Hari
training ke-4 di perusahaan pembiayaan itu (PSBB of course masih berlaku).
Materinya semakin kesini tentu saja semakin serius. Trainer kami orangnya kocak, kayaknya beliau asli Betawi kalau liat
dari logatnya ngomong sama rekan sesama trainer-nya.
Kata trainer ada 9 hari training dan di hari kesembilan nanti
akan ada ujian final dengan memakai sistem di komputer. Tiga hari terakhir ini
aku akhirnya naik motor nebeng sama kawan yang ikut training juga. Ini pertama kalinya buatku dibonceng kawan
kebut-kebutan dari Kemayoran Jakarta Pusat ke Pasar Minggu Jakarta Selatan. Jarak
itu dia tempuh hanya 30 menit udah termasuk isi bensin di pom. Apa orang
Jakarta emang semua gitu bawa kendaraannya ya? Seolah-olah satu detik aja gak
boleh terbuang sia-sia di jalan. Tancap gas pol terossss! Kalau udah sampai di
kosan, jantungku yang capek karena harus deg-deg an sepanjang perjalanan. Dia
cewek, tapi bawa motornya laju banget!
Aku
mesti bangun jam 5 kurang 15 setiap pagi, karena butuh jalan kaki 20 menit ke rumah
kawanku itu. Kami berangkat dari sana. Pulangnya, kebetulan training selesai jam 1, pas jalan kaki
panasnya minta ampun. Aku gak minta dia jemput dan ngantar ke kosan. Yah mau
gimana, kalau dia gak nawarin ya kan. Segan awak. Anggap ajalah jalan kaki 40
menit pp itu olahraga otot. Masih untung punya kawan yang bisa ditebengi. Kalau
naik KRL harus bangun jam 4, toh jalan kaki juga dari kosan ke stasiun 40
menit, jalan kaki lagi dari stasiun ke lokasi training 20 menit.
Total pp jalan kaki kalau naik KRL
= 120 menit
Total pp jalan kaki kalau nebeng
naik motor = 40 menit ΓΌ
Dari
yang kutangkap materinya selama 4 hari ini, kami diajarkan untuk menjadi orang
yang tegaan. Gimana coba, tetap harus menagih cicilan ke klien, meski si klien
udah bilang dia lagi sakit di RS atau ortunya baru meninggal. Paling cuma menyampaikan
empati di awal, tapi ujung-ujungnya di akhir tetap harus menagih cicilan si
klien. Yah mau gimana, pekerjaan desk
collection ini juga punya target. Kalau gak achieve, dikasih sanksi sama atasan. Kalau mau target tercapai dan
dapat bonus, jadilah orang yang tegaan. Seperti kutipan di serial Harry Potter
‘Yang satu tak dapat bertahan sementara
yag lain hidup.’ Sadis amat gak sih? Ada pengorbanan di sana. Tapi kalau
dipikir-pikir sih, dari awal ngapain ngajuin kredit kalau gak yakin bisa bayar
cicilannya tiap bulan ya kan? Mending beli barangnya bayar cash, selesai urusan. Gak ada utang tiap bulan.
Kami
diberi tugas untuk membuat rekaman role
play sebagai desk collection dan menagih klien. Setelah
menulis skenarionya di buku, kuajak Wuri teman kosan untuk role play, dia sebagai klien. Selesai merekam, kudengarkan satu
kali hasilnya lalu malamnya kukirim ke grup WA sesuai instruksi trainer. Aku sama sekali tidak sadar ada
kesalahan besar dalam rekaman role play
itu. Tadi siang pas training-lah baru
ketahuan. Saat rekamannya diputar di tengah sesi training.
“Ibu
sebelumnya sudah punya aplikasi My Indihome di HP-nya?”
Satu
ruangan tergelak.
Ini
gue training jadi desk collection di
perusahaan pembiayaan atau call center di Indihome sih?
Wkwkwk.
Gak fokus. Butuh akua.
Tapi
ya gak jauh sih bedanya, ‘My Indihome’ dengan ‘My Hom* Cr***t’. Logonya pun
sama-sama dasarnya merah dan ada bentuk rumahnya di simbolnya ituloh.
| desk collection-nya lagi baper |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar