Lu di umur berapa sih pertama kali diminta nikah aja sama emak lu?
Mungkin gue gak secepat orang lain, tapi ini masih terlalu cepat.
Tepat kemarin tgl 02 Maret saat emak gue ultah ke-60 tahun, beliau request supaya putri ketiganya yang belum bisa masak ikan mujair naniarsik tanpa buka youtube ini buat M E N I K A H. Betapa itu permintaan yang lebih susah buat gue wujudkan dibanding bila emak request dibuatkan blackforest lima tingkat.
I mean, i'm still 26 to 27.
Colombus aja nemuin benua Amerika di usia 47 tahun.
Ya setidaknya gue harus nemuin cara menelan jengkol tanpa tersedak dulu kek. Dengan begitu nama gue akan dikenang sepanjang masa. Tidak dilupakan begitu meninggoy.
Ke topik lain.
Akhir-akhir ini konsentrasi awak menghilang entah kemana. Entah karena kurang makanan bergizi atau karena gak pernah olahraga. Kemungkinan besar karena keduanya. Bangun tidur-kerja-pulang-tidur. Rute seperti ini sangat-sangat-sangat-tidak sehat.
Hasilnya hari ini gue salah ngomong ke nasabah. Sebut aja namanya Bu Jane. Bu Jane ini menelpon sebagai kerabat dekat pemilik kartu kredit sebut aja Pak Jack yang sudah meninggal dunia. Seharusnya gue langsung tanggap berikan empati, 'turut berduka cita ya Bu', tapi otak gue blank. Bu Jane complain karena no HP almarhum yg dipegang Bu Jane selalu ditelpon collection buat menagih tagihan kartu kredit almarhum yang masih nunggak sekitar 84 juta.
Gue pun ngecek datanya dan ternyata kartu kreditnya sudah diblokir 'D' meninggal seminggu yang lalu atas permintaan anak almarhum, sebut aja Bu Jedi. Bu Jedi ini sebagai ahli waris-lah yang seharusnya bertanggung jawab atas tagihan kartu kredit Pak Jack, bukan Bu Jane.
Sebagai cco newbie >3 bulan jelas gue bingung mau jawab gimana. Gue memutuskan mau tekan tombol asist buat nanya team leader. Akhirnya gue bilang ke Bu Jane sambil mata gue jelalatan liatin record call masuk di excel, di kolom call masuk Bu Jane mata gue gak sengaja ngebaca di kolom 'case' meninggal :
"Baik Bu Jane, saya bantu cek datanya, saya berikan nada tunggu sebentar, dipastikan telponnya tidak M E N I N G G A L ".
Duarrrrrrrr!!!!
Gue langsung panik, dan melompat dari lantai 4. Tydack dong!
Gue buru-buru ngomong lagi, "Mohon maaf, maksud kami dipastikan telponnya tidak T E R P U T U S "
Begitulah kisah cco kartu kredit yang kurang vitamin dan belaian kasih sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar