Aku baru pulang dari backpackeran. Tapi cerita petualangannya nanti-nanti aja ya aku pos. Soalnya tombol qwerty laptopku lagi bermasalah. Iya, aku jalan-jalan sendirian dari Palangka Raya naik taksi ke Banjarmasin, dari pelabuhan Trisakti Banjarmasin naik kapal (kurang lebih 20 jam) ke Surabaya, Tanjung Perak. Tiba di sana aku bingung mau kemana atau ngapain. Nanya orang takut, karena katanya Surabaya kota yang ekstrim dengan kejahatan mirip kayak Jakarta.
Lha, kok malah berkisah ya,,
Oke, aku kasih tau aja. Kemarin aku jalan-jalan di sekitar kota pahlawan Surabaya, ikut tour Surabaya Heritage Track (tour ini gratis, naik bus). Ada pemamdunya gitu, kita ke tempat-tempat bersejarah.
Dari Surabaya, lanjut ke Malang, lalu ke Batu. Sumpah. Dinginnya gak main-main. Bahkan lebih dingin dari Samosir, tempat tinggalku yang juga terletak di pegunungan. Di luar rencana, aku malah sampai ke Ranukumbolo. Ituloh, danau yang ada dalam perjalanan menuju Gunung Semeru di Malang. Iya, tapi aku gak sampai puncak Mahameru. Pas briefing petugasnya bilang kalau belum pamit sama ortu silahkan pamit dulu. Kalau gak, jangan pernah berani-berani naik sampai puncak. Jadi ya, aku sampai Ranu Kumbolo aja. Tapi itu pun prestasi luar biasa buatku. Buat anak sumatra yang kuliah di kalimantan dan jalan-jalan ke jawa ini.
Banyak yang bilang ini perjalanan yang sangat berani. Kukoreksi kata-kata mereka dan bilang bahwa sebenarnya ini perjalanan nekad. Sendirian, cewek lagi! Aku tahu apa yang ada dalam benak mereka.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar