Gara-gara pemprov DKI memberlakukan psbb lagi (katanya kali ini lebih ketat, padahal masih banyak kerumunan manusia di kafe), kantorku membagi jam kerja jadi dua, shift pagi dan siang. Udah jalan tiga minggu ini, tim-ku Ferrari masuk pagi. Masuk jam 8 pulang jam 12.30. Biasa nyampe di rumah sekitar jam 15.00 an lah.
Meski di rumah disuruh buat nelpon database lagi, aku gak demikian.
Paling dibilang, 'Ya, keadaan lagi pandemic gini, Mbak.'
Untuk alasan seperti itu Pak Charli mengajari kami untuk memberi argumen :'Justru keadaan begini, Pak. Bapak join di saham teknologi. Gara-gara psbb banyak yang WFH, sekolah online, hampir semua aktivitas tatap muka diambil alih dengan kegiatan online, bersandar pada teknologi. Ini momen yang pas untuk bapak bergabung.'
Tapi yang kuhadapi adalahorang Indonesia. Susah diajarin, apalagi merubah pandangannya terhadap sesuatu. Mereka cenderung berpikiran keyakinannya lah yang paling benar. Yang lain salah!
Si bule Iran yang kemarin sempat kuajak untuk join saham perusahaan tempatku kerja. Tapi jawabannya : I don't have money sukses membuatku ngakak. Sebenarnya aku baru menanyakan, belum mengajak malah. Tapi udah ditolak duluan.
Dua hari sebelumnya aku yang nolak dia. Hahahah.
Bule : Hi, Lena. How are u today.
Me : Hi. I'm good. Otw home. What r u doing?
Bule : Just arrived from Pluit. When we can meet?
Mulai gak enak nih firasat ...
Me : I dunno. No place open because of pandemic. (padahal ada, maksudnya gak bisa nongkrong)
Bule : You can come to my apartment, Lena.
WHATT??????
Me : Saya gak biasa main ke apartment orang yang baru saya kenal.
Bule : Ok.
Anehnya, beberapa menit kemudian aku ngerasa kok kayaknya terlalu kasar udah ngomong begitu ke si bule Iran. Gimana kalau si Farzad gak ada niatan aneh-aneh, pure ngajak ke apartmentnya buat main aja. Tapi ya, main apaan cewek di apartment seorang cowok bule dewasa yang baru ditemuinya sekali?!
Makanya kubalas lagi : Sori ya, Maybe kalau psbb sudah berakhir, kita bisa ketemu. Dia balas : ok.
----------------
Karena pulang siang, panas matahari pun tak terelakkan. Pake payung pun rasanya tetap ditembus sama panasnya.
Tadi siang gak sengaja ketemu bapak-bapak di halte busway yang keliatan kebingungan. Pas aku lewat, si bapak nanya.
"Mbak, bisa pinjam uang 20 ribu?"
WHATT??????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar