Penat dengan teriakan dan makian nasabah, aku memutuskan cuti. Sebenarnya double off dua hari dan cutinya cuma sehari. Entah buat apa aku hemat-hemat cuti. Padahal gak ada rencana pulkam juga tahun ini.
Cuti ini aku manfaatkan untuk ke Bandung, liat kondisi kosan adekku dan kampusnya di sana. Dia udah sebulan di sana, berangkat sendirian dan nyari kosan sendirian karena aku kerja. Cukup tangguh sih adekku. Dalam perjananan ke Bandung, aku gak sendirian. Ada satu mahkluk hidup lain, cowok yang ketemu waktu di gunung sindoro bulan Juli lalu. Singkatnya dia pedekate. Effort gak tuh, dari BSD nyusul ke Bandung.
Kita pesan penginapan beda room kok. Yakali belum ada status apa-apa langsung satu ranjang. Adekku tetap tidur di kosan dia. Kosan dia ternyata kecil banget dan udah gitu mereka tempati berdua sama kawannya yang dari Riau.
Hari pertama di Bandung, sesuai permintaan adekku kami berempat pun ke Park and Zoo di Lembang. Itu bocah berdua katanya belum pernah ke kebun binatang. Dari penginapan kami naik grab dong. Ternyata pulangnya susah dapat grab. Tadinya mau nyewa motor selama di Bandung, tapi susah dapatnya - full. Untuk tiket masuk ke kebun binatangnya, aku udah beli dari apps. Aneh juga, tiap hari di kerjaan kita para CCO dengar anggota kebun binatang keluar dari mulut nasabah kartu kredit. Eh sekarang malah aku yang masuk ke komplek kebun binatang.
Dan kampretnya, aku harusnya gak beli tiket dari apps. Beli tiket dari apps dapat tiket yang gak bisa kepake, kayak tiket naik kuda poni (khusus untuk anak berat badan <50 kg), tiket naik kereta kuda di wahana permainan. Buat apa coba aku bayar sesuatu yang gak bisa kupake??? Bayangain harga tiket di apps itu 144.000 untuk weekend. Padahal kalau cuma mesan tiket masuk aja cuma 50.000 😑
Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk makan siang dulu. Karena ini daerah wisata, harga makanannya agak mahal. Si cowok gebetan dengan sigap bayarin. Pulang ke penginapan juga naik grab lagi, tapi dapatnya setelah 30 menit terdampar di pinggir jalan. Malamnya benar-benar mendekam di kamar. Capek juga soalnya seharian di kebun binatang. Kami keluar bentar cuma buat nyari makan malam, terus balik lagi, tidur.
Hari kedua di Bandung.
Kami berempat ibadah pagi di gereja katolik st laurentius. Di map jaraknya cuma 15 menit kalau jalan kaki. Makanya aku ngide supaya kami jalan kaki aja dari penginapan. Eh ternyata ngos-ngosan, bos!
Selesai ibadah, makan ayam geprek depan kampus adekku. Sorenya si cowok gebetan katanya berhasil dapat motor rental.
Kenapa gak dari kemarin dah.
Kami berdua pergi naik grab ke lokasi rental motornya. Mana motornya warna kuning kayak Bumblebee. Setelah motornya dapat, lanjut nyari oleh-oleh sekitaran Cihampelas Walk. Aku beli bolu susu lembang yang original dan pandan, sama mochi rasa mangga. Terus malah ikutan beli baju juga waktu si cowok gebetan belanja batik buat oleh-oleh keluarganya di Pekanbaru katanya. Aku khilaf beli sweeter rajut sama atasan batik. RIP my wallet 😌
Sorenya aku dibawa tur ke kampus NHI sama adekku dan dua temannya, marga siregar (teman sekamarnya) dan marga sinaga (asal dari Parapat). Kampusnya bagus, mungkin karena ini salah satu kampus negeri pariwisata di bawah naungan Kemenparekraf yang dijabat Sandiaga Uno. Diam-diam aku video mereka bertiga dari belakang, biar kayak tiga sekawan. Wkwkwkwkw.
Tiba-tiba si cowok gebetan nge-wa. Dia kayak ngambek gitu gara-gara kutinggalin. Plis deh. Sindrom anak bungsunya kumat lagi. Aku padahal bentar doang. Jarak kampus ini ke penginapan juga dekat kok.
Karena udah gelap, kami pun keluar dari kampus. Siregar sama Sinaga balik ke kosan mereka, sementara aku sama adekku naik motor ke penginapan. Dan ternyata si cowok kampret itu gak di kamar. Dia pergi entah kemana dan gak balik sampai jam 10. Mana sepi banget lagi nih di lantai 2. Pintu kamarku kututup, aku bahkan gak berani buat mandi. Kenapa kamar mandinya di luar ya Lord. Inilah kamar yang bisa dibayar sama dompetmu, jawab Tuhan diam2.
Jam 10 malam lewat akhirnya dia pulang. Kamar kami memang persis samping-sampingan. Aku akhirnya berani ke kamar mandi tapi cuci muka dan gosok gigi doang. Air di Bandung kalau udah malam brrrrr...!
Besok udah saatnya kembali ke real life. Vacation is over. Dia nelpon aku dan kami ngobrol 3 jam lebih. Padahal kamar samping-sampingan, tapi ngobrol tetap dari telpon. Dan disitulah acara 'buka-bukaan' dimulai. Eits, bukan yang itu ya!
Aku : Jujur deh, kau suka ya sama aku?
Dia : Menurutmu aku sampai ikut ke sini sekarang dari BSD sana gara-gara apa?
Aku : Ya bisa aja karena gabut. Atau emang pengen ke Bandung atau pengen habisin duit mungkin?
Dia : Gaklah. Ini aku lagi effort extra. Katamu bakalan suka aku balik kalau aku effort, kan?
Bangs*t
Dia : Terus gimana, udah suka belum sama aku?
Aku : Gak tau.
Dia : Lah, masa jawabannya gitu. Jawabannya antara 'udah' atau 'belum'.
Aku : Kan yang ngasih jawaban aku, terserah aku dong mau jawab apa.
Dia : Gak boleh gitu. Aku kasih waktu nih 5 menit.
Aku : Sebenarnya aku punya tipe. Gak perokok, pintar masak.
Dia : Wah, berarti jelas2 aku udah tereliminasi nih ? (Dia perokok. Perokok berat kayaknya)
Aku : Orang bisa berubah kok jadi gak merokok.
20 menit kemudian..
Dia : Udah abis waktunya dari tadi. Jangan mengalihkan pembicaraan teros. Ayo, suka atau enggak?
Aku : Dikit.
Hening untuk waktu yang lama. Lebay. Bentar doang heningnya. Karena merasa aku harus menjelaskan kenapa 'dikitt', aku pun buka suara lagi.
Aku : Sebenarnya namamu sama dengan orang di masa lalu yang pernah nyakitin aku. Sekarang dia udah nikah dan udah mau punya anak. Terus, beberapa dari kepribadianmu, hobimu nonton anime, itu sama dengan seseorang yang kusukai jauh di sana. Tapi dia gak pernah tau itu.
Anjirrr, setelah ngomong gitu, aku baru sadar kalau aku udah jahat banget.
Aku : Hey, kita besok masih pulang bareng, kan ke BSD ?
Dia : Enggak, kamu pulang duluan aja malam ini.
Besoknya kita masih pulang bareng naik Daytrans ke BSD. Duduknya samping-sampingan. Aku dengan sadar bersandar ke pundaknya. Pura-pura tidur sih. Wkwkwkwk. Eh, dia malah balas senderin kepalanya ke kepalaku.
Entahlah apa yang akan terjadi setelah ini.