Sabtu, 28 Mei 2022

Sombong aja dulu, Malunya belakangan...

Memasuki bulan ke-7 sebagai  CCO (call center officer) di bank swasta terbesar di Indonesia ini..
Ini adalah rekor pekerjaan terlama yg gw punya.
Yeah, yo know, di pekerjaan sebelumnya gw cuma bisa bertahan 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan.
Bahkan ada yang cuma 2 minggu, besoknya gw gak masuk lagi. Kabur ceritanya.

Kerja jadi call center itu pasti gak jauh dari dengar keluhan, makian pelanggan. Jaranglah ada yang nelpon call center cuma buat bilang, "Mbak, bank ini produknya bagus ya, saya sangat terbantu dengan fasilitas e-channel yang ada. Tranfer ke bank lain cepat tanpa biaya pulak. Sini nomor rekening mbak, saya kasih tip."

Gak ada!

Ya iyalah, namanya juga orang nelpon call center itu pasti karena ada masalah. Entah ATM nya hilang, kartu kreditnya hilang, kartu kredit ditolak (limitnya abis, ckckckc) atau karena istri curiga suaminya punya rekening lain tanpa sepengatuhan istri. Kasus yang terakhir gw belum pernah dapat sih. Secara skill awal gw emang kartu kredit. Empat bulan setelah online, barulah gw dimulti-kan ke perbankan. 
Setelah dimultikan, gw gak bisa lagi transfer salah layanan kalau ada case perbankan yang masuk. 

Teman gw ada yang ngechat dari WA, apa suka duka kerja jadi call center.

Gw balas : Duka semua! Gak ada sukanya. 

Apa coba yang elu harapkan dari pekerjaan sebagai call center. Dapat nasabah yang hard complen, jam shifting gila-gilaan, gak office hour, jam biologis berantakan (tidur, makan, pipis, pup), gak punya teman hang out kalau lagi off. Ya mau gimana, disaat kita off, teman kita masuk. Giliran teman kita off, kita yang masuk, lembur malah. 

Ada beberapa jam shifting :

Jam 06.00-15.00 
Jam 07.00-16.00
Jam 08.00-17.00
Jam 09.00-18.00
Jam 10.00-19.00
Jam 11.00-20.00
Jam 13.00-22.00
Jam 17.00-21.00
Jam 21.00-06.00

Lu bayangin usus, kandung kemih, pupil, tenggorokan gw harus menyesuaikan diri setiap hari dengan jadwal yang amat sangat tidak teratur setiap hari ini. Bisa aja hari ini gw shift jam 6 pagi, istirahatnya (jam makan siang) jam 10 pagi. Besoknya gw shitf 13.00, makan siangnya jam 4 sore.

Bukan cuma gw yang stres dapat makian dan komplen dari nasabah, organ-organ tubuh gw juga stres dengan jadwal yang berubah-ubah seenak jidat.. jidat siapa ya? Jidat yang bikin jadwal lah!!!!

Kalau gw bilang, jatuh cinta pun gak sempat di sini mah. Gw kalau lagi off, langsung aja tidur seharian. Gak ada tuh ke mall atau ke coffee shop. Tidur aja udah yg paling bener. Gak ngabisin duit, dan bisa memulihkan energi. 

Bukannya tidak bersyukur ya bestie. Tapi kan gw masih manusia. Yang mana manusia ini makhluk yg tidak pernah puas. Gw iri bgt sama orang yang jam kerjanya office hour. 8-5 Senin-Jumat. Udah gitu gajinya gede. 

Gak cuma gw, 99% orang di kantor kayaknya pengen resign deh. Bahkan cowok ada namanya si Rois di tim gw bacot tiap hari. Dia kebetulan ikut tes BUMN tapi kan tahapnya masih panjang. Tapi dia dengan pedenya ngomong, "Eh nanti titip ID card ya sama TL, tunggu aja kalau gw udah diterima di BUMN!"

Gw langsung dapat prinsip hidup dari sana, "SOMBONG AJA DULU, MALUNYA BELAKANGAN ".
.
.
.

AKHHHH...

Bisa gak sih kembarannya Min Suga jjang jjang man bbong bbong ngajak gw nikah aja???
Kayaknya gw udah lelah nyari duit. Udah lelah bertopang sendirian. Udah lelah tanpa ganjalan (pintu kali ah, diganjal 😆).

Gw janji, nanti kalau udah nikah gw bakal belajar masak, nyetrika, beberes rumah sama belajar melayani masyarakat.
Eh,,




Regards,


Magdalena yg udah (makin) crazy   

Minggu, 08 Mei 2022

27 yo

 Setelah libur panjang lebaran usai, barulah gw dapat off tiga hari berturut-turut (6, 7, 8).  I call it triple kill. Untungnya triple kill ini setelah tanggal 5 Mei yang mana di hari itu hari ultah gw. Karena aturan kantor kalau lagi ultah bisa pulang 2 jam lebih awal, tanggal 5 itu gw pun bisa meninggalkan kantor jam 4 sore padahal seharusnya jam 6 sore. 

Sebenarnya, gw udah membuat to do list (yang sepertinya kebanyakan dan gak cukup dilakukan hanya dalam 3 hari), antara lain :


- Main air di curug sekitaran Bogor
- Ke dufan, nyobain semua wahana

- Staycation di apartemen yg ada kolam renang di rooftop-nya

- Ke Hobbiton di Lembang, Bandung

- Pulang kampung ke Samosir


Tapi.. namanya juga rencana. Tuhan yg menentukan. 

Gw hanya bisa main ke kosan Sinta di Jakarta. 

Sinta ini dia satu tingkat di bawah gw waktu kuliah. Sekarang kerja jadi admin di perusahaan tambang. Bisa dibilang dia jauh lebih beruntung dari gw meski kita lulusnya sama-sama lama. Seenggaknya dia kerja di perusahaan tambang. Lha gw? 

Di kosan Sinta ternyata udah ada Butet juga. Btw Butet ini ultahnya 1 hari lebih awal dari gw. Dia tanggal 4, gw tanggal 5. Jadi kelahiran kami itu beda 1 tahun 1 hari. 

Pas gw nyampe sana udah jam 7 malam. Biasalah langsung ngobrol-ngobrol dulu panjang lebar. Apalagi karena udah lama gak jumpa. Sekitar jam 8 lewat 30 kami makan malam dengan masakan ayam rica-rica Sinta. Di sana Sinta ini tinggal sama kakaknya juga yang 6 bulan lebih tua dari gw. 

Setelah makan, sekitar jam 9 kurang, mengalun lagu selamat ulang tahun. Muncul-lah si Sinta yang dasteran dengan tangannya membawa kue ultah yang diberi lilin merah angka '27'. 

Gw pun kaget dan terharu. Selama 2x ultah di Jakarta, selalu gw lewati dengan meringkuk di kosan karena yeah yo know. 

Sinta sama Butet nyanyi dengan suara sumbang mereka, sementara kakaknya Sinta ngerekam video momen termehek-mehek malam itu. 

----------------------------------------

Besoknya Sinta ngajakin nyobain sushi di CP. Gw yang gak pernah lidahnya tersentuh makanan-makanan dari negara lain jelas menolak. Udah mehong, gak sesuai sama lidah kan gw rugi ya. Makanya gw berkilah dan ngajak mereka hunting restoran atau cafe apapun itu yang ngadain treat birthday.Buat yg belum tau treat b'day ini biasanya dikasih sama restoran sama yg ultah bisa seminggu sebelum atau seminggu sesudah. Meskipun kecil, tapi lumayanlah, kan gratisssss..




Dan setelah bertualang di mesin pencari panjang lebar, salah satu restoran yg ada treat b'day-nya adalah Sushi Tei. Kami bertiga pun pateng-tengan berangkat ke CP. Saat otw, jam sudah pukul 1 siang. Gak heran kalau di sana kami disambut dengan antrian sekitar 7 nomor. 

Untungnya gak sampe nunggu pingsan, akhirnya kami dapat meja sekitar 30 menit kemudian. Gw masuk dengan kikuk waktu disambut dengan salam 'irrashaimase - selamat datang ' sama pelayannya. Dari kami bertiga, hanya Sinta yang udah pengalaman makan sushi. Kalau enggak, eum.. Entah siapa yg ngajarin gw sama Butet. Bahkan menunya aja gak ada yang familiar. 


Triple troubles


B'day Girls


Treat B'day😄


Setelah dapat treat b'day dari Sushi Tei, harusnya kami lanjut lagi hunting treat b'day ke Nanny's Pavillon. Tapi berhubung gw ngasih pilihan ke tuh bocil berdua mau karoke-an atau ke Nanny's, mereka bilang mau karaoke-an aja. Ckckck, masih belum sadar sama kemampuan tarik vokal yang terbatas 😶.

Tapi sepertinya kami belum beruntung. Tarif karokean di dekat kosan Sinta beuhh...selangit untuk satu jam paket bertiga. Katanya itu memang harga utk weekend. Lha itu kan masih hari Jumat, gw bilang. Tapi mbak-nya bilang di karoke itu beda, Jumat-Minggu itu dihitung weekend. 

Akhirnya kami pun skip karoke dan berkahir dengan perut kelaparan naik busway yang kebetulan menurunkan penumpang di bus stop. Kami langsung naik tanpa tau kemana tujuan buswaty itu, lalu tutun di sembarang tempat yang ada street food-nya. 

-----------------------------------

Karena kosan Sinta dekat sama kebun binatang Ragunan, Sabtunya kami melipir ke sana. Itu pun setelah war tiket di website sekitar jam 7 pagi di hari Jumat. Sistem nya emang gitu, harus pesan H-1 untuk tiketnya. 

Dan trenyata, ragunan itu luasssssss bgt. Motor aja capek juga kayaknya kalo keliling-keliling di sana. Dan utk menghemat pengeluaran, kami bawa bekal dari kosan. Ya meskipun cuma telor dadar sama timun mentah ditambah ayam rica-rica Sinta. Meski pun sederhana, tapi vibes pikniknya kerasa. Of course karena di sana bejibun umat manusia yg lagi berkunjung juga. Gak cuma pedagang makanan, di sana ada juga yg jualan alas buat duduk. Untungnya kami udah bawa dari kosan Sinta. 



 



 






  








Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...