Natal perusahaan adalah satu hal yang ditunggu-tunggu para karyawan kalau gak dipungut biaya. Iyalah, udah gratis, dikasi makan pulak. Prasmanan pulak, beuh. But that's not gonna happen in my perusahaan. Btw, gue karyawan kontrak di perusahaan outsourcing. Selamanya bakalan jadi karyawan kontrak. Resiko pake jasa outsourcing 😢
Awalnya, diadakan voting melalui pengisian form, tentang jenis makanan yang diinginkan dan artis yang diinginkan untuk didatangkan. Aku pilih prasmanan dan artisnya jelas Sheila on 7. Yakali milih Tulus, lagunya aja yang gue tau cuma asam garam. Lagian genre lagu tulus tuh bukan gue banget lah. Setelah itu, hasil voting menyatakan pilihan gue itu suara terbanyak. Menurut panitia natal budget yang harus dikumpulkan : 350 ribu.
Gue berpikir, oke gak masalah. Selama nanti gue bisa loncat-loncat pas Sheila on 7 bawain lagu Seberapa Pantaskah. Apalagi katanya para CCO ini akan diantar jemput ke lokasi dan saat pulang ke kantor. Yuhui lah, gaskeun.
Natal perusahaan (outsourcing) ini sudah ditentukan tanggal 23 Desember, sekaligus acara SMART AWARD (acara penghargaan karyawan terbaik kayaknya), sekaligus merayakan hari ulang tahun Executive Vice President tempat gue mengabdi. Duh gimana sih jelasinnya. Jadi kan gue tanda tangan kontrak sama perusahaan outsourcing tapi gue kerja buat perusahaan X. Nah, ultah Executive Vice President inilah (klien si perusahaan outsorcing) yang akan dirayakan sekaligus natal perusahaan. Beruntung banget kan hidupnya. Udah jabatan tinggi, ultahnya juga dirayain sejuta umat. Oke gue lebay.
Menjelang H-20 sebelum acara natal, muncullah kabar terbaru dari panitia natal. Bahwa Sheila On 7 jadwalnya padat dan bakalan diganti sama TULUS.
Mendengar kabar mengejutkan ini, gue yang lagi makan bakso tersedak. Apalagi karena biayanya nambah jadi 375 ribu. Maksud gue, ini kan acara natal ya. Kalau Sheila on 7 gak bisa hadir, harusnya diganti sama yang lain kan. Entah penyanyi kristen misalnya kayak Lyodra (meskipun gue gak tau lagunya juga). Daripada TULUS? Gue cuma tau asam garam. Plis.
Penderitaan gak sampai disitu. Karena gue udah malas Sheila on 7 gak jadi hadir, gue sengaja gak bayar. Terakhir gue diteriakin di grup WA sama SPV, disuruh resign sama TL sendiri meski beliau tau ATM gue hilang dan mobile banking lagi gak bisa dipake. Tapi TL gue gak ada inisiatif nawarin diri buat bayarin punya gue duluan. Beliau dengan elegan bilang gini di grup :
Kalau udah ga pinter minimal punya attitude lah.
Abang udah ingetin kalian japri juga dari kemaren2.
Kalau uda ga bisa ikutin rules kantor,
dateng ke meja abang tanda tangan surat resign sekarang juga.
Plis deh, kita ini sama2 karyawan kontrak. Sama2 pkwt under perusahaan outsourcing. Kecuali tadi lu karyawan tetap yang emang punya privilege, it's ok. Gue bakalan dateng ke meja lu ttd surat resign. Tapi ini apa? Kita setara. Udah gitu, sebagai team leader, beliau bukannya ngasih bantuan ke anaknya yang kesusahan. Dia udah tau padahal kendala mobile banking gue. Harusnya kalau anda emang beneran TL, nawarin diri dong, 'yaudah abang transferin dulu punya kamu ke SPV ya. Nanti kalau mobile banking-nya udah bener, transfer ke abang plus bunganya'.
Setelah drama suruh resign itu, akhirnya gue tau, banyak CCO kristen yang gak ikut. Ternyata acara ini gak wajib? Fu*k lah. Gak sampai di situ, pada H-2 acara natal, SPV ngasih info di grup :
'Dear tim. Untuk acara tanggal 23 nanti penjemputan gak ada ya. Karena dialihkan ke TULUS.'
Dialihkan ke TULUS? Maksudnya semua transport yang harusnya bisa jemput peserta malah beralih jemput si TULUS ??? TULUS itu berapa orang sih? Gara-gara satu orang, beratus CCO yang udah bayar mahal, yang udah sakit hati disuruh resign sama sesama karyawan kontrak, yang udah kerja shift 06 pagi, harus ke lokasi acara yang jauh di sana dan diminta on time sesuai jadwal acara jam 14.00 sementara kita disuruh pulang jam 13.00 ?????????????
Kalau ada kata-kata makian yang halus, pengen rasanya gue keluarkan. Kenapa yang halus? Karena ini acara natal. Mengumpat juga harus sopan dan beretika, gaes.
Gue emang sengaja bilang ke kawan2 yang naik satu grab ke lokasi buat lama datangnya. Padahal di grup si SPV udah tereak-tereak nyariin peserta. Pertama, karena gue gak pengen rayain natal. Di katolik gak boleh rayain natal sebelum tanggal 25. Kedua, sebagai bentuk protes kepada siapapun, entah itu si perusahaan outsourcing atau pun SPV dan TL yang gak membantu memperjuangkan hak CCO soal uang kompensasi yang kurang. Di UU Ketenagakerjaan kayaknya dibilang uang kompensasi satu kali gapok tapi kita malah terima gak full kemarin.
Meski pun begitu, gue coba mengikuti acara yang udah disusun panitia. Saat ibadah natal kita telat. Saat acara award-nya gue menghakimi semua orang yang dapat award. Bahkan saat selebrasi ultah Executive Vice President, gue tidak berminat. Mungkin beliau sudah bekerja keras. Gue emang gak tau apa yang sudah dia lakuin demi jabatannya yang sekarang. Cause we don't know each other. Tapi entah kenapa melintas dialog di series yang pernah gue tonton, 'Gak peduli sekeras apa lu bekerja, yang dapat award tetap para petinggi perusahaan.' Setelah pemikiran itu melintas, gue makin gak selera sama acara selanjutnya. Apalagi karena acara selanjutnya adalah si TULUS yang naik panggung.
Pikiran menghakimi gue muncul lagi.
Oh ini orang yang bikin para CCO disini menderita kebut-kebutan habis online dari kantor, ke kos, terus mesen grab ke lokasi acara? Gara-gara satu orang ini semua CCO ini menderita??
Yang lain dengan gembira bernyanyi bersama TULUS. Sementara gue duduk gak bersemangat. Bahkan waktu satu2nya lagu TULUS yang gue tau - ASAM GARAM akhirnya dibawakan, gue diam di tempat.
Kukira kita asam dan garam
Kita bertemu di belanga
Kisah yang ternyata tak seindah itu
Suara TULUS mengalun lembut. Tapi di benak gue ada hal lain.
Ternyata CCO juga manusia. Kami butuh pelampiasan.
Pertanyaannya sama siapa CCO bisa melampiaskan kekesalan hatinya? Sama perusahaan outsourcing yang udah motong uang kompensasinya? Sama SPV yang terus ngedesak CCO buat ini itu nurutin peraturan tapi gak berniat memperjuangkan hak bawahannya? Atau sama team leader (TL) yang nyuruh anaknya tanda tangan surat resign?
Well, meski pun begitu
Today is 25th December 2022. So, whatever happen to your live, I want to say Merry Christmas everyone.
Semoga semangat natal tetap menyala di hati semua umat kristiani meskipun tak mudah untuk hidup jujur di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar