Selasa, 03 April 2018

PAKET SUPER HEMAT in KFC & ALFAMART


Beberapa hari yang lalu, aku diajak lebih tepatnya dipaksa seorang kawan buat makan di KFC yang katanya lagi diskon 50% buat ayam 5 ekor. Bukan deh, tapi 5 potong, eh kok gak cocok. Lima apa sih sebutannya? 5 bagian? Pokoknya itulah, dapat dada 2, sayap 1 sama paha 2. Si Gluck ini kerjaannya emang makan aja yang dipikirin. Skripsi jarang dikonsulkan sama dosen. Gak heran kenapa perutnya makin buncit (peace bro). 
"Itu 50% dari berapa dulu?" tanyaku. Eh siapa tau aja kan diskonnya 50% dari 200 ribu. Sama aja bohong.
"Belum sama nasi dan minum?" aku menaikkan suaraku 2 oktaf setelah dia menjelaskan.
"Tenang aja. Aku tau solusinya," si Gluck tersenyum penuh kemenangan.
Malamnya dia beneran datang ke kosku, ngajakin ke KFC itu. Kalian pasti gak bakalan percaya dengan apa yang dibawanya. Nasi dalam Tupperware dan air mineral dalam botol minum ukuran 1,5 liter. Cowok darimana ini, Tuhan tanyaku dalam hati. Biasanya cowok itu kalau belanja aja gak pernah tawar harga sama si penjual. Lha ini malah bawa nasi ke KFC? Kagak malu entar diliatin orang-orang?
"Kau serius?" aku menunjuk kotak nasinya. Dia mengangguk.
"Ayolah, Da. Besok-besok kau udah berangkat ke lapangan. Gak apa-apalah ngelakuin hal gila kayak gini malam ini."
Oke, karena aku 2 hari lagi berangkat ke Palembang selama dua bulan kurang lebih, baiknya malam ini kuturuti aja permintaan si Gluck. Kami pun tiba di KFC yang emang lagi antrian panjang. Kata si Gluck ini hari terakhir diskon itu berlaku. Waw, pantesan aja. Tanpa banyak omong, kudorong s Gluck ikut bergabung di barisan antrian pemesanan, sementara aku mendaratkan bokong di kursi tak jauh dari tempat dia mengantri. Sempat kesal, kubilang bahwa ini idenya.
Menunggu 15 menit, pesanan kami belum juga datang. Tiba-tiba muncul Putri, teman seangkatan kami yang baru melangsungkan pertunangannya beberapa hari yang lalu. Dia cantik sih, modis pula. Apapun yang dikenakannya kenapa cocok semua? Padahal dia cuma pake hot pants sama blouse. Rambutnya digerai. Wajahnya dipoles make up tipis.
Kami bersalaman. Tunangannya Putri pergi ke barisan antrian. Kami sempat ngobrol sekitar 7 menit, membahas soal skripsi tentu saja. Biasalah, mahasiswa tingkat akhir. Setelah tak ada yang diobrolkan lagi, Putri pergi ke tunangannya.
"Da, ambil meja paling sudut yuk," ajak si Gluck. Taulah kan, kenapa kami harus ngelakuin itu. Yap, supaya bisa buka nasi yang dibawa si Gluck dari rumah. Kami membawa pesanan, lebih tepatnya 5 potong daging ayam KFC itu beserta sebuah piring. Kami melewati Putri yang sepertinya gak melihat kami udah pindah meja.
"Tadi aku ditanyain sama mbaknya. Ada lagi mas, tambahannya? Kubilang aja gak ada. Dia keheranan. Minumnya, nasinya?" si Gluck menirukan suara heran si mbak KFC.
"Lagian emang anehlah. Masa beli ayamnya aja," balasku. Dan sepertinya kami salah ambil tempat, karena tepat di sebelah kami ada sepasang anak manusia yang lagi makan juga. Gak seperti meja kami yang hanya berisi ayam dan sambal (yang banyak beut), meja mereka lengkap dengan pepsi dan nasi. Itu belum seberapa. Meja kami yang posisinya paling dekat dengan tempat mencuci tangan, membuat Putri harus melihat kami lagi (dengan keheranan) karena pindah meja.
"Lha, kok pindah?"tanyanya sambil melap tangannya.
"Ah, itu, biar dekat dengan tempat cuci tangan," jawabku refleks. Alasan macam apa itu. Meskipun dengan keheranan, si Putri pun berlalu. Si Gluck kembali mengeluarkan nasinya. Aku memutuskan untuk makan ayamnya aja karena emang gak lapar-lapar amat.
Oke, kayaknya sepasang manusia di dekat meja kami mereka orang batak karena sesekali melirik ke aku dan Gluck saat kami cekakak-cekikikan gara-gara kejadian barusan. Tapi gak ada yang peduli. Kami berdua masih ketawa.
"Mending tadi bilang mau nge-charge HP, Da," si Gluck menunjuk tempat colokan listrik di sampingnya. "Si Putri mungkin gak curiga."
"Chargernya gak bawa juga," kataku sambil memasukkan ayam ke mulut. "Eh, tau gak. Ini tuh bukan paket hemat lagi namanya, tapi PAKET SUPER HEMAT."
Kami kembali cekikikan sambil memegang perut. Si Gluck menaruh kotak nasinya dalam tas dan tangannya mengambil segenggam demi segenggam nasi dari bawah meja ke atas piringnya. Sekilas kayak kami lagi nyelundupin barang terlarang sejenis narkotika.
"Gak usah malu, Da. Kita gak mencuri, kok," katanya lebih kepada diri sendiri.
Serah lu, dah Gluck. Gue mah cuma makan ayam doang,.
Keesokan harinya aku ikutan menerapkan paket super hemat ini. Aku dan Pebri nongkrong di depan gerai alfamart sambil makan pop mie yang air panasnya dibawa dari kos dalam botol minum. Orang-orang pada ngeliatin, tapi kami tetap makan dengan lahap. Aku bahkan membawa ikan kering dan kerupuk udang dalam tas. 
Malu? 
Buat apa. 
Seperti kata si Gluck, ini gak mencuri kok! Malah menarik aja. Sesuatu yang belum pernah loe lakuin, sesekali wajib dicoba. 
TRY Everything !!!

Tau sejarah KFC, gak?!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...