB)






Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...