"When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it" - Coelho
Kamis, 03 Agustus 2023
ANTARA BANDUNG, KAU DAN AKU
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Rabu, 05 Juli 2023
Gn Sindoro, 3153 mdpl
Saat hidup sudah
melelahkan, mungkin itu saatnya untuk menyingkir dari rutinitas. Jadilah aku
mengajukan triple off plus satu cuti satu hari. Cuti ini tadinya buat ikutan
kegiatan pemuda gereja katolik, kemping rohani gitu, eh karena pendaftarannya
ternyata udah tutup jadilah aku alihkan menjadi naik gunung.
Seminggu sebelum
hari H hanya ada satu kali jogging pagi. Waktunya pun cuma 30 menit. Padahal
gunung yang akan dituju : Gunung Sindoro yang punya ketinggian 3153 MDPL.
Sebagai anak mapala, sebenarnya aku segan ikut open trip naik gunung. Tapi
daripada sendirian ya kan, bawa logistik, tenda dll sendiri. Mending open trip
aja. Kemarin aku ikut @tigadewaadventure biayanya 689 ribu. Itu udah termasuk
biaya transport dari Jakarta-Kledung, makanan, tenda. Kita tinggal bawa sempak
aja.
Awalnya gak
yakin mau ikut karena sendirian, sama sekali gak ada kawan yang benar-benar
udah dikenal. Bahkan H-1 aku udah mau batal karena bingung aja kok gak ada grup
WA gitu. Infonya mau liat dimana coba? Titik kumpul dimana, jam berapa. Belum
lagi matras yoga kegedean. Belum lagi tenggorokan mulai gatal kayak mau batuk.
Untungnya semua
teratasi. Matras jadinya minjam punya Eki (begitu juga dengan carrier). Aku
beli sepatu trekking (hampir 1 jeti), jaket waterproof 2 (satu tipis, satu tebal),
celana pendek dan satu kaos dari Eig*r. Totalnya … pokoknya limit kartu kredit
kandas-lah! Untung ada cicilan 0%.
Terakhir kali naik gunung itu tahun 2016. Itu pun tingginya hanya 1901 MDPL. Gak kebayang gimana naik tingginya gunung sindoro yang 3153 MDPL.
Titik kumpul yang ditentukan di CFC RS Cawang UKI. Dari BSD, aku naik KRL ke tanah abang, lanjut ke manggarai, lalu lanjut ke arah bogor dan turun di stasiun cawang. Sesampainya di titik kumpul, aku melunasi pembayaran lalu mencoba sok akrab dengan peserta cewek lainnya. Ada 4 cewek yang kayaknya lebih muda usianya dari aku. Dinda yang berbadan sangat kurus, Salma dari Bogor, Mei dari sekitaran cawang dan yang paling jauh si Anggun dari Lampung!
Kami meninggalkan Jakarta pada pukul 9 malam. Naik elf (nulisnya gini gak sih) dan untungnya aku udah minum antimo. Kami sampai di Kledung jam 6 subuh dengan disambut udara dingin khas pegunungan. Ah segar nian. Rasanya aku terlahir kembali.
Jumlah pendaki
Sindoro di tim kami ada 10 orang. Tapi ternyata kami digabung sama pendaki
sindoro dari open trip lain sehingga totalnya ada 21 orang kalo gak salah.
Setelah beres sarapan dan cuci muka (ada yang mandi gila sih, brrr dingin),
kami meninggalkan basecamp jam 10 pagi. Dan tebak apa? Ada ojek gunung di sini.
Sebagai anak
mapala, lagi-lagi aku malu. Selama di kampus kami selalu dididik dengan keras
supaya bisa survive di alam. Entah gimana reaksi seniorku di mapala kalau tau
aku naik gunung ikut open trip terus ke pos ketiga diboncengin naik motor?
Rasanya bukan lagi naik gunung, tapi ikut balapan motor trail. Mana gara-gara tanjakan, posisi penumpang itu ya.. hampir jatoh kalau gak pegangan erat (baca : pelukan) sama driver ojek yang sudah berpengalaman di bidangnya ini.
Akhirnya jam 3
sore kami udah sampai di pos tiga. Tenda sudah berdiri, makanan sudah tersedia.
Oh iya, kami makan siangnya berupa telor dadar plus indomi goreng yang udah
dibekalin dari basecamp. Itulah yang kami makan begitu sampai di pos 3.
Saat semakin
sore, udara udah makin menusuk kulit. Kalau gak langsung pakai jaket tebal bisa
kelar deh hidup. Sore itu kami habiskan dengan main UNO, lalu foto-foto
pemandangan gunung sumbing yang mulai ditutupi kabut. Jam 7 malam kami makan malam lagi berupa
daging kambing plus kerupuk. Jam 8 malam udah masuk tenda semua, bersiap untuk
tidur.
Jam 9 an kurang,
terjadi gempa. Begitu terasa karena badan di atas tanah hanya terpisah matras.
Kami tetap di dalam tenda. Gempanya cuma sebentar setelah itu lanjut tidur
lagi.
Tapi aku sama sekali gak bisa tidur. Cewek di sampingku ngorok! Demi apa dengkurannya persis banget di kupingku. Aku sampai pasang music pakai headshet biar gak dengar dengkurannya. Aku baru tidur sebentar dan udah diteriaki bangun sama panitia open trip.
Kuliat jam HP :
jam 01.30 !
Arrgghhhh kurang
tidur plus menggigil. Udara di pengunungan dinginnya gak maen-maen. Masing-masing
peserta diberikan segelas teh anget dan roti bakar pengganjal perut sebelum
‘bertarung’. Dan setelah memasang peralatan lengkap (baca : senter, jaket,
sarung tangan, kaos kaki, sepatu trekking, kupluk dan masker) kami berangkat
jam 2 subuh. Summit attack GO!!!
Tips dalam perjalanan menuju puncak adalah kalau capek silahkan berhenti sejenak. Tapi jangan lama-lama. Kalau kelamaan anda akan kedinginan. Badan harus tetap bergerak supaya hangat.
Oh ya, pendakian ini gak hanya kami aja. Banyaakkk sekali pendaki dari berbagai daerah. Ada yang sendiri, berdua, berkelompok, ikut open trip atau yang mandiri. Jadi, mendakinya tuh rame. Kita bisa berpapasan dengan pendaki lain. Kesenggol dikit bisa tergelincir sampai ke pos 1.
Memang benar ya kata orang bijak. Sifat asli seseorang akan terlihat ketika dia dalam keadaan terjepit. Yang tadinya setia nungguin temannya, karena temannya kelamaan malah ditinggalin. Pengen cepat-cepat nyampe puncak. Dalam posisi kedinginan, harus mendaki di kondisi gelap, jalanan berbatu-batu besar bahkan kadang ada jurang atau cabang pohon menghalangi. Mungkin memang tidak semua orang bisa setia.
Warna jingga
sudah mulai terlihat dari barat sewaktu mulai tercium aroma belerang. Leader rombongan langsung meminta
seluruh peserta untuk memakai masker.
Akhirnya setelah mengeluarkan pittan nunmul, puncak sindoro mulai terlihat. Entah kenapa rasanya udah dekat, tapi gak nyampe-nyampe juga. Aku bahkan sampai berlari menuju puncak dengan kondisi jalanan menanjak dan berbatu-batu besar. Bukannya segera sampai di puncak, yang ada aku sesak nafas.
Semakin berambisi terhadap sesuatu kayaknya sesuatu itu bakalan susah diraih deh!
Aku berhenti melangkah. Kulihat ke bawah, dimana banyak sekali pendaki yang masih berjuang dari bawah sana menuju puncak. Rombonganku juga udah mencar sana-sini. Kami sudah mendaki meraih puncak selama 5 jam. Kutarik nafas sejenak, hembuskan. Ingat, puncak gak akan kemana. Dia berdiam disitu. Kita hanya perlu bersabar mendaki. Kulangkahkan lagi kaki meski berat karena sudah sempat berhenti.
AKHIRNYA... PUNCAK SINDORO 3153 MDPL!!!
Dan ini memang perdana aku ikut open trip naik gunung. Rasanya jelas sangat berbeda dengan kita naik gunung sendiri. Karena saat naik gunung sendiri, kita nyalain kompor sendiri, masak makanan sendiri, bikikn teh anget sendiri, bikin tenda sendiri. Intinya naik gunungnya tuh lebih kerasa kalau gak ikut open trip sih. Belum lagi masalah jadwal. Kalau ikut open trip harus ikutin jadwal panitia. Gak bisa bebas.
Ah.
Kapan-kapan mau nyobain naik gunung sendiri lah. Tanpa open trip, tapi tetap ada temanlah. Masa iya aku sendirian.
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Minggu, 04 Juni 2023
3 hari 2 malam (yang sia-sia) di Bandung
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Senin, 29 Mei 2023
Agust D Konser 3 hari di ICE, 3 hari gak dapat tiket (murah) dari calo
Gak tau harus cerita darimana.
Ini masih bulan kelahiranku tapi kenapa rasanya sama sekali gak ada kebahagiaan ya. Apalagi karena gak dapat tiket konser Agust D. Belum lagu kemarin kena tipu sama orang yang nawarin tiket eh ternyata dia nawarin tiket orang. Karena kejadian itu untuk pertama kalinya aku ke kantor polisi.
Polisinya bilang bakalan nelpon aku 4 hari kemudian untuk apa gitu namanya setelah aku bikin laporan di hari itu. Tapi ini udah hampir sebulan dan gak ada kabar apa-apa. Apa mereka menjanjikan hal yang sama kepada setiap orang yang bikin laporan ke kantor polisi?
Setelah kasus penipuan itu (aku kena tipu 800 ribu), aku bukannya jera. Malah nyari lagi orang yang pengen jual tiketnya. Dapat satu, tapi aku gak mau ngasih uang dp lagi. Aku bilang bakalan cod di venue. Dia terima duit, aku terima tiket fisik. Dia janjiin tiket cat 2 seharga 2.8. Itu murah sih, cuma nambah 200k dari harga aslinya.
Sampai tiba di tanggal 25 sesuai perjanjian kami ketemuan di ICE saat hari penukaran tiket. Dia bilang kalau dia juga kena tipu. Anju. Padahal aku udah senang banget akhirnya bisa menyaksikan langsung kegantengan Suga BTS. Ternyata gagal total!
Kemarin konser Agust D di Jakarta sudah berakhir. Konsernya selama 3 hari dan selama 3 hari itu setiap hari aku ke ICE, padahal gak punya tiket. Tadinya pengen beli dari calo. Emang ada sih tapi mahal banget harga dari calonya. Harganya empat kali lipat dari harga asli. Memang gak cuma aku, banyaaaaaaaaakkkkkkkkk banget army yang gak kebagian tiket. Mereka pun bikin konser di luar venue dengan standee Suga ditengah-tengah. Standee-nya disengaja bisa dilipat, jadi si Suga-nya bisa nge-bow (membungkuk 90 derajat) gitu.
![]() |
| Orang-orang yg gak punya tiket cuma bisa foto di sini😖 |
![]() |
| ARMY Bomb pinjeman😁 |
![]() |
| Standee-nya aja tamvan banget, apalagi live di dalem venue ya 😏 |
![]() |
| ARMYs yang gak dapet tiket kompak nyanyi bareng |
![]() |
| Ini tulisan aku di kertas yang kutemuin jatuh sekitar situ wkwkwkw😂 |
![]() |
| Percaya deh, dua temenku ini gak tau apa2 soal K-pop apalagi soal Suga. Tapi foto mereka berdua lebih banyak daripada aku😑 |
![]() |
| Jersey ini cuma 100k dari Shop** |
![]() |
| Kaos kakinya juga murah |
![]() |
| Ada yang baik banget bagi-bagiin buavita thank u😘 |
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Kamis, 27 April 2023
ALASAN CCO GAK JUALAN / NAWARIN ASURANSI
Hari ini untuk kesekian kalinya aku dimaki-maki nasabah. Iya, udah biasa. Tapi biasanya yang suka kasar dan maki-maki itu nasabah kartu kredit. Entah setan apa yang muncul, hari ini aku kena maki sama nasabah perbankan.
Masalahnya adalah dia ditawari asuransi A*A sama telemarketing dan katanya bakalan didebet dari rekeningnya. Aku gak tau apakah si nasabah geblek ini mengiyakan penawaran telemarketing asuransi itu atau enggak. Tapi tadi pas nelpon dia panik takut terdebet dari saldo rekeningnya. Tapi setelah cek data pun memang belum ada terdebet. Sebut aja nama nasabahnya Giman.
Aku : Pak Giman, setelah dicek untuk pendebetan asuransi yang bapak maksud sdsi belum ada. Apabila memang ingin dibatalkan asuransinya A*A nya silahkan menghubungi call center A*A-nya langsung.
Giman : HAH? MAKSUDNYA GIMANA? KAMU BEGO YA?? SAYA DITAWARI MARKETING ITU DIA NGAKUNYA DARI B*A, YA SAYA SEBAGAI NASABAH B*A TENTU NELPON CALL CENTER B*A DONG!
(Aku : Tarik nafas yang panjang, hembuskan perlahan)
Aku : Pak, ini dua perusahaan yang berbeda. Asuransi A*A memang ada kerja sama dengan B*A, namun karena disini B*A hanya sebagai media pembayaran, dari kami belum bisa melakukan pembatalan. Pak Giman bisa hubungi call center A*A-nya ya.
Giman : MANA ATASAN KAMU. SAYA MAU DISAMBUNGKAN DENGAN ATASAN KAMU! SAYA GAK MAU DILAYANI ORANG BEGO KAYAK KAMU!
Inilah sebabnya kenapa aku gak mau jualan asuransi. Banyak CCO yang menerima panggilan masuk, setelah ada solusi untuk kendala nasabah, mereka bakalan nawarin asuransi. Namanya nasabah, dia iya-iya aja. Pas udah terdebet (atau bahkan belum terdebet), nelpon marah-marah.
Aku : Pak Giman, mohon maaf, saya bukannya bego. Tapi ini kendala bapak memang hanya bisa dibantu dari A*A-nya.
Giman : KALAU SAYA NELPON KE A*A NANTI KENA PULSA DONG. INI SAYA BARUSAN DOWNLOAD APLIKASI HALOB*A SUPAYA GRATIS! POKOKNYA SAMBUNGIN SAYA KE ---
Sebelum dia selesai ngomong, aku langsung tekan tombol HOLD. Rasakan kau bajin*an.
Gara-gara pelit pulsa ternyata lu, bangke! Malah gue yang gak salah apa-apa lu bego-begoin. Lagian itu siapa sih yang nawarin asuransi gak ngotak banget, nawarin produk pake nama B*A. Biar nasabahnya langsung kenal gitu ya, karena kan bank B*A emang udah gede dan terkenal. Tapi gak sampai bikin call center macam gue kewalahan gini dong ngadepin satu nasabah geb*ek.
Akhirnya gue assist. Tekan tombol assist, dan diangkat. TL yang jawab assist gue juga mengatakan hal yang sama. Si nasabah kampret itu harus nelpon call center asuransi A*A-nya.
Aku : Tadi aku udah 10 menitan Kak ngomong gitu ke nasabahnya. Tapi gak paham-paham dan minta disambungin ke atasan.
Assist : Yaudah, sambungin aja. Nama nasabahnya siapa?
Aku : Giman, Kak. Extension kakak berapa?
Assist : 67001238897
Begitulah, akhirnya si Giman itu kusambungkan aja ke TL.
Rasakan kau Giman, kau akan mendapatkan jawaban yang sama.
HA HA HA HA HA (ketawa setan)
#BaladaCCO
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Kamis, 06 April 2023
Aux 7
Gini amat nasib kerja di perusahaan besar tapi jalur outsourcing (os).
Mau absen sakit >> potong gaji
Mau absen alfa >> potong gaji
Bahkan kalau ada yang sakit pas online, sebelum meninggal kayaknya tetap dipaksa online.
Kayak yang terjadi hari ini.
Sebelum berangkat dari kosan, memang udah pusing, badan pegal-pegal, meriang. Tapi karena potongan gaji kalau absen gede, aku pun paksa-paksain tetap masuk. Berharap bakalan membaik karena udah minum entrestop (itu satu-satunya obat yang ada di laci kos).
Ternyata tak seperti yang diharapkan.
Apalagi karena switch skill, pikiran bekerja dua kali lebih extra demi meng-handle nasabah-nasabah berandal itu. Semua calls yang masuk tentang perbankan.
Bitch!
Kepalaku makin pusing. Akhirnya pas jam makan siang (yang hanya setengah jam di bulan puasa ini), aku nge-WA TL buat izin aux 7 dan istirahat di UKS.
"Lu mau balik atau aux 7 ? Kalau mau balik sih tetap potong gaji dan harus ada surat sakit dokter. Udah gitu, nanti SPV pasti minta lu buat PCR."
Anjir. Gue di-suspect dong kena covid!
The fuck.
"Tapi kalau mau aux 7, cuma bisa setengah jam. Dan itu juga dampaknya ke produktivitas lu."
Kenapa pilihannya bangke semua?
"Kayaknya aku aux 7 aja, Bang."
Aku pun nanya-nanya kawan yang pernah menggunakan aux 7 selama jadi budak call center di kantor ini. Lima dari 10 orang mengatakan pernah dan itu pun 60 menit. Berbekal itu, aku pun ke UKS. Setelah minum bodrex dan mengoleskan balsem ke leher dan perut aku baringan di kasur (yang entah udah nempel keringat siapa aja di situ).
Baru 40 menit berlalu, HP-ku berdering. Si TL nelpon.
"Lu dimana?"
"Masih di UKS, Bang."
"Lha kan gua bilang juga cuma 30 menit! Kenapa lu belum online?!"
Jeng! Lu mau gua online dengan posisi gak sadar yang berdampak dengan kualitas online gua, yang bisa aja gua salah info, malah dapat temuan sama QA????
Gak ngerti deh. Heran. Kenapa manusia selalu tidak bisa melihat sisi postif dari sebuah pilihan???
"Ya tapi kan, Bang-"
"Lu kenapa sih gak pernah dengerin kata gua, HAH? Apa karena lu ngerasa udah senior? Atau lu mau pindah ke TL lain? Mau dipindah ke mana lu, tinggal sebut aja!"
ANJ*NG!
Orang lagi koma sakit loh ini. Bukannya mendiangan abis baringan di UKS, malah makan hati gua sumpah.
"Lu tau kan aux 7 itu ngaruh banget sama produktivitas? Kalau produktivitas lu gak capai, lu gak dapat insentif emang mau?"
Alah, bilang aja kalau produktivitas gua gak capai, insentif lu sebagai TL juga gak ada kan. Karena gua tau, TL dapat komisi gede dari anak-anaknya. Belum lagi kalau anaknya banyak, 18 misalnya.
Gua pun kembali ke ruangan online dengan muka kusut. Gak dikasi kesempatan buat ngebela diri, si TL udah mutusin telponnya duluan. Huft.
Gini amat nasib kerja ikut orang ya.
Jadi iri sama orang-orang yang mati-matian menghalalkan berbagai hal demi mewujudkan impiannya sebagai jalan hidup. Gak kayak gua yang pengecut ini.
Cita-cita pengen jadi penulis. Hidup dari karya. Tapi nulis sekali sebulan.
Pret.
#baladaCCO
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Rabu, 29 Maret 2023
WAR TIKET KONSER (Perdana) AGUST D
Siapa yang gak tau BTS. Mungkin emak-emak di kampung kami aja yang gak tau. Maklum, internet belum masuk ke sana. Atau mungkin udah masuk tapi jaringannya masih 2G.
BTS memang sedang hiatus. Tapi setiap member-nya tetap punya agenda masing-masing. Suga misalnya. Kabar dia bakalan world tour sampai ke aku pada pertengahan Februari dari kawan di kantor. Saat itu juga mi ayam yang sedang kumakan tersedak saking excited-nya dengan kabar ini. Gimana enggak, SUGA ITU BIAS AKUUU!!! Ya meskipun kadang oleng sama RM, sama V, sama Jimin, Jungkook, Jin, J-Hope. Sejak hari itu aku setia mantengin twitter dan instagram iMe Indonesia yang jadi promotornya.
Pada tanggal 23 Maret, iMe pun merilis harga tiket dan seat plan, lengkap dengan jadwal penjualan tiket. Konsernya selama 3 hari dari tanggal 26-28 Mei 2023. Oh my God! Ini tuh jadi kayak kado ultah buat aku yang akan genap 28 tahun di bulan itu. Anjir, udah tua banget ternyata!
Dibuka juga pendaftaran ARMY membership yang mana keuntungannya bisa war tiket lebih dulu dibanding yang non membership. Waktu pendaftaran membership-nya dibuka selama 4 hari. Dan biayanya juga gak murah sih untuk karyawan gaji UMR macam awak. 350 ribu.
Aku berniat daftar membership, tapi menunda-nunda karena kadang pengen berubah pikiran lah, males download aplikasi weverse-nya lah. Sampai gak sadar pendaftaran ARMY membership-nya ditutup jam 1 siang tanggal 20 Maret. Aku gak tau itu. Dengan selow-nya aku daftar malam jam 9 tanggal 20 Maret. Paginya limit kartu kredit aku dibalikin 350 ribu. Membership-nya gagal terdaftar!
Menyesal.
Tapi tetap optimis bakalan dapat satu tiket saat general sale nanti.
Hingga tibalah hari H. Penjualan tiket untuk membership tanggal 27 Maret yang mana hari itu aku masuk kerja. Aku malah off tanggal 28 Maret yang mana itu adalah tanggal penjualan tiket untuk umum.
Fyi, itu adalah war ticket konser pertama aku sejak 27 tahun 10 bulan 22 hari aku lahir ke bumi. Jadi gak aneh kalau aku sama sekali gak tau apa yang mesti disiapkan. Bermodalkan searching, aku pun nyari-nyari info seputar tips and trick war tiket. Katanya yang paling wajib diperhatikan adalah jaringan internet harus super lancar. Kalau bisa 8000 kilo byte per sekon. Aku pun memutuskan bakalan ke warnet.
Hari H
======
Terbangun jam 3 subuh di tanggal 28 Maret dan gak bisa tidur lagi. Saking excited-nya menuju pembelian tiket Suga BTS aka Agust D aka Min Yoongi jjang jjang man bbong bbong. Akhirnya kita bakalan satu atap dan menghirup udara yang sama antara tanggal 26-28 Mei nanti.
Di hari off ini aku padahal udah janji mau nemenin adekku nyari tempat foto. Tapi berujung dia kubawa ke warnet siapa tau nanti jasanya kubutuhkan. Aku sampai di warnet yang mana kebanyakan anak cowok lagi main game. Ada sih 2, 3 cewek yang ikutan war tiket Agust D juga. Tapi kayaknya masih pada bocil. Aku udah pesan paket 5 jam di warnetnya, karena memang penjualan tiketnya dibagi ke 3 jam berbeda.
Jam 10.00 Buat Day 1
Jam 12.00 Buat Day 2
Jam 14.00 Buat Day 3
![]() |
| <harga tiket melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi> |
Aku sih kalau dapat THR 20 juta gak masalah hadir di semua hari konser itu. Tiket VIP semua ayok. Biar bisa menghirup aroma nafas dan parfum seorang Min Yoongi dari panggung. Ets, rada psiko. Ya intinya karena THR cuma sekali gaji yaudahlah aku cuma bisa berniat beli category 1, ikut pajak, fee dan biaya pemrosesan tiket jadi : Rp. 3.585.000
Alamak Bang Agust, gajiku sebulan loh bang buat kita 'kencan' selama cuma 2 jam mungkin.
Tapi gak apa-apa. Ini juga kalau dapat tiketnya. Karena begitu jam 10.00 teng, website tiket.com langsung error. Entahlah. Internet warnet ini yang gak kencang atau emang web-nya yang down. Di-refresh berpuluh ribu kalipun tetap gak bisa diakses!
![]() |
| respon bikin panik |
![]() |
| Day 1 ludes dengan brutal. Hati pun cenat-cenut |
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Rabu, 22 Maret 2023
Only miss the sun when it starts to snow
Sudah sebulan aku di flat.
Flat. Datar. No shifting = No money !
Di flat dalam dunia call center artinya aku masuk office hour. Masuk normil. Jam 8-5. Buat kami para CCO yang udah biasa kerja dengan sistem shifting pasti office hour itu menyiksa banget. Aneh memang. Saat orang lain terbiasa hidup dengan jam kerja rutin dari Senin ke Jumat jam 8 ke 5, kami para CCO benci kalau dapat jam kerja 8-5.
Sebenarnya aku sedang dihukum. Dihukum karena top temuan. Padahal gak banyak-banyak amat, cuma 3. Tapi untuk ukuran senior yang udah online selama 1 tahun 3 bulan, kata SPV dan TL-ku itu keterlaluan. Keterlaluan apanya coba! Tetap aja aku manusia biasa gak peduli sudah berpuluh tahun jadi CCO. Usia online harusnya menunjukkan kualitas kita. Kalau udah senior, gak boleh temuan.
Begitu katanya.
Temuan disini maksudnya adalah hal-hal yang tidak sesuai prosedur. Atau ada salah info yang disampaikan CCO ke nasabah. Atau karena tidak melakukan pencatatan untuk setiap pertanyaan nasabah. Dan tentunya masih ada segudang ketentuan lainnya yang gak boleh dilanggar seorang Call Center Officer (CCO).
Temuan aku sih receh banget. Gak melakukan pencatatan lah. Menunda mengakhiri calls lah. Temuan bangsat yang entah QA nya mikir gak sih. Itu semua kan gak berpengaruh sama kelangsungan hidup rekening atau kartu kredit nasabah. Kenapa gue sebagai CCO harus divonis bersalah dan dihukum dapat jadwal flat??!! Menurut kabar yang beredar, QA bakalan dapat uang tambahan kalau temuan CCO semakin banyak. Jadi kayak sales. Semakin banyak temuan yang dia dapat, maka bonus dia makin gede. Tapi ayolah. Aku pernah baca dimana gitu. Kita bisa bahagia tanpa membuat orang lain kesusahan.
(Aku aja gak jualan cigna. Ckckck)
Dan begitulah aku di-flat seminggu (awalnya). Ini kebijakan baru dikantor. Katanya hasil meeting para SPV, operational manager (OM) dan petinggi flat merah lainnya. Aku awalnya memang diflat cuma seminggu, tapi karena dalam seminggu itu aku temuan lagi, maka flat ini diperpanjang otomatis (udah kayak deposito ARO plus). Memasuki minggu kedua diflat, aku online dengan sehati-hati mungkin supaya gak temuan lagi. Tapi entahlah sial sekali. Aku temuan lagi dan diflat lagi minggu ketiga. Di saat minggu ketiga, aku udah mengepalkan tangan apapun yang terjadi aku bakalan kembali lagi ke shifting.
Tapi ternyata.. aku temuan lagi!
Begitulah akhirnya sampai minggu ini aku masih di flat. Padahal duit shifting itu lumayan. Ada 1 jutaan. Sebulan di flat artinya aku hilang duit 1 juta.
Aku merindukan jam shifting. Jadi teringat lagu Passanger - Let Her Go.
Aku rindu shifting gara-gara aku tengah di flat. Jam dimana ada yang masuk jam 6 pagi pulang jam 3 sore. Masuk jam 10 pulang jam 7 malam. Masuk jam 12 siang pulang jam 9 malam. Favoritku sih masuk jam 6. Karena jam 6 masih avail dan bisa 'tidur-tidur ayam' di depan pc.
Tapi kalau masuk normil? Jangan harap bisa tidur-tidur ayam. Dari auto in sampai log out, calls terus berdatangan kayak beban hidup.
Huft.
Mana tanggal 28 war tiket Agust D. Pengen yang VIP pulak itu. Padahal duit shifting udah hilang gara-gara diflat.
#BaladaCCO
![]() |
| #baladaCCO |
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Kamis, 09 Maret 2023
Force majeure
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Senin, 27 Februari 2023
Meterai Lunas
Charles Parulian pernah berkata : semakin kaya seseorang, maka dia makin gak pengen uangnya berkurang sepeser pun.
Kayaknya itu betul. Oh ya, Charles Parulian bukan ilmuwan atau filosofi asal Yunani. Beliau hanyalah mantan atasanku dulu di kantor lama. Kantor lamaku yang singkat tapi menyisakan kesan mendalam dalam sejarah per-karier-an awak.
Hari ini ada nasabah kartu kredit yang komplen CUMA gara-gara di billing tagihannya ada biaya meterai lunas 10.000. Sepuluh ribu. Gak lebih, gak kurang! Padahal kulihat pembelanjaannya, 8 juta lebih. Hm, bangs*t emang.
"Saya cek di tagihan saya ada biaya meterai lunas. Kenapa."
Datang-datang ngucapin salam kek, ini orang malah nyerocos. Aku langsung malas ladenin nasabah kayak gini. Setelah memberikan empati (tak ikhlas), kuminta nomor kartu kreditnya. Setelah kucek, yaiyalah dikenakan biaya meterai lunas. Sesuai ketentuan kalau pembayaran tagihan nominalnya lebih dari 5 juta bakalan kena biaya meterai lunas. Aku udah jelasin, tapi si nasabah ini gak terima.
"Kenapa tertagihnya di kartu tambahan? Bukan di kartu utama?"
"Jadi kendala bapak bukan kenapa dikenakan biaya meterai lunas tapi kenapa dikenakan di kartu tambahan?" Aku pun mulai emosi. Tadi pertanyaan dia bukan itu deh. Suka-suka bank-nya lah mau ditagihkan di kartu kredit yang mana. Yang penting ditagihkan ke elu!!!
"DUA-DUANYA!"
Eh si bangke.
"Tadi sudah saya sampaikan Pak, biaya meterai lunas 10 ribu rupiah ini (kutekankan nadaku di sini) dikenakan bila pembayaran tagihan kartu kredit bapak di atas 5 juta ruouah. Ini kan pembayaran bapak atas tagihan bulan Januari lalu sebesar 8 juta lima ratus ribu rupiah. Makanya dikenakan biaya meterai lunas. Perihal kartu mana yang ditagihkan itu tidak jadi masalah Pak."
"Gak mungkin. Mana supervisor kamu. Dimana ada ketentuan kayak begitu. Kenapa saya sebagai nasabah gak dapat informasinya! MANA ATASAN KAMU! SAYA MAU NGOMONG!!"
Elah Pak, 10 ribu doang loh. Tagihan lu noh 850x lipat.
"Informasinya nanti sama saja Pak yang akan disampaikan atasan saya."
Gue coba menenangkan orang berutang yang pelitnya minta ampun ini. Bukan orang kaya, masa orang kaya ngutang pake kartu kredit ya gak sih. Wkwkwkw.
"Sama mau tutup kartu aja kalau gitu. Tutup kartu xxx saya dan xxx." (suaranya keputus).
"Suaranya terputus, Pak. Kartu yang mana yang mau ditutup?"
"Makanya kamu simak dong! Tutup semua aja!"
Lha si anj*ng.
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Senin, 20 Februari 2023
Double off, bukannya tidur di kosan malah ke perpustakaan
Jarang-jarang CCO dapat double off, apalagi double off-nya di hari-hari queueing kayak Senin-Selasa. Sebenarnya aku ubah jadwal. Tadinya seharusnya aku pulkam karena ada acara pasahat adat ortuku sama tulang. Tapi karena gak bisa ngajuin cuti dadakan dan hanya bisa ngasih double off dari WFM, jangan salahkan aku. Salahkan.. siapa ya. Gak ada yang bisa disalahkan sih. Bapakku memang gak punya pilihan. Dia harus milih antara anak laki-laki sulungnya atau aku mungkin? Forget it!
Untuk menghibur diri, aku melarikan diri ke perpustakaan. Kebetulan perpustakaan ini udah batal 3x kukunjungi. Udah reservasi di website-nya, eh mager. Hari ini akhirnya terwujud. Perpustakaannya sih cozy. Lokasinya di Taman Ismail Marzuki. Cuma aku lebih suka di perpusnas. Aku gak lama di sana. Setelah liat-liat lokasi sekitar, aku cabut ke perpusnas.
Dan karena ada kawan satu SMA yang ngajakin ketemuan, sekalian ajalah kuajak ketemu di perpusnas aja. Si Elsa ini sekarang kerja jadi admin di sekolah swasta di Jakbar. Satu-satunya persamaan kami : belum menikah.
Perpusnas sekarang buka sampai malam jam 9. Pas aku nyampe sih udah jam 5 sore. Karena tadi makan ketoprak dulu depan Taman Ismail Marzuki. Pas udah nyampe, aku langsung nyari novel yang udah lamaaaa banget aku antri buat baca tapi selalu gak kebagian giliran. Kayaknya novelnya cuma ada 3 atau berapa gitu. Judulnya : Jika Kucing Lenyap dari Dunia. Ceritanya tentang seorang pemuda yang didatangi malaikat pencabut nyawa atau apa gitu. Pemuda ini cuma punya 7 hari sebelum mati, tapi dia harus mengorbankan sesuatu yang paling dia sayangi (satu benda per hari) untuk dihilangkan dari muka bumi ini.
Akhirnya... aku ketemu novelnya!
Tadinya, aku mau nyari Edensor-nya Andrea Hirata karena pengen baca ulang. Tapi setengah jam kucari gak ketemu. Malah gak sengaja liat novel berjudul 90 HARI MENCARI SUAMI dan tanganku langsung membaca sinopsis di sampul belakang. Hm, tentang cewek usia 30 tahun yang belum nikah dan gak punya pacar . Langsung deh kuangkut novelnya karena kalau kutunjukin sama si Elsa dia pasti ngakak karena relate.
Setelah berhasil meminjam buku di mesin peminjaman, aku mencari kursi kosong. Tapi kendala muncul. Kartu perpus punya orang yang selama ini dipindahtangankan ke aku hilang. Dasar jompo! Padahal tadi baru ku-tap di mesin peminjaman. Aku pun nanya petugasnya.
"Kak, maaf mau tanya. Kalau kartu perpusnya ilang gimana ya?"
"Hilang dimana, Kak?"
"Tadi saya baru aja tap di mesin peminjaman buku, tapi udha gak ada lagi. Masih saya pegang tadi."
Si petugasnya ngeluarin sesuatu. "Yang ini bukan?"
Anju. Iya.
"Iya, Kak. Nemu dimana Kak?"
"Tadi ada mas-mas yang nemu terus dititip ke sini. Lain kali hati-hati ya."\
Aku pun senyum, berterima kasih lalu kembali ke mejaku.
Sambil nunggu si Elsa datang, aku pun baca novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia. Aku baca di meja yang ada kursi 4 biji, yang mana dua kursi saling hadap-hadapan. Di sebelah kananku ada anak laki-laki (SMA mungkin) lagi ngerjain segepok soal-soal. Di depan dia, ada cewek kuliahan (mungkin) yang pake earphone dan gak sadar kalau dia ngomong suaranya kencang banget. Gak lama si cewek ini pun pergi, tinggallah gue berdua sama si cowok SMA. Tapi gak lama kemudian...
"Kak, kursi ini kosong gak?"
Gue tanpa melirik siapa yang bertanya langsung bilang, 'iya kosong.' Bukan apa-apa sih, cuma lagi fokus baca aja. Ceritanya lagi sedih. Malaikat mautnya minta si pemuda untuk menghilangkan telepon dari dunia.
Dan ternyata mereka datang berdua. Mereka pun duduk di hadapan gue. Dua orang cowok anak kuliahan (mungkin) berkulit putih. Pas liat kulitnya gue pun merasa gagal jadi cewek. Mereka membaca setelah melepas masker sehingga gue bisa mengamati wajahnya. Yang satu berkaca mata, mukanya lebih bersih. Yang satu lagi gak kaca mataan, mukanya agak jerawatan tapi mirip artis FTV. Meski gue masih membaca, tapi mata ini sesekali ngelirik pemandangan di depan.
Masih muda banget. Bukan tipe gue. Akhirnya gue pun meletakkan kepala di meja dengan malas karena mulai ngantuk dan si Elsa (entah kejabak macet) masih di jalan. Beberapa menit kemudian, kedua cowok ini malah ngobrol. Dan mereka ngobrolin apa coba? Bola mata! I mean mereka kan masih bisa ngebahas yang lain. Buku yang sedang dibaca mungkin.
Setelah bola mata, mereka ngebahas soal chattingan-nya sama seseorang. Entahlah cewek atau cowok partner chattingannya yang pasti udah kerja, karena dia nyebut-nyebutin CEO gitu. Telinga gue mungkin masih mengarah ke novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia, tapi telinga sudah 101% fokus nyimak obrolan mereka.
Cowok kc mata : Iya, gak jelas jir. Masa kemarin dia kerja jam 8. Terus hari ini jam 9.
Cowok FTV : Ya bisa aja. Mungkin dia udah tinggi jabatannya. CEO kali!
Cowok kc mata : Terus, tau gak. Masa ya dia itu ngebalesnya cepat banget. Padahal gue sengaja balesnya lama, nunggu setengah jam an dulu. Hahahah.
Cowok FTV : Iya tuh. Eh, aku sebenarnya lebih suka diskusi sih daripada baca buku. Bikin ngantuk tau gak jir.
Cowok kc mata : Gw kayaknya bakal sering ke sini deh.
Cowok FTV : Eh loe mau ke rooftop gak?
Cowok kc mata : Emang ada?!
Cowok FTV : Ada jir.
Entah kenapa jiwa ngeliat mereka berdua, jiwa fujoshi gue meluap-luap. Maka dengan pura-pura bales chat, gue angkat HP gue dan arahkan ke mereka pengen jepret foto. Eh si cowok FTV malah sadar. Pas fotonya udah kejepret, gue pun panik karena dengan jelas dia ngeliat kamera yang artinya dia sepenuhnya sadar kalau gue fotoin dia diam-diam.
Sebelum sempat di-sleding dan dituntut ke komnas HAM, gue pun kabur dengan estetik. Pura-pura nelpon sambil beresin barang-barang, "Oh, udah nyampe? Oke, oke. Aku otw ke sana."
Saat itulah gue sadar, novel 90 HARI MENCARI SUAMI ada di depan kami bersama. Gue cuma bisa berharap mereka gak liat judul novel yang gue pinjam, karena kalau mereka liat entah apa yang akan mereka pikirkan tentang gue.
Bodoamat. Cabut.
Untungnya si Elsa nyampe di halte balaikota 15 menit kemudian. Kita pun nyari tempat nongkrong di daerah situ. Dari semua tempat, entah kenapa kita masuk ke Circle K. Setelah letakin novel di meja, gue sama Elsa pesan minum. Pas balik ke meja, di samping meja kita udah ada om-om. Entah karena tadi dia dengar percakapan gue sama si Elsa, dia langsung nyapa.
"Boru apa, Dek?"
Mata gue langsung mengarah ke novel 90 HARI MENCARI SUAMI dan membalikkan judulnya. Semoga aja dia belum baca. Atau jangan-jangan dia lagi cari istri, terus pas liat judul novel yang gue pinjam...?
Imajinasi macam apa ini. Bisa aja dia udah nikah. Udah punya anak. Atau malah udah cerai dan pengen nikah lagi?!
Si Om marga apa tadi ya. Lupa. Tapi adek bapaknya katanya nikah sama marga Nainggolan. Terus dia nanya soal Joshua yang asalnya dari Jambi juga katanya sama kayak aku lahir di Jambi.
"Joshua yang mana, Tok?"
"Yang Sambo. Sambo."
"Oh. Hahah, saya gak ngikutin. Oh dia dari Jambi juga ya."
Si Elsa malah berbisik, 'ngapain lu sapa orang asing sih?'
Orang dia duluan yang nyapa. Masa kita cuekin. Giman sih Elsa. That's why you jomnlo. Wkwkwkwk. Elsa be like : mirror please!
Si Elsa selera humornya mirip sama gue kayaknya. Dia bahkan nonton stand up comedy. Jadi pembahasan kita nyambung. Gak melulu soal pasangan hidup yang gak nongol-nongol.
Elsa : Kalau lu pengen ngejar apa di tahun ini? Kan usia 28 ntar Mei?
Aku : Hmm... melepasa keperawanan mungkin?
Elsa : Bitch!!! You can do it right now. That man, you see him? I can call him for you.
Aku : Bitch! NOT anyone cowok juga keles. I punya type juga lah (dalem ati : yang kayak Suga BTS juga gpp).
Ngobrol sama si Elsa memang seru. I got my energy back.
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Jumat, 17 Februari 2023
#BaladaCCOemosi
Hari ini pertama kalinya beneran dendam, kesal, marah, muak sama pekerjaan ini. Koreksi : orang-orang yang menjalankan perusahaan ini. Aku gak ada masalah dengan sistem kerjanya yang shifting. Aku bahkan berkorban beberapa kali. Tempo hari abangku yang udah 10 tahun gak pulang kampung (pas pulang malah bawa anak sama istri), akhirnya pulang. Tadinya aku pengen ketemu meski bentar doang sama mereka di bandara, tapi jam shifting ini tidak berpihak. Bahkan nanti tanggal 20 Februari ada acara pesta adat orang tuaku yang pasahat adat sama tulangku, dimana seluruh anggota keluarga berkumpul, kelima saudaraku, termasuk adik laki-laki yang udah 7 tahun gak pulang akhirnya pulang, tapi sekali lagi aku gak bisa hadir di sana.
Bukan karena begitu banyak uang yang kuhasilkan dari pekerjaan ini (gaji kompensasiku aja kurang 1 juta dari yang seharusnya kuterima sesuai UU Cipta kerja). Tapi aku masih bisa menahannya. Bahkan saat seluruh anggota keluarga berkumpul, aku ditinggal di sini sendirian. Hidup macam apa ini.
Setiap detik ada perubahan di kantor. Selalu ada aturan baru. Perubahan di kantor ini bahkan lebih cepat dari kecepatan mutan flash kurasa. Apa karena mereka perusahaan perbankan? Gak tau lah. Kalau CCO gak bisa menyerap perubahan ini dengan cepat, akan dikenakan ketidaksesuaian sama QA bang**t. Pekerjaan apa itu si QA bajing*n ini dengerin calls dan nyari kesalahan si CCO. Dampaknya si CCO bisa kena pengurangan gaji karena di flat (uang shifting-nya hilang), kena surat peringatan (sp) atau mungkin bisa sampai pemecatan, dikembalikan ke vendor.
Aku paham fungsi utama si QA adalah menjamin kualitas call center perusahaan, supaya informasi yang disampaikan ke nasabah tidak keliru dan sesuai ketentuan. Kalau call center salah memberikan informasi ke nasabah nanti bisa berpotensi nasabah komplain dan menjelekkan nama baik perusahaan dengan menyebarluasakannya di media sosial.
TAPI..,
QA kepar*t ini sering ngasih ketidaksesuaian yang bahkan acuannya aja gak ada. Dasar dia menurunkan itu sebagai ketidaksesuaian apa, sering gak jelas. Kita divonis bersalah, tapi gak jelas pasal atau undang-undang yang kita langgar itu yang mana. Kayak yang kuterima hari ini. Bangs*t sih. Udah gitu, tadi aku nanya ke TL ku. Di perusahaan ini masih ada demokrasi gak sih, apakah CCO bisa diberikan kesempatan buat ngasih saran, kritikan atau komentar yang membangun demi kelancaran dan kemajuan bersama, tapi kata TL ku gak akan bisa kalau yang mimpin masih yang sekarang. Aku gak tau persis dia merujuk ke siapa, tapi yeah..
TL-ku juga bilang kalau di perusahaan ini, misalkan ada yang speak-up, bakalan ditekan dan dipersulit hidupnya sebagai call center di perusahaan ini. Dia memang gak akan di PHK, tapi karena sering dicari-cari kesalahannya dan dipersulit, akhirnya si CCO bakalan resign dengan sendirinya. Yang ngomong itu adalah TL-ku, team leader ku sendiri. Yang mana dia udah 6 tahun lebih mengabdi sama perusahaan. Artinya memang sudah pernah terjadi yang kayak gitu.
Kotor sekali permainannya.
Aku sadar satu hal : menerima makian nasabah (meski bukan aku yang salah) lebih mudah daripada menerima vonis bersalah yang tidak ada penjelasannya. Anda dijatuhi hukuman, meski gak tau pasal yang dilanggar yang mana.
#baladaCCOemosi
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Kamis, 05 Januari 2023
Istri Kedua
HAPPY NEW YEAR....!
Resolusi 2023 : Hidup Dari Karya ... karya orang lain. Alias tetap jadi budak korporat. Hakshakshaks.
Nasabah makin hari-makin aneh. Udah gitu queueing parah abis. Gak sempat tarik nafas. Baru aja call sebelumnya keputus, kalau lu gak tekan tombol aftercall, bakal langsung berdering - masuk call baru.
Ada ada nasabah yang teriak-teriak dibacakan transaksi kartu kredit suaminya. Dengan bangganya beliau mengaku sebagai istri kedua si suami.
ISTRI KEDUA : "Saya istri keduanya. Saya mau cek tagihan kartu kredit suami saya."
Yaelah, Bu. Jadi istri kedua aja bangga amat.
Ada juga yang bilang gw ngomongnya kecepetan lah.
"Mbak, ngomongnya cepat banget."
Dalem ati gw, 'lu belum denger gue ngerap sih'.
Ada juga nasabah aneh yang hari ini nelpon buat hapus iuran tahunan. Gw udah berbusa ngejelasin prosedurnya, eh dia malah ngamuk-ngamuk tak jelas, terus putusin telpon. Pengen banget gw cancel laporannya yang udah terlanjur gw bikin terus di summary, 'CANCEL, NASABAH TIDAK SOPAN, TELPON DIPUTUS SEPIHAK.'
Makjang, tahun ini usia gue nambah. Tepatnya 4 bulan lagi usia gue genap 28.
Tapi tanda-tanda misua tidak terlihat.
Gimana ini!!!!
Halo, namaku Magdalena Hutabalian dan aku anak ke-3 dari 6 bersaudara. Kakak sulung dan abangku sudah menikah. Jadi bisa dibilang keberadaanku adalah punchline.
Hampir di ujung jalan
Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...
-
Punya nilai C di KHS? Atau C+? Sama aja ada. Kedua-duanya mengganggu pemandangan dalam transkrip nilai. Gak ada cara lain kecuali REKOS. In...
-
Sekarang lagi musim-musim ujian akhir semester. Kalian mungkin biasa menyebutnya dengan U.A.S. Kalau aku sih nyebutnya final exam. Kad...
-
Ada minggu tenang, ada juga minggu gak tenang.. kini libur 1 minggu menjelang Natal dan Taun Baru.. Sedihnya dan mau nangis nya, untuk yang ...












