Kamis, 27 April 2023

ALASAN CCO GAK JUALAN / NAWARIN ASURANSI

Hari ini untuk kesekian kalinya aku dimaki-maki nasabah. Iya, udah biasa. Tapi biasanya yang suka kasar dan maki-maki itu nasabah kartu kredit. Entah setan apa yang muncul, hari ini aku kena maki sama nasabah perbankan. 

Masalahnya adalah dia ditawari asuransi A*A sama telemarketing dan katanya bakalan didebet dari rekeningnya. Aku gak tau apakah si nasabah geblek ini mengiyakan penawaran telemarketing asuransi itu atau enggak. Tapi tadi pas nelpon dia panik takut terdebet dari saldo rekeningnya. Tapi setelah cek data pun memang belum ada terdebet. Sebut aja nama nasabahnya Giman.

Aku : Pak Giman, setelah dicek untuk pendebetan asuransi yang bapak maksud sdsi belum ada. Apabila memang ingin dibatalkan asuransinya A*A nya silahkan menghubungi call center A*A-nya langsung.

Giman : HAH? MAKSUDNYA GIMANA? KAMU BEGO YA?? SAYA DITAWARI MARKETING ITU DIA NGAKUNYA DARI B*A, YA SAYA SEBAGAI NASABAH B*A TENTU NELPON CALL CENTER B*A DONG!

(Aku : Tarik nafas yang panjang, hembuskan perlahan)

Aku : Pak, ini dua perusahaan yang berbeda. Asuransi A*A memang ada kerja sama dengan B*A, namun karena disini B*A hanya sebagai media pembayaran, dari kami belum bisa melakukan pembatalan. Pak Giman bisa hubungi call center A*A-nya ya.

Giman : MANA ATASAN KAMU. SAYA MAU DISAMBUNGKAN DENGAN ATASAN KAMU! SAYA GAK MAU DILAYANI ORANG BEGO KAYAK KAMU!

Inilah sebabnya kenapa aku gak mau jualan asuransi. Banyak CCO yang menerima panggilan masuk, setelah ada solusi untuk kendala nasabah, mereka bakalan nawarin asuransi. Namanya nasabah, dia iya-iya aja. Pas udah terdebet (atau bahkan belum terdebet), nelpon marah-marah.

Aku : Pak Giman, mohon maaf, saya bukannya bego. Tapi ini kendala bapak memang hanya bisa dibantu dari A*A-nya.

Giman : KALAU SAYA NELPON KE A*A NANTI KENA PULSA DONG. INI SAYA BARUSAN DOWNLOAD APLIKASI HALOB*A SUPAYA GRATIS! POKOKNYA SAMBUNGIN SAYA KE ---

Sebelum dia selesai ngomong, aku langsung tekan tombol HOLD. Rasakan kau bajin*an.

Gara-gara pelit pulsa ternyata lu, bangke! Malah gue yang gak salah apa-apa lu bego-begoin. Lagian itu siapa sih yang nawarin asuransi gak ngotak banget, nawarin produk pake nama B*A. Biar nasabahnya langsung kenal gitu ya, karena kan bank B*A emang udah gede dan terkenal. Tapi gak sampai bikin call center macam gue kewalahan gini dong ngadepin satu nasabah geb*ek.

Akhirnya gue assist. Tekan tombol assist, dan diangkat. TL yang jawab assist gue juga mengatakan hal yang sama. Si nasabah kampret itu harus nelpon call center asuransi A*A-nya. 

Aku : Tadi aku udah 10 menitan Kak ngomong gitu ke nasabahnya. Tapi gak paham-paham dan minta disambungin ke atasan.

Assist : Yaudah, sambungin aja. Nama nasabahnya siapa?

Aku : Giman, Kak. Extension kakak berapa?

Assist : 67001238897


Begitulah, akhirnya si Giman itu kusambungkan aja ke TL. 

Rasakan kau Giman, kau akan mendapatkan jawaban yang sama.

HA HA HA HA HA (ketawa setan)


#BaladaCCO





Kamis, 06 April 2023

Aux 7

Gini amat nasib kerja di perusahaan besar tapi jalur outsourcing (os). 

Mau absen sakit >> potong gaji

Mau absen alfa >> potong gaji

Bahkan kalau ada yang sakit pas online, sebelum meninggal kayaknya tetap dipaksa online.

Kayak yang terjadi hari ini.

Sebelum berangkat dari kosan, memang udah pusing, badan pegal-pegal, meriang. Tapi karena potongan gaji kalau absen gede, aku pun paksa-paksain tetap masuk. Berharap bakalan membaik karena udah minum entrestop (itu satu-satunya obat yang ada di laci kos).

Ternyata tak seperti yang diharapkan.

Apalagi karena switch skill, pikiran bekerja dua kali lebih extra demi meng-handle nasabah-nasabah berandal itu. Semua calls yang masuk tentang perbankan. 

Bitch!

Kepalaku makin pusing. Akhirnya pas jam makan siang (yang hanya setengah jam di bulan puasa ini), aku nge-WA TL buat izin aux 7 dan istirahat di UKS.

"Lu mau balik atau aux 7 ? Kalau mau balik sih tetap potong gaji dan harus ada surat sakit dokter. Udah gitu, nanti SPV pasti minta lu buat PCR."

Anjir. Gue di-suspect dong kena covid!

The fuck.

"Tapi kalau mau aux 7, cuma bisa setengah jam. Dan itu juga dampaknya ke produktivitas lu."

Kenapa pilihannya bangke semua?

"Kayaknya aku aux 7 aja, Bang."

Aku pun nanya-nanya kawan yang pernah menggunakan aux 7 selama jadi budak call center di kantor ini. Lima dari 10 orang mengatakan pernah dan itu pun 60 menit. Berbekal itu, aku pun ke UKS. Setelah minum bodrex dan mengoleskan balsem ke leher dan perut aku baringan di kasur (yang entah udah nempel keringat siapa aja di situ).

Baru 40 menit berlalu, HP-ku berdering. Si TL nelpon.

"Lu dimana?"

"Masih di UKS, Bang."

"Lha kan gua bilang juga cuma 30 menit! Kenapa lu belum online?!"

Jeng! Lu mau gua online dengan posisi gak sadar yang berdampak dengan kualitas online gua, yang bisa aja gua salah info, malah dapat temuan sama QA????

Gak ngerti deh. Heran. Kenapa manusia selalu tidak bisa melihat sisi postif dari sebuah pilihan???

"Ya tapi kan, Bang-"

"Lu kenapa sih gak pernah dengerin kata gua, HAH? Apa karena lu ngerasa udah senior? Atau lu mau pindah ke TL lain? Mau dipindah ke mana lu, tinggal sebut aja!"

ANJ*NG!

Orang lagi koma  sakit loh ini. Bukannya mendiangan abis baringan di UKS, malah makan hati gua sumpah. 

"Lu tau kan aux 7 itu ngaruh banget sama produktivitas? Kalau produktivitas lu gak capai, lu gak dapat insentif emang mau?"

Alah, bilang aja kalau produktivitas gua gak capai, insentif lu sebagai TL juga gak ada kan. Karena gua tau, TL dapat komisi gede dari anak-anaknya. Belum lagi kalau anaknya banyak, 18 misalnya. 

Gua pun kembali ke ruangan online dengan muka kusut. Gak dikasi kesempatan buat ngebela diri, si TL udah mutusin telponnya duluan. Huft.

Gini amat nasib kerja ikut orang ya.

Jadi iri sama orang-orang yang mati-matian menghalalkan berbagai hal demi mewujudkan impiannya sebagai jalan hidup. Gak kayak gua yang pengecut ini.

Cita-cita pengen jadi penulis. Hidup dari karya. Tapi nulis sekali sebulan.

Pret.


#baladaCCO


Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...