Minggu, 19 Mei 2019

The Girl, Who Afraid of The Big-Wide World


Saatnya bergabung di dunia nyata !

Begitu kata salah seorang kawan setelah mengucapkan selamat atas wisudaku tempo hari. Dalam hati aku merenungi, apakah selama ini aku hidup di dunia dongeng?

Sudah lewat tiga minggu sejak hari wisuda. Transkrip nilai sudah bisa diambil dari fakultas namun ijazah belum keluar dari universitas. Selama 3 minggu ini pula aku merenung sambil menunggui stand pekerjaan part time-ku. Ngomong-ngomong bulan Juli ini akan genap setahun aku bekerja di sana. Aku merenung soal impian yang kini menjadi semakin jauh dan kabur dari pandangan. Aku tak tahu apakah ada perusahaan tambang yang menerima fresh graduate? Nyatanya kebanyakan persyaratan di kualifikasi yang dibutuhkan dari loker yang kubaca mengharuskan punya pengalaman minimal 2 atau 3 tahun. Perekrut juga menyebut-nyebut soal sertifikat keahlian yang dimiliki dan penguasaan software di dunia teknik pertambangan.

Kuberi tau, aku tidak punya semua itu!
Aku hanya mahasiswi yang ketika lulus SMA tidak pernah ikut bimbingan belajar dan lulus di perguruan tinggi (tak peduli jurusan apa) negeri adalah keharusan. Itulah yang terjadi. Aku tidak mengenali bakat, kemampuan, hal yang kusukai yang ingin kuperdalam dan kujadikan profesi. Tidak ada seperti itu. Sekarang aku takut jadi pengangguran di dunia yang perputaran uangnya cepat ini. Semua aktivitas di kampus yang kulakukan tidak ada yang berhubungan dengan major yang kuambil. Malah bertentangan. Aku bergabung dengan organisasi pecinta alam, sementara jurusanku fokus membabat alam. Tidak konsekuen. Anda ini mau jadi aktivis lingkungan atau miner? Kira-kira begitulah reaksi yang muncul dari HRD yang kukirimi CV dan lamaran kerjaku. Kalau memang ada yang baca, dari semua yang kukirimi.

Dilematis.

Aku punya tiga orang adik lagi. Semuanya masih dalam pendidikan. Kedua orang tuaku tidak punya hasil pertanian yang tetap. Sehingga muncul pikiran, ‘kerja dimana aja, asalkan bisa punya pekerjaan tetap secepatnya, berpenghasilan dan tidak dikirimi uang lagi oleh kakak'. Ah ya, aku sudah bilang supaya jangan dikirimi uang bulanan lagi. Nyatanya belum bisa, sehingga aku memintanya hanya mengirim 50% saja.

       Andai saja, hidup ini 40% seperti cerita di drama...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...