Kamis, 06 November 2014

UTS matkul Mekanika Teknik yang gagal

Kalau berhadapan sama yang namanya ujian semua siswa maupun mahasiswa pasti takut. Err, sebenarnya nggak semuanya juga, sih. Yang jenius-jenius tentunya sudah mempersiapkan diri dengan maksimal, punya trik-trik sendiri dalam menghafalkan rumus dan mengerjakan soal. Namun bagi mahasiswa yang otaknya freak kayak aku, ujian adalah saatnya sakratul maut. Tapi nggak mati-mati juga.

Mulai dari tadi malam, pikiranku sebenarnya sudah kalut banget. Mekanika Teknik sangat sulit, dosennya kurang pake perasaan menjelaskan  materinya. Di kelas kami banyak yang nggak mengerti. Untuk sekedar menenangkan pikiranku, aku memilih menonton dramkor di laptop. Hati langsung tenang, begitu melihat oppa Lee Seung Gi, dalam The King 2 Hearts. Nonton mulai jam 21.30-02.30. Benar-benar lepas rem. Padahal besok ujian loh, UTS..! Dimana nilai UTS 20% mempengaruhi nilai akhir di KHS (Kartu Hasil Studi).

Paginya, aku malah bisa bangun jam 8. Aneh, ini seharusnya tidak bisa terjadi loh, pemirsa. Matkul menyeramkan iu masuk jam 11.10. Dengan kalut, kubuka catatan tentang matkul itu. Kucoba menghayati rumus-rumus momen gaya, beban terbagi merata, titik berat, portal, dll. APA YANG TERJADI? Sedikitpun tak ada yang masuk ke otakku. Orang aku baca sambil mutarin musik dari HP.

Jam 10.35 aku berangkat ke kampus. Teman-teman pada berebut kursi di tempat-tempat aman, seperti sudut dan belakang, dekat tembok. Aku kebagian di tengah. Disekelilingku, manusia-manusia mulai komat-kamit membaca, menghafal rumus. Aku? Malah panik sendiri. Kutarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan. Detik demi detik pun berlalau. Tapi, kok ibu dosennya belum datang ya? Ada apa gerangan??

1 jam sudah berlalu. Kami masih di kelas, menunggu beliau dengan sabar. Namun, beliau tak juga datang. Akhirnya kami pulang satu per satu. YESSSSSSSSSSSSSS UTS NYA NGGAK JADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...