Sabtu, 05 Desember 2020

When You Too In Love To Let It Go

 05 Desember 2020.

Sudah mendekati penghujung tahun dan hari ini usiaku 25 tahun 07 bulan 0 hari. 

Bagi sebagian orang, 2020 adalah tahun yang panjang. Sebagian lagi mungkin beranggapan tahun ini penuh berkah (masa iya?) karena tidak semua yang gelap membawa keburukan. Duh hancur banget kalimatku. Maksudku tuh, di balik sesuatu yang gelap pasti ada sesuatu yang menyenangkan. Karena setiap hal buruk yang terjadi, pasti berbarengan dengan hal baik juga (berlaku sebaliknya). Misalnya saat memandang langit gelap di malam hari, kalian pasti bisa melihat bintang dengan jelas. Itu karena langitnya gelap, makanya bintang kelihatan bersinar terang. Coba bayangkan kalau langitnya terang. Jelas bintangnya gak akan keliatan. 

Pemikiran tentang bintang itu sebenarnya kukutip dari salah satu leader keren dari grup yang saat ini sedang-sedang-sedang sangat-sangat-sangat bagus prestasinya. Mereka masuk nominasi Grammy Award, penghargaan musik bergengsi yang paling tinggi sejagad raya. Yup, BTS. Langit gelap dan bintang itu dari si leader, RM. 

Aku percaya dalam hidupnya seseorang pasti akan mengalami turning point atau titik balik. Titik balik sejenis dari positif ke negatif atau sebaliknya. Dari yang sebelumnya melarat jadi mulai sukses. Atau dari yang sebelumnya sukses lama-lama jadi dikucilkan masyarakat. Untuk usia mengalami turning point ini jelas beda-beda tiap orang. Kurasa turning point-ku sendiri sedang dimulai saat ini. Khusus buatku, turning point-nya mungkin gak soal karir atau keuangan. Tapi tentang menjadi fan girl. 

Per 30 November 2020, AKU RESMI MENGUNDURKAN DIRI JADI FANS MEREKA. 

Aku berhenti jadi ARMY. 

Bukan! Bukan karena mereka terkena skandal atau hal negatif. Kalau fans sejati jelas tidak akan mempermasalahkan hal begitu. Aku bersyukur sekali selama 4 tahun ini sudah mengikuti jejak mereka di media sosial. Hal ternekat yang pernah kulakukan selama jadi fans? Hahaha, kalian pasti akan terkejut. H-1 ujian compre skripsi, aku nekat ke luar kota demi nonton film dokumenter mereka. 

Tapi alasan pensiun jadi ARMY adalah karena kurasa ini saatnya fokus pada masa depan. Kau tau, aku tipe orang yang tidak bisa multitasking. Saat fokus pada satu hal, aku tidak bisa merencanakan hal lain. Saat fokus fan girling, mengagumi mereka di dunia maya, aku gak akan pernah bisa melakukan sesuatu untuk masa depanku. Memang harus ada yang dikorbankan. Karena aku masih sangat muda, aku tidak bisa mengorbankan masa depanku...

Meski tidak pernah mendaftar secara resmi untuk menjadi ARMY, aku malah membuat pengumuman di media sosial kalau sudah tidak menjadi ARMY lagi. IG, twitter, FB, WA. Sok orang penting sekali memang aku tuh.Sok ngartis juga. Tapi beberapa teman nanyain dengan heran. Mereka adalah orang-orang yang paham betapa gilanya aku soal BTS. 

Berikut punya announcement-nya : 

sokngartis.com

Tapi aku tetap berharap yang terbaik untuk karir dan kehidupan setiap member ke depannya. 

Hari pertama setelah melepaskan ke-ARMY-an itu sangatlah berat. Karena ternyata hampir semua aspek kehidupanku sudah kutempeli dengan mereka. Mulai dari nama hotspot dan password-nya, playlist di HP, akun-akun fanbase yang ku follow di ig (setiap buka ig, jadinya postingan tentang BTS yang muncul di timeline ig), akun official channel BTS di youtube, fan fiction yang kubaca di wattpad (tokohnya mereka semua). Bahkan kemarin sportify mengirimkan notifikasi tentang 'lihat apa saja yang kamu dengar di 2020'. Ketebak lagu yang paling sering kudengar tahun 2020 ini.. jatuh kepada BTS! Tau gak total berapa jam mendengar lagunya? 

Song I've listen the most goes to ...

daebak.com 129.6 jam ~ 130 jam !

Memang gak mudah untuk move on dari idola. Apa bedanya coba buat move on dari mantan. Tapi ingat, time is the best healer. Seiring berjalannya waktu, aku pasti terbiasa. Kumulai dengan unfollow semua akun-akun/channel youtube yang berhubungan dengan mereka supaya tidak dapat notifikasi lagi atau postingan di timeline, ganti nama hotspot, wallpaper HP/laptop/WA. Dibanding mendengar lagu mereka untuk menemani keseharian, kuputar lagu The Script atau Oasis. 

Aku belajar TOEFL dan setiap hari ke perpusnas. Ini sedikit membantu karena pulang dari sana aku lelah dan bisa langsung tidur di malam hari. Lelah lah, bawa laptop dalam tas sama buku soal TOEFL yang tebalnya ngalahin pantat badak bercula satu (semoga backpack NAMA ini awet sampai dapat kerjaan baru ya Lord). 

Dan hari ini, aku sudah mendaftar untuk ikut tes TOEFL ITP tanggal 16 di LIA Pramuka. 
Baru ingat, sisa hari sampai tes tinggal 11 hari. Pemahaman belum 80%..

Oh nooooo!

Bye, mau belajar dulu. 

(hujan di Mcd Pemuda Rawamangun - Jakarta Timur - 11.35 WIB)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...