Aku
orang yang sedikit banyak percaya sama zodiak. Sebab beberapa hal yang pernah
kubaca tentang orang berdasarkan zodiaknya, itu benar. Misalnya Taurus yang
katanya suka memendam perasaan dan ia adalah sosok yang sangat tertutup soal
perasaannya. That’s true, because it’s me, Taurus. Awal tahun baru
kemarin juga gak sengaja nemu artikel soal ramalan zodiak apa yang akan terjadi
pada orang-orang tertentu. Judul artikelnya : Harus Ekstra Usaha, 4 Zodiak Diramalkan Kurang
Beruntung di Tahun 2018 (Meski cuma ramalan,
tapi waspada juga penting lho biar kamu berusaha). And you know what? Taurus berada
diposisi nomor 1. Kayaknya bakal paling kurang beruntung deh!
1. Taurus
Pada tahun ini, sepertinya
Taurus akan kurang beruntung dalam banyak hal. Dalam percintaan, hubungan yang
dimiliki Taurus mungkin akan mengalami masalah karena akan terjadi banyak
perselisihan.
Begitu juga dengan Taurus
yang masih menjomblo. Tampaknya kamu yang sedang mengejar seseorang sudah
terlambat. Karena si dia ternyata sudah menemukan orang lain.
Sementara, dalam urusan
sekolah ataupun karier, Taurus juga akan mengalami sedikit penurunan dibanding
tahun lalu. Keuangan Taurus ternyata akan mengalami kemerosotan drastis.
Tau gak perasaanku
saat baca ini? Rasanya sesak di dada. Tapi mencoba meyakinkan diri sendiri
lagi, ini bukan apa-apa. Hanya ramalan. Hingga di hari ke-25 di tahun 2018
kejadian nyata terjadi. HP Xiaomi Redmi Note 3 Pro, barang kedua yang paling
berharga di dalam kos (setelah laptop) lenyap tanpa jejak.
Bonita nge-sms buat
datang ke acara seminar proposal tugas akhir dia. Iya, dia sudah kembali dari perusahaan setelah dua bulan di sana. April ini wisuda sudah pasti. Jadi sebagai teman, ya aku datang. Hari itu
juga bertepatan dengan hari pernikahan gubernur Kalimantan Tengah, semua warga
diundang. Sebenarnya undangan dibagi dalam dua kategori. Pertama kelas atas, posisinya di dalam rumah jabatan gubernur. Mereka adalah undangan yang punya hubungan penting dengan mempelai. Kedua kelas rendah (maaf). Mereka yaitu orang yang tidak menerima undangan secara khusus. Diundangnya lewat medsos yang isinya : kepada seluruh masyarakat KalTeng, diundang ke acara pernikahan gubernur.. Terlihat jelas ada pagar besi yang membatasi antara dua kategori undangan ini. Pihak keamanan jug pasti tidak akan membiarkan dari kelas bawah masuk ke area rujab. Beberapa stand makanan berdiri di bundaran tempat para undangan kelas bawah berada. Tapi jangan harap makannya prasmanan. Main kasar, main dorong. Bukan antri!
Namanya juga anak kosan, kami pun ke sana. Demi apapun, parkirannya aja udah penuh sepanjang jalan kenangan. Meninggalkan kampus, aku sebenarnya gak tau HP-ku udah ditaruh dimana. Tiba di bundaran depan rumah jabatan gubernur, aku sama Tina miris. Semua stand makanan dipadati sangat panjang sepanjang antrian konser BTS. Yang paling ramai yaitu stand es krim walls yang harganya 5 ribuan di Alfamart. Tadinya miris, kini kami berdua ikut-ikutan berdesak-desakan dengan yang lain. Ternyata makhluk bernama manusia hanya makhluk egois yang mementingkan perut saja. Kalau ada yang keinjak disini kira-kira ada yang care gak ya? Bahkan pak polisi yang ikut mengamankan gak mempan. Beliau sudah meniupkan peluitnya berulangkali berharap situasi kondusif, mana ada yang peduli. Kini es krimnya mulai dilempar ke sembarang arah. Beruntunglah mereka yang tinggi dan tangannya panjang.
Namanya juga anak kosan, kami pun ke sana. Demi apapun, parkirannya aja udah penuh sepanjang jalan kenangan. Meninggalkan kampus, aku sebenarnya gak tau HP-ku udah ditaruh dimana. Tiba di bundaran depan rumah jabatan gubernur, aku sama Tina miris. Semua stand makanan dipadati sangat panjang sepanjang antrian konser BTS. Yang paling ramai yaitu stand es krim walls yang harganya 5 ribuan di Alfamart. Tadinya miris, kini kami berdua ikut-ikutan berdesak-desakan dengan yang lain. Ternyata makhluk bernama manusia hanya makhluk egois yang mementingkan perut saja. Kalau ada yang keinjak disini kira-kira ada yang care gak ya? Bahkan pak polisi yang ikut mengamankan gak mempan. Beliau sudah meniupkan peluitnya berulangkali berharap situasi kondusif, mana ada yang peduli. Kini es krimnya mulai dilempar ke sembarang arah. Beruntunglah mereka yang tinggi dan tangannya panjang.
Dua es krim mampir gak sengaja ke
tanganku yang pendek. Langsung saja kugenggam erat, karena kalau enggak bakalan direbut sama orang. Wah, serasa dapat rezeki nomplok. Meski
dengan susah payah akhirnya kami berhasil keluar dari antrian sesak itu. Meneduhkan
diri di bawah terpal beralaskan kardus, aku dan Tina menikmati ‘hasil tangkapan’
kami.
"Ini tuh gak setimpal, tau gak sih," kataku sambil menyendok es krim ke mulut. Panasnya siang itu emang paling cocok makan es krim. Apalagi setelah gerah desak-desakan tadi.
"Apanya?"tanya Tina.
"Coba deh, gimana kalau tadi kita keinjak sama orang, terus meninggal. Kankonyol kalau masuk berita. 'Seorang mahasiswi tewas terinjak setelah bersusah payah dorong-dorongan mendapatkan es krim di acara pernikahan gubernur KalTeng'.
Tak jauh dari tempat kami duduk, aku melihat ada seorang lelaki tua penjual balon. Rambutnya hampir memutih semua. Caranya berjongkok dan memegang balon dagangannya, aku yakin si bapak belum sempat makan. Gimana mau sempat ngambil makan wong antriannya aja sepanjang itu. Aku pun berinisiatif mengambilkan beliau makanan.
"Ini tuh gak setimpal, tau gak sih," kataku sambil menyendok es krim ke mulut. Panasnya siang itu emang paling cocok makan es krim. Apalagi setelah gerah desak-desakan tadi.
"Apanya?"tanya Tina.
"Coba deh, gimana kalau tadi kita keinjak sama orang, terus meninggal. Kankonyol kalau masuk berita. 'Seorang mahasiswi tewas terinjak setelah bersusah payah dorong-dorongan mendapatkan es krim di acara pernikahan gubernur KalTeng'.
Tak jauh dari tempat kami duduk, aku melihat ada seorang lelaki tua penjual balon. Rambutnya hampir memutih semua. Caranya berjongkok dan memegang balon dagangannya, aku yakin si bapak belum sempat makan. Gimana mau sempat ngambil makan wong antriannya aja sepanjang itu. Aku pun berinisiatif mengambilkan beliau makanan.
“Tin, titip tasku ya,”
aku pun meninggalkan Tina dan bergabung dengan antrian panjang stand gado-gado. Kepalaku didorong,
badanku juga. Bahkan orang-orang saling berebut dengan cepat begitu satu piring
gado-gado selesai dibuat. Membayangkan wajah si bapak, membuatku tabah menahan
ini semua. Akhirnya, setelah hampir satu jam desak-desakan, aku berhasil membawa
sepiring gado-gado. Rasanya tuh kayak baru menang perang melawan penjajah.
“Cara ngasihnya
gimana ya? Si bapak jangan-jangan mikir aku orang jahat main kasih makanan ke
orang.”
“Bilang aja tadi
kelebihan, gitu," saran Tina.
Aku pun mendekati si
bapak. Setelah udah dekat, aku ragu lalu mundur. Maju, mundur lagi. Untuk terakhir
kalinya kumantapkan kaki dan menghampiri si bapak.
“Pak, bapak belum
makan? Ini tadi saya ngambilnya lebih satu. Silahkan buat bapak saja.”
Beliau tersenyum dan
menerima dengan senang hati. Aku pun berlalu dari sana. Kembali ke tempat Tina
di bawah terpal. Rasanya aku sudah melakukan hal besar serasa menyelamatkan dunia.
“Aku juga mau ngambil
ah,”katanya. Selepas dia pergi aku membuka tas mau ngambil HP. Tapi gak ketemu.
Mulai gak enak perut rasanya. Segera kubuka semua kantung tas, kukeluarkan
semua isinys. Hasilnya nihil. Mana lagi si Tina. Dia pasti masih di barisan panjang antrian.
“Pak, bisa pinjam HP
sebantar tidak untuk miscol,”aku menghampiri seorang bapak.
“Gak ada pulsanya
dek. Tapi Whatssapp bisa kok.”
Pertama nomorku di-save dulu di kontaknya, lalu dihubungi
via WA. Si bapak menempelkan HP-nya di telinga lalu menatap layar HP-nya
kembali.
“Wah, gak aktif dek.”
Lututku seketika
lemas. Seseorang telah menemukan dan pasti menonaktifkannya. Tapi aku mencoba
gak percaya itu. Kami tadi dari kampus, langsung ke bundaran ini dan aku gak
ada megang HP selama itu. Berarti pasti di kampus.
“Mbak, bisa pinjam HP
buat miscol?”
Untung pulsanya ada. Tapi
kembali lututku lemas karena suara yang menjawab. Nomor yang anda
tuju sedang tidak aktif..
Yang paling bikin
risau adalah si Tina belum kembali juga. Baiknya ini kami sekarang langsung ke
kampus, berharap itu HP masih ada di ruang seminar.
Si Tina pun muncul. Kami
langsung cabut ke parkiran ngambil motor. Tiba di kampus masih banyak mahasiwa.
Satu per satu kutanyai. Gak ada yang liat. Bahkan pengumuman sudah kubuat di
grup LINE pakai HP Bonita. Kali aja ada yang melihat. Tapi hasilnya nihil hingga dua hari
kemudian pun gak ada yang merespon. Dua hari dua malam aku nangis meraung-raung
gak berguna. HP Xiaomi Redmi Note 3 Pro Silver seharga 1 juta 540 ribu yang
kubeli hasil nabung. Belanja online pertamaku dari Bukalapak. Yang mana aku saat itu belum pernah beli barang online karena gak percaya. Tapi sekali coba beli online malah langsung beli HP. Gadget pertamaku.
Isinya foto-foto, video dance, kontak orang perusahaan TA-ku, semuanya di sana. Aku gak rela…
Hari pertama
kehilangan HP rasanya pengen nangis aja. Pengen ilang ingatan. Pengen gak masuk kerja aja. Pengen tidur
aja, biar gak sadar udah kehilangan HP. Tapi itu adalah hari kedua aku kerja,
gak mungkin langsung izin. Aku memutuskan tetap masuk kerja meski akhirnya gak
bisa fokus. Pelanggan pesannya 8 teh hangat tawar yang kubawa air putih hangat.
“Mbak, ini gratis ya
air putihnya? Tadi kita pesannya teh hangat tawar.”
Aku membeku. Jangan
sampai bos sempat melihat kesalahan ini. Udah cukup HP aja yang hilang, jangan sampai
pekerjaanku juga. Aku gak bakalan sanggup. Semuanya terpaksa kubawa
kembali ke dapur. Sambil aku meminta maaf pada pelanggan itu tentunya.
Hari kedua kehilangan
HP rasanya kayak ada yang kurang. Biasanya kan tuh HP kagak pernah lepas dari
tangan. Apapun ceritanya HP gak pernah dianggurin. Kerasa banget ada yang
kurang.
Hari ketiga masih
tetap pengen nangis tapi mulai bersabar. Seketika aku ingat ramalan itu. Kenapa
beneran terjadi?
Hari keempat aku
kembali merasa belum ikhlas kehilangan HP itu. Search di internet cara melacak HP yang hilang. Katanya bisa lewat
Mi Account. Malangnya adalah Mi Account
milikku gak bisa Find My Device
karena di HP-nya sendiri belum disinkronkan. Aish, sial! Padahal sedikit lagi
saja HP itu bisa dilacak keberadaanya. Aku
juga udah nelpon CS-nya Xiaomi. Disuruhnya sih persis kayak di internet itu.
Untungnya adalah aku
sekarang bekerja. Sedikit demi sedikit aku lupa soal HP yang hilang itu karena
aku sibuk mengurusi ini dan itu di rumah makan tempatku bekerja. Aku belajar masak dan seringkali dimarahin ibu. Membedakan ayam kampung dan bebek pun aku gak paham. Kadang
sambil menyapu teringat kembali kenangan bersama si Silver. Aku belum sempat
bilang apa-apa sama dia. Kenapa mesti hilang sih? Kami baru setahun bersama.
Bulan Februari sudah
dekat. Itu artinya Valentine juga. Aku masih saja betah sendiri. Tidak, kadang
aku gak betah. Ingin punya seseorang yang bisa menggenggam erat tanganku saat
aku kehilangan semangat, tempat menyandarkan kepala saat kelelahan dan berbagi
cerita. Tapi lagi-lagi..
Ah, dalam drama korea
seorang cewek yang bekerja paruh waktu yang selalu dirundung malang pada
akhirnya mereka semuanya (dalam drama itu) menemukan kebahagiaan. Si cewek ini
selalu tidak beruntung di awal. Ia tinggal di kontrakan kumuh. Bekerja sampai
larut malam. Di sekolah tidak punya banyak teman apalagi pacar. Orang yang
disukainya diam-diam malah sudah punya pacar. Kasian kan,. Tapi dengan bersabar
dan percaya bahwa semua akan indah pada waktunya. Di akhir episode drama si
cewek itu tadi berhasil menemukan kebahagiaanya. Ia berhasil bertemu dengan seseorang yang akan membuatnya bahagia seumur
hidup. Seorang lelaki tampan dan kaya. Cewek miskin di drama korea selalu
menemukan lelaki seperti itu. Mengingat kondisiku sekarang bukankah hal yang
sama seharusnya terjadi juga padaku? Aku baru kehilangan HP, disaat teman
seangkatanku sudah sidang akhir untuk gelar ST-nya aku bahkan belum diterima
perusahaan untuk penelitian tugas akhir. Orang tua dan kakakku mendesakku untuk
segera lulus. Saat ini aku bekerja paruh waktu dan gajinya tidaklah banyak. Saat
ini orang yang kusukai malah sudah punya seseorang di hatinya. Padahal baru
saja aku berencana akan menyatakan aku menyukainya saat Valentine nanti. Tapi dua hari
yang lalu aku tak sengaja menemukan foto wanita yang di-uploadnya di instagram
dengan caption ♥♥♥. Hati ini hancur bagaikan puing-puing. Untuk kesekian kalinya orang yang kusukai tak lama kemudian aku tau ia sudah punya orang lain dihatinya.
Ahhh, lagi-lagi. Kenapa
ramalan itu terbukti semua ya Tuhan??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar