Hai.. Hi...
Selamat sore.
Semoga anda masih dalam keadaan semangat menjalani hari. Tidak seperti saya, yang makin hari makin tinggi ilusinya. Kadang pengen jadi Hedwig, si burung hantu Harry Potter. Kadang pengen jadi Smeagol di seri Lord of The Ring. Maklum, efek pengangguran. Udah pengangguran, single pulak. Sekarang saya paham kenapa banyak yang melakukan suicide. Eits, saya gak ada niatan melakukan itu ya! Karena yah, saat ini aku gak pengangguran lagi. YEEEEEE!!!! #Tepuktangankencang-kencang.
Perusahaan beruntung yang menemukanku itu adalah perusahaan pialang kemarin. Iya, yang tempo hari aku ragu mau datang interview. Aku udah masuk kerja (cie, kerja) dua hari. Sabtu-Minggu libur. Ya mau begimane lagi. Jantung harus tetap berdetak, darah harus tetap mengalir, perut harus tetap diisi. Kecuali sudah ingin dijemput malaikat maut. Jadilah aku memutuskan ambil pekerjaan itu.
Rekrutmennya? Sama sekali gak ribet. Gak ada tuh seleksi-seleksi psikotes atau LGD. Apply - Interview - Training 3 hari - Hire ! Karena seleksi sebenarnya adalah ketika udah mulai kerja dan nyari klien. Iya, kerjaannya memang cuma nelpon. 'CUMA'. Nyari orang yang punya uang banyak - di atas 7 juta dan mau investasi di pasar modal. Semakin banyak uang klien yang didapat, semakin banyak bonus yang dihasilkan si telemarketing. Bahkan gaji pokok hanya diberikan full di bulan pertama bergabung. Sementara bulan kedua, jika tidak achieve target (minimal 21 juta), maka gaji pokok hanya diberikan 50%. Gaji pokoknya juga di bawah UMR Jakarta loh.
Ada 6 orang baru yang masuk bersamaan denganku (dari awal training sih ada 9). Menariknya mereka kayakanya sama sepertiku, tidak punya pilihan lain - alias terpaksa. Dua orang diantaranya cowok yang sudah berkeluarga dan istrinya baru melahirkan. Ya kali anaknya gak butuh makan. Satu diantaranya cewek, orang batak yang sudah menikah dan udah punya anak juga. Satu lagi cewek asal Riau yang untungnya belum menikah. Setidaknya aku gak sendiri..
Satu-satunya yang punya pengalaman di perusahaan pialang adalah si cewek batak tadi - Kak Tiar. Jadi aku gak akan heran kalau dia baru seminggu udah dapat deposit nanti. Tau kan, maksudku 'deposit'? Itu, orang yang bersedia invest-kan uangnya ke pasar modal. Ya perusahaan ini hanya sebagai penghubung nasabah dengan pasar modal. Untung perusahaan diambil dari si nasabah, sebutannya komisi.
Direktur kami? Bule asal Polandia. Namanya Mr. Carol dan Mr Oscar. Kuat dugaanku keduanya belum menikah. Secara, bule itu kan nikahnya emang tua-tua, di atas 30-an gitu. Gak kayak di Indonesia, lulus SMA - nikah. Bahkan ada yang belum lulus udah nikah - karena udah hamil duluan. Tapi kok kalau di luar negeri gak pernah dengar ada pelajar atau mahasiswa hamil di luar nikah ya?! #trytothinkhard
Kedua bos Polandia ini sama sekali gak bisa ngomong bahasa indonesia. Paling bisa bilang 'selamat pagi, office' sama '1 milliyar.' Kalau urusan uang aja, pasti tahu. Jadi di kantor ada satu penerjemah cewek namanya kalau gak salah Paula. Si Paula ini mejanya paling dekat dengan pintu bos, mungkin supaya sewaktu-waktu diperlukan bisa langsung cepat masuk. Dia menjadi penghubung dunia sihir antara HRD dengan bos, antara tim leader dengan bos. Kalau telemarketing mah gak punya urusan sama beliau.
Skrip percakapan ke klien sederhana saja. Sebutkan nama dan perusahaan, tujuan menelpon.
"Selamat siang, Pak. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya Butet dari perusahaan pialang berjangka di Jakarta -"
Tut tut tut...
"Selamat siang, Bu. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya Butet dari perusahaan pialang berjangka di Jakarta. Ada informasi menarik buat Ibu tentang bisnis di pasar modal internasional."
"Maaf ya mbak, saya ndak ngerti yang begituan. Di sini aja ndak ada listrik, mbak. Ini di pelosok."
"Selamat siang, Pak. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya Butet dari perusahaan pialang berjangka di Jakarta -"
"Maaf, saya lagi meeting, telpon lagi nanti ya."
"Jam berapa kira-kira, Pak?"
"Satu jam lagi."
"Baik, tapi nanti mohon diangkat ya, Pak telpon dari saya."
"Iya."
One hour later..
"Selamat siang, Pak. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya Butet dari perusahaan pialang berjangka di Jakarta -"
"Maaf mbak, saya saat ini mau seminar proposal skripsi .."
Padahal terdengar jelas suara kendaraan lalu lalang. Apa corona juga menyebabkan otak bergeser?
"Selamat siang, Bu. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya Butet dari perusahaan pialang berjangka di Jakarta -"
"Maaf, Mbak. Uang saya udah banyak. Jadi gak butuh yang begituan."
Swag! I'm speechless..
"Maaf, Mbak. Uang saya udah banyak. Jadi gak butuh yang begituan."
Swag! I'm speechless..
Jam-jam menelpon setiap hari juga terbagi ke dalam 3 kategori. Pertama jam 9-11 adalah waktunya canvas (perkenalan) ke calon klien. Jam 11-12 adalah sale hour. Kalau diartikan secara langsung memang jam berjualan. Jam 14.00-15.00 kembali lagi sale hour. Jam 15.00-tewas pulang jam 17.45 adalah perpaduan ketiganya. Hari pertama sampai hari ketiga sih, masih semangat menghadapi segepok nomor HP yang tersusun di kertas. Tapi hari keempat udah mulai eneg. Mana kalimatnya selalu sama dan selalu ...80% ditolak begitu kusebutkan 'dari perusahaan pialang berjangka di Jakarta'. jKayaknya pola pikir mereka sudah tidak bisa diubah lagi. Perusahaan pialang = penipuan. Mau bagaimana lagi, satu-satunya kunci bertahan di perusahaan ini adalah jangan baper atas apa yang dikatakan oleh orang di telepon. Kalau dimaki-maki sih, bisa aja maki balik.
Bisa kurasakan gak cuma aku yang muak menghadapi nomor telepon yang gak ada habis-habisnya di atas meja itu. Makanya kadang tim sebelah di tengah-tengah jam sale hour malah duduk sambil ketawa becandaa satu sama lain. Terus pintu ruangan Mr Oscar terbuka, beliau kesal dan berteriak, "Hot seat guys, hot seat !!!"
Hot seat adalah posisi menelpon sambil berdiri sambil mondar-mandir juga. Katanya sih biar yang mau diomongkan itu gak ketahan sama pantat, biar mengalir obrolannya dengan calon klien. Aku sih gak begitu yakin sama metode itu, buktinya kalau bicara sambil mondar-mandir dada malah berdebar kencang dan hosa-hosa (if you know what I mean).
Serentak semua orang tertib dan berdiri dengan kertas di tangan masing-masing. Mulai menelepon.
Tim kami? Hm, dari semuanya tim kami yang paling tertib karena tim leadernya merangkat sales manager yang paling dekat dengan direktur (Mr. Oscar & Mr. Carol).
Dan mulailah kesibukan di sale hour dimulai.
"Bagaimana, Pak kalau saham apple? Hari ini naik lagi poinnya jadi 9,46 point. Ini dalam satu malam loh ya, Pak. Sementara 1 point itu profitnya 1 juta, sehingga untuk kenaikan 9 point bapak akan mendapatkan 9 juta."
------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar