Sabtu, 11 Februari 2017

Ketidaknyamanan, akui, tersenyum dan temani dengan bernafas!


Hai!
Sekarang aku jadi ketua umum mapala Dozer. UKM Pecinta alam di fakultas teknik. Kenapa namanya Dozer? Karena alat berat dozer kan digunakan untuk mendongkrak lahan yang akan digunakan. Nah diharapkan mapala kami ini juga bisa menjadi pendongkrak bagi orang-orang di sekelilingnya. Itu sih yang diharapkan. Tapi seringkali apa yang kita harapkan kan gak terjadi.
Buatku sendiri, jadi pemimpin itu adalah beban. Beban berat. Tapi tergantung kepada kita mau diapakan beban itu. Mau dilupakan? Pura-pura gak tau kalau dia ada?
Aku jadi ketum, tapi aku gak terlalu senang. Entah karena aku gak tau mau ngelakuin apa buat organisasi ini. apa yang bisa membuat UKM ini diminati mahasiswa teknik. Jujur, saat ini kami mengalami krisis anggota. Setiap anggota yang telah selesai diklat seringkali tidak muncul lagi ke sekre dan lamna-kelamaan menghilang. Disinilah letak beban yang kubilang tadi. Bagaimana aku akan bisa menarik minat mahasiswa untuk mau bergabung dengan UKM ini. Belum lagi pendapat orang nonmapala tentang anak mapala terkait dengan kejadian tewasnya 3 orang peserta diksar di UNISI kemarin. Mungkin semakin menjauhlah orang-orang dari UKM Mapala ini.
Sku sih pengennya organisasi pecinta ala mini lebih mengedepankan kepekaan sosialnya terhadap orang-orang di sekitarnya dan tentu saja lingkungan. Kalau masalah naik gunung biar dibilang keren itu maunya dikurangi aja dulu. Mari berbakti kepada masyarakat umum. Sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi.
Dua hari ini ada sosialisasi dan pelatihan yang diberikan Yayasan KSE dari Jakarta. Jadi, para alumni beswan KSE mengadakan “AKSI (Alumni KSE Indonesia) MENGINSPIRASI 2017”. Para alumni itu memberikan perlatihan kepemimpinan kepada kami para beswan kse UPR. Tak hanya itu, pelatihan communication juga. Mereka adalah orang-orang hebat, lulusan dari universitas hebat juga. Ada yang dari UNPAD, UGM, UI bahkan ITB. Menurutku mereka memang orang-orang yang tepat untuk menularkan inspirasinya kepada mahasiswa seperti kami. Dalam kegiatan ini juga, kami semakin mengenal founder beasiswa KSE  yang mempunyai pemikiran tulus.
Dalam acara talkshow Kick Andy, founder beasiswa Karya Salemba Empat mengatakan bahwa, “Kami hanya ingin mengembalikan kepada orang lain apa yang telah kami terima selama ini di kampus.” Mereka kebetulan mendapat subsidi pendidikan di kampus FE-UI. Yap, yang awalnya hanya ber-8 orang, hingga kini penerima beasiswa KSE sudah puluhan ribu tersebar di seluruh universitas negri di Indonesia. Mereka hanya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa.
Aku sendiri punya mimpi, cita-cita. Ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Kuharap sih, aku juga bisa mengikuti jejak mereka. Aku juga ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Aku ingin membantu orang-orang susah disekitarku.
Tapi..
Darimana aku harus memulai?
Apa yg harus kulakukan?
Aku sendiri belum magang, disaat teman-temanku yang seangkatan sedang menyusun proposal TA. Aku bahkan sekarang ketua UKM.


salam sukses!
Sharing,
Networking,
Developing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...