Mungkin salah satu indikasi sudah dewasa adalah anda tidak merayakan natal bersama orang tua dan saudara untuk waktu yang sudah lama,
Kesimpulan geblek memang, dari seorang pengangguran kayak awak.
Kalau diitung-itung udah dari natal 2013 sampai natal 2020 aku gak pernah merayakannya sama keluarga.
Tujuh tahun, kalau itu anak manusia udah kelas 2 SD.
Dimanapun anda berada, apapun yang saat ini sedang terjadi dalam hidup anda, lemaskan aja. Seperti kata salah satu lagu natal :
'You better not cry
You better not pout
I'm telling you why
Santa Claus is coming to town
Tadi malam aku ibadah malam natal di HKBP. Padahal 162 meter dari HKBP ada gereja katolik. Hem, kurang eksplor emang. Tadi malam banyak umat yang disuruh pulang karena kapasitas gereja gak muat lagi. Aku yang datang sejam sebelum ibadah dimulai aja hanya kebagian aula, gereja penuh.
Di dalam gereja posisi duduknya berjarak, harus selalu pakai masker. Yang bikin geli karena cuma tau satu lagu, 'Nunga jumpa muse ari pesta i',
Pulangnya terpaksa jalan kaki. Dekat sih, dari kosan hanya 600 meter. Naik gojek sayang, 15 ribu. Tapi jalan kaki malam di Jakarta seram juga, apalagi sendirian. Apalagi pake rok - heels. Apalagi..
Omong-omong soal jobseeker, sudah kurang lebih 42 hari semenjak punya pekerjaan terakhir kali. Selama 42 hari itu yang sudah kulakukan : makan - tidur -makan - tidur, oh iya, ikut tes TOEFL. Tapi hasilnya belum keluar. Bikin deg-deg an karena ..ah sudahlah. Padahal kalau skornya 500 pas aja, aku udah planning mau ngambil kursus jadi tutor bahasa inggris. Mungkin itu lebih baik daripada luntang-lantung.
Aku : Pagi admin, mau nanya ada kursus untuk tutor gak ya di LIA?
Admin : maksudnya jadi pengajar/guru mbak?
Loh? Tapi yaudah, bagus juga kalau ada lowongan jadi pengajar.
Aku : Iya, admin. ada gak?
Admin : boleh kirim ke saya. Lengkap cv, surat lamaran ya. Minimal S1 semua jurusan.
Aku : Oke admin, thank u (nunggu hasil TOEFL dulu).
Senang banget waktu dia bilang S1 semua jurusan. Coba bayangin kalau dia bilang min S1 Sastra Inggris atau Pend. Bhs Inggris. Sekarang tinggal nunggu hasil TOEFL. Plis, berpihak lah padaku kesempatan...
Kalau skor TOEFL aja gak nyampe 500, terus jurusan juga non bahasa inggris, apa kata pihak lembaga bahasanya nanti?!
Gak kerasa 2020 berakhir sebentar lagi. Rasanya baru kemarin memulai hari-hari pertama di bulan Januari. Tahun ini memang berat sih. Mau tau kronologi, bukan kronologi deh. Apa ya, hal-hal yang terjadi di 2020 ini buat awak.
1. Januari - cabut dari marketing di perusahaan eksportir stainless steel (mengawali 2020 pun ternyata aku udah gak bagus ya)
2. Februari - pulkam ke Samosir, stay for 1 month
3. Maret - balik ke Jakarta, numpang di kosan 'mereka'
4. April - Korona masuk Indonesia, banyak perusahaan yang PHK karyawan, boro-boro buka lowongan pekerjaan - aku masih numpang di rusun 'mereka'
5. Mei - training seminggu dari Home Credit, gak lolos ujian praktik akhir sebagai desk call/tukang tagih by phone, katanya kurang galak. Untung dapat uang saku 430 ribu yang cair 4 bulan kemudian. Dapat pra kerja dari pemerintah 400 rb/ bulan selama 4 bulan.
6. Juni - bergabung ke perusahaan pialang/saham Cyber Future yang mana dari awal takut2 datang setelah baca pengalaman kerja orang lain di perusahaan pialang
7. Juli - Dapat klien orang India, CEO kaya yang rumahnya di Bogor. Kami meeting di kantornya
8. Agustus - Aku closing dari CEO India dengan nominal terbilang gede, meski ada kejadian kurang menyenangkan juga di sini (postingan sebelumnya)
9. September - Dapat HP Samsung A71 sebagai hadiah pemenang kontes di kantor yang diadakan bos bule, perdana dapat gaji 2 digit
10. Oktober - Konflik dengan 'mereka' di rusun, setelah membayar biaya selama tinggal bareng 'mereka', aku cabut nyari kosan di daerah Jakarta Timur setelah bilang ke cewek itu : "Eh, ini uang kosanku ya. Tapi JANGAN PERNAH bilang aku anak manja, karena kau gak pernah tau apa yg sudah kulalui." - SWAG to the MAX!
11. November - Gak tahan lagi liat muka si kampret di kantor, pamit sama bos bule dengan dramatis ; pamit jadi A.R.M.Y
12. Desember - Natal, Home alone. Eh, bukan. Kos alone. Selain itu akhir tahun ini juga setelah nonton youtube, sebuah tekad muncul lagi, buat nyoba beasiswa S2 ke luar negeri dengan beasiswa Chevening jurusan Sastra Inggris (semoga direstui Tuhan, Amin). Kapanpun, kalau ada kesempatan bakal kucoba.
Ah. absurd juga hidupku di 2020 ini. Selain absurd penuh keajaiban dari-Nya (terima kasih banyak Tuhan Yesus). Gak kebayang gimana seseorang yang kerjaannya gak stabil kayak awak bisa bertahan hidup di kota yang buas ini.
Kadang kuingin menamai diri sendiri sebagai 'The Nekad Jobseeker' karena beberapa hal. Kalau kisah itu dibikin novel komedi kira-kira bisa gak ya..,
Selamat natal, sudara-sudara sebangsa dan setanah air..
May God's Bless with you.
Luph u,
MPH
(Loc : Mcd's Corner - Jkt Timur)
(Suhu tubuh : 36.2 derajat celsius)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar