Sabtu, 20 Februari 2021

Mission (VERY) Impossible

Teruntuk anda dimanapun yang sedang berjuang mewujudkan mimpinya (atau mimpi orang lain),

atau yang masih luntang-lantung mencari pekerjaan untuk menyambung hidup,

atau yang sedang berada di persimpangan jalan, bingung mau memperjuangkan impian atau mengikuti rutinitas (yang biasanya membunuh kreativitas),

I just wanna say, KEEP YOUR HEAD UP !

(Sok-sok an menyemangati orang lain, sendirinya sudah mau menyerah 😄 )

Well, well. 

Setiap orang punya cara masing-masing untuk bertahan hidup, bukan. Tapi kali ini otakku sepertinya sudah mulai bergeser dari porosnya. 

Dua kali berturut-turut gagal dalam seleksi tahap panjang lowongan pekerjaan mungkin bisa jadi penyebabnya. Setelah itu aku gak mau cari-cari info loker lagi. Hingga datang lagi panggilan interview untuk posisi telemarketing dari ... entah itu perusahaan apa. Biasa, korban asal apply lagi.

Kalau bisa, gak pengen nyari kerja lagi. Gak pengen kerja sama orang, yang rutinitas 8-5 di kantor. OMG, sangat-sangat gak pengen lagi yang begituan. Cukup 9 bulan pengalaman pahit itu. Mengekangku sampai ke sumsum tulang belakang. 

I know my self so well.

Tipe orang yang gak bisa diatur. Tipe orang yang kalau mau ngerjain sesuatu itu pas niat aja (tapi hasilnya maksimal lho). Mengikuti rutinitas yang sangaaaaaaat teratur setiap hari = NERAKA. Semua wawancara pekerjaan yang kujawab dengan kebohongan, sok-sok menggambarkan diri sebagai orang yang ... hm, perfecto. Ku muak!

Freelance, 

mungkin itu yang kubutuhkan. Jam bekerja sesuka hati. Gak apa-apa gak ada pemasukan stabil setiap bulan. Yang penting, jangan curi waktuku. Jir, kenapa jadi emosional amat..

The question is, how you gonna survive without money in this fuc**ng metropolitan city? 

Bayar kosan.

Makan.

Odol, sabun mandi.

Lalu, sebuah ide gila muncul. Aku harus cari 'investor.'

Rencananya aku gak akan mau cari kerja lagi, tapi fokus pada draft yang sedang kukerjakan (mau muntah ngetiknya, macam udah bagus aja draftnya). Setelah draftnya kelar, tawarkan ke penerbit. Sambil menunggu kabar dari penerbit, belajar nulis skenario dan bikin skenario draft tadi. Tawarin ke production house. 

Gila. memang. Aku menggantungkan hidupku pada sesuatu yang sama sekali belum pasti. 

Aku memilih jalan ini, karena memang mau mewujudkan mimpi itu. I know me so well. Kalau sedang mengerjakan sesuatu, aku gak akan bisa ngerjain hal lain. Kalau udah kerja kantoran, aku gak akan bisa menyelesaikan draft itu. Orang dengan otak sepertiku tidak diciptakan untuk bisa multitasking, mungkin.

Yang kumaksud investor tadi adalah orang yang mau menafkahi-ku sampai draft itu mendapatkan angin segar. I know, it's getting crazier now. 

Tak akan ada orang yang mau berinvestasi untuk sesuatu yang belum nyata. 

Yang kejelasannya hanya 30%

Yang tingkat keberhasilanya 30%

Yang tingkat kegagalannya 80% 

But, hey! Come on.

Apa arti hidup tanpa sedikit resiko?!

Where's the fun without a bit of risk?” – Fred dan George Weasley


Mungkin belum tentu berhasil.
Tapi setelah melaluinya, kau bukan orang yang sama lagi - Magdalena P.H 2021

Tapi ternyata sebelum menawarkan kesempatan investasi itu kakakku sudah mematahkan segalanya. Kukirimkan pesan sebelum memasuki ruangan interview : 

'Kak, aku udah pusing ditolak berkali-kali dalam pekerjaan. Lagian, aku gak yakin kalaupun ada yang menerima, bakalan 'awet' kerja di sana. Untuk itu, aku ada penawaran untukmu.'

Send.

Ternyata langsung dibalas :

'Ok, Dek. Asalkan bukan sesuatu yang berhungan dengan uang ya. Kakak juga nganggur ini, udah jadi IRT'

JLEB TO THE MAX !

Iya sih lu nganggur, Kak.

Tapi suami lu kerja.


Di usia seperempat abad ini, aku paham sesuatu yang baru lagi. Pernikahan itu menghasilkan jarak antara kakak dengan adik . 





Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...