Emang benar kali ya.
Kalau punya pekerjaan pastikan itu adalah sesuatu yang sesuai dengan hobi, supaya kalau bekerja rasanya bukan sedang bekerja. Melainkan melakukan hobi, sehingga tak pernah terasa membosankan.
Bisa dibilang aku sudah gak respek lagi dengan pekerjaan saat ini. Orang-orang yang di dalamnya juga penuh dengan kepicikan. Bekerja di sana membuatmu hanya akan memikirkan uang. Uang, uang dan uang. Tak akan punya nurani lagi. Tikung menikung kawan, dari 'pencurian' database. Mengklaim klien kawan sebagai klien sendiri.
Cukup sudah. Aku mu*k!!
Untung jam kerja hanya setengah hari, jam 13.00 kami sudah pulang. Dilanjutkan yang shift dua sampai jam 17.00.
Seperti biasa aku naik busway koridor 1 Blok M - Kota. Di halte Harmoni banyak penumpang yang turun. Aku bisa merasakan bus sudah sepi. Tiba-tiba seorang duduk di kursi sampingku.
"Permisi. Kalau halte Kota masih jauh?"
Kok logatnya ..
Kulirik ke samping. Bule toh. Tapi bukan logat british atau amerika.
"The last stop is Kota," meski dia nanya dalam bahasa, entah kenapa aku memaksa menjawab dalam english.
"Kalau Pluit?"
"From Kota you take busway heading to Penjaringan.." (heading = tujuan. Benar gak sih?). Lagian kenapa gak speak bahasa aja awak.
Si bule mengangguk.
Aku kembali fokus dengan HP. Di bus, hanya ada tiga penumpang. Satu lagi bapak-bapak yang duduk persis di depanku. Agak horror sih. Gimana kalau ini strategi hipnotis terbaru? Tapi masa iya busway Transjakarta gak aman lagi??!
Kulirik si bule di sampingku. Kayaknya gak cocok penjahat. Ajak ngobrol ah.
"Traveling in Indonesia?"
"No. I'm stay."
"How long you have been here?"
"2 years."
"Where do you work?"
"Serpong."
"What company?"
"Textile."
"Oh," Aku reflekmenunjuk-nunjuk baju yang kupakai.
"You wanna go to Pluit now?"
"Yes, meet my friend. You work?"
Iya, tapi setengah hari.
"A half day, because of pandemic."
"Where are you going now?"
"Home. I wanna sleep."
"Where do you live?"
"Kemayoran."
Entah kenapa awak jujur-jujur aja ngobrol sama si bule ini.
"What do you do on weekend?"
"Me? Of course sleep. Beside the pandemic is not good. Stay home is the best choice," kataku.
"Yeah. Maybe we can going somewhere on weekend. I don't have friend here."
"You said you want to meet your friend?"
"Yeah, I mean I don't have Indonesian friend. He is my Iranian Friend."
Oh, sampean urang Iran. Pantesan logatnya beda.
Akhirnya kita udah sampai di halte Kota, tinggal antre bus.
"Maybe I can save your number?" ask the bule.
Kusempat perang batin. Kasih tydak ya? Terakhir kali aku chattingan sama bule, dia malah nanyain bdsm. Kampret gak sih. Waktu itu aku masih di bawah umur. Masih anak kuliahan..
"Of course."
Dengan santai kuketik nomorku di HP-nya. OMG. What I've done?!
"What's your name?" ask bule.
"Lena."
"Ok Lena."
"What's your name?" kutanya.
"Farzad."
"Ok Farzad, if you want to go to Pluit you have to wait here. The bus will come."
"Oke, nice to meet you."
"Nice to meet you to. Bye -"
Aku pergi ke antrian lain, bus yang akan membawaku ke arah Sunter.
Ternyata si Farzad ngirim sesuatu ke WA. Foto 3 ekor kucing yang lagi tidur di jalalanan.
They tired to waiting for the bus.
Kubalas : Sleeping is the best.
dia balas : Because you like sleeping.
Kubalas : Hahahah.
Dibalasnya dengan emoticon jempol.
Kenapa aku gampang akrab sama orang ya???
Atau sok akrab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar