Kamis, 11 Maret 2021

Speck of dust within the galaxy

Desakan untuk meninggalkan Jakarta dan terbang ke Batam lagi-lagi datang dari mamaku. Kakakku juga. Wajar karena kondisiku yang masih nganggur di sini, gak ada pemasukan padahal harus bayar kosan tiap bulan. Sejujurnya tabungan sudah menipis. Di Batam aku bisa tinggal gratis di rumah kakak. Di sana juga ada adekku, yang kerja di perusahaan tempat kakakku kerja dulu. Setidaknya aku masih bisa ngemis uang jajan sama adek sendiri. 
Sungguh bukan contoh kakak yang baik. 

Tapi dari awal, tujuanku datang ke Jakarta bukan 100% nyari kerja. Nyari kerja bisa dimana pun. Aku datang ke kota ini dengan harapan pikiranku yang kolot bisa lebih terbuka tentang banyak hal. Itu aja. Mengingat track record tempat tinggalku selama ini jauh tersentuh dari modernisasi, teknologi. Maksudku, pikiran seseorang adalah sesuatu yang sangat berharga. Kau bisa menjadi apapun atau siapapun itu dipengaruhi oleh tempat tinggal, apa yang kau lihat setiap hari dan rasakan. 

Aku tau gak bakalan mudah bertahan hidup sendirian di Jakarta. Tanpa sanak keluarga, kerabat yang bisa dimintai tolong entah itu untuk numpang tinggal atau pinjaman uang. Berharap, justru saat keadaan semakin berat, ketahananku terhadap masalah juga terasah. 

Mungkin bukan saatnya menyesali masa lalu, salah ngambil jurusan, seharusnya aku begini-begitu. Susah memang berdamai dengan masa lalu. Bahkan udah sambil nyanyi 'masa lalu biarlah masa lalu', tetap aja susah. Tapi ada proses pendewasaan diri. Ada pesan moral dari setiap kejadian dalam hidup. Kita tidak bisa terhenti pada satu titik, bukan? (akward sekali tulisan memotivasi diri ini 👀)

Kenapa tiba-tiba jadi positive thinking begini? 

Bisa dibilang penyebabnya karena habis baca webtoon Sweet Home 140 episode dalam 40 hari terakhir ini. Tokoh utamanya Cha Hyeonsu, frustasi setelah kehilangan ortu dan adik dalam sebuah kecelakaan. Hyeonsu membuat pengingat di kalender untuk bunuh diri di tanggal 25 Oktober. Ternyata sebelum hari itu tiba, sesuatu terjadi. Menyerang seluruh kota, termasuk apartemen tempat tinggal si Hyeonsu. Orang-orang berubah menjadi monster. Dalam keadaan itulah Hyeonsu malah gak jadi bunuh diri tapi berusaha bertahan hidup dan menyelamatkan orang lain.

Karakter development-nya luar biasa.. Penulisnya keren dah, jadi pengen nikahin.


Btw, kemarin aku ke perpus. Saat pulang keluar dari gedung perpus, mataku menemukan selembar uang 50 an tak berdaya. Tanpa liat kiri-kanan, kupungut dengan tangan kiri, lalu berjalan tergesa-gesa ke halte terdekat. Begitu sampai kosan, semua uang itu habis kujajankan. 

Thanks God, bisa makan mi goyeng akhirnya. Dasar mulut pengangguran! Udah nganggur, pengen makan enak teross..

Fyi, buat yang belum tau, di Shopee ada layanan baru : Shopeefood. Order makanan dari Shopeefood diskon 50%. plus gratis ongkir. Aku yang beli mi goreng seafood harga 40 ribu aja cuma jadi 15 ribu (5 ribu lagi potong pakai koin shopee). 

Kurang hemat apa lagi tuh. Jangan lupa mie gorengnya dibagi dua, buat makan malam dan sarapan besok pagi. Uhm..itu bisa sih kalau gak basi.

Ternyata ada manfatnya juga selama ini aku jalan dengan kepala tunduk kayak lagi nyari uang jatuh. Bukan kayak lagi sih, emang lagi nyari uang jatuh setiap saat akunya. Tuhan memang mengirimkan uang itu ke orang yang tepat, orang yang lagi pengen makan mi goreng seafood. 


Btw, ayo, loker tolak aku lagi.

Aku udah kebal kok. 

#absurditubagus
#absurdituunik



speck of dust within the galay 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...