Selasa, 29 September 2020

Pinjam 20 ribu?

 Gara-gara pemprov DKI memberlakukan psbb lagi (katanya kali ini lebih ketat, padahal masih banyak kerumunan manusia di kafe), kantorku membagi jam kerja jadi dua, shift pagi dan siang. Udah jalan tiga minggu ini, tim-ku Ferrari masuk pagi. Masuk jam 8 pulang jam 12.30. Biasa nyampe di rumah sekitar jam 15.00 an lah. 

Meski di rumah disuruh buat nelpon database lagi, aku gak demikian. 

Paling dibilang, 'Ya, keadaan lagi pandemic gini, Mbak.'

Untuk alasan seperti itu Pak Charli mengajari kami untuk memberi argumen :'Justru keadaan begini, Pak. Bapak join di saham teknologi. Gara-gara psbb banyak yang WFH, sekolah online, hampir semua aktivitas tatap muka diambil alih dengan kegiatan online, bersandar pada teknologi. Ini momen yang pas untuk bapak bergabung.'

Tapi yang kuhadapi adalahorang Indonesia. Susah diajarin, apalagi merubah pandangannya terhadap sesuatu. Mereka cenderung berpikiran keyakinannya lah yang paling benar. Yang lain salah!

Si bule Iran yang kemarin sempat kuajak untuk join saham perusahaan tempatku kerja. Tapi jawabannya : I don't have money sukses membuatku ngakak. Sebenarnya aku baru menanyakan, belum mengajak malah. Tapi udah ditolak duluan. 

Dua hari sebelumnya aku yang nolak dia. Hahahah. 

Bule : Hi, Lena. How are u today.

Me : Hi. I'm good. Otw home. What r u doing?

Bule : Just arrived from Pluit. When we can meet?

Mulai gak enak nih firasat ...

Me : I dunno. No place open because of pandemic. (padahal ada, maksudnya gak bisa nongkrong)

Bule : You can come to my apartment, Lena.

WHATT??????

Me : Saya gak biasa main ke apartment orang yang baru saya kenal. 

Bule : Ok.


Anehnya, beberapa menit kemudian aku ngerasa kok kayaknya terlalu kasar udah ngomong begitu ke si bule Iran. Gimana kalau si Farzad gak ada niatan aneh-aneh, pure ngajak ke apartmentnya buat main aja. Tapi ya, main apaan cewek di apartment seorang cowok bule dewasa yang baru ditemuinya sekali?!

Makanya kubalas lagi : Sori ya, Maybe kalau psbb sudah berakhir, kita bisa ketemu. Dia balas : ok. 

----------------

Karena pulang siang, panas matahari pun tak terelakkan. Pake payung pun rasanya tetap ditembus sama panasnya. 

Tadi siang gak sengaja ketemu bapak-bapak di halte busway yang keliatan kebingungan. Pas aku lewat, si bapak nanya. 

"Mbak, bisa pinjam uang 20 ribu?"

WHATT??????

Karena takut dia orang jahat, aku pun langsung nolak bilang gak punya uang cash. 
"Dompet saya tadi dicopet, Mbak di halte jembatan merah.'
"Iya, tapi maaf pak, gak punya uang cash."

Aku bergegas meninggalkannya. Ia tampak kebingungan. 
Duh..
Bantu gak ya..

bantu-
enggak-
bantu-
enggak-
bantu.. shut!

"Bapak mau kemana? Pulang ke rumah?"
"Bukan, Mbak. Tempat kerja. Saya kerja di percetakan. Ini udah terlambat, harusnya masuk jam 1."
"20 ribunya buat naik gojek?"
"Iya. Saya biasa naik dari gojek yang mangkal dekat halte ini. 20 ribu ke Pasar Sumur Batu."
"Oh gitu, yaudah saya pesankan gojek aja ya Pak."

Kucari Pasar Sumur Batu. Eh ternyata gak semahal itu kok, cuma 13 ribu. 

"Pak, ini sudah saya pesan. Pasar sumur batu, kan? Saya udah bayar pake gopay, jadi nanti bapak gak perlu bayar lagi ya sama mas ojeknya."
"Makasih banyak, Mbak. Makasih banyak."
"Iya, gak apa-apa Pak."

Kami turun dari jembatan halte. Begitu tiba diujung halte, si gojek udah nyampe.

"Kak Lena ya?"
"Iya. Yang ke pasar sumur batu kan, Pak?"
"Iya."

"Oke Pak, naik aja Pak. Hati-hati ya pak."
"Terima kasih ya,Mbak," kata si bapak lagi sambil mengenakan helm yang diulurkan si mas gojek. 
Kubalas dengan menganggukkan kepala. 

Kupandangi sampai gojek itu berlalu . 

Kubayangkan bapakku yang mengalami kejadian seperti si bapak tadi. Beliau kebingungan di halte busway, antara mau pulang ke rumah atau jalan kaki ke tempat kerja.

Kutarik nafas lega. Aku senang, meski sederhana ortuku tinggal di kampung aja. Di kampung kehidupan masih aman dari pencopetan. Masih erat kekeluargaan. Dan yang paling penting masih ada lahan kosong yang bisa ditanami singkong. Daripada di sini..

Satu-satunya yang gak berbayar di kota ini adalah udara, koreksi : udara kotor. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...