Minggu, 08 September 2019

Cara Survive Ala Pengangguran


Begitu disahkan sebagai pengangguran (baca : meninggalkan aula wisuda), beberapa dari orang pasti banyak yang bingung. Beberapa ada sih yang udah memikirkan dengan jelas apa yang akan dia lakukan. Mungkin S2 baru menikah, atau punya anak dulu baru menikah., eh? Tapi kebanyakan pasti banyak yang bingung. Ada yang bingung mau kerja dimana, bingung nikah sama siapa, bingung kalau presiden ganti harga sewa kosan berubah atau enggak, bingung nanti masih minta uang kiriman atau enggak. Buat kalian yang bingung, S E L A M A T !! You are not alone. I'm here, by your side

Hidup sebagai penganguran, oke biar lebih berkelas kita sebut aja jobseeker toh maknanya sama. Hidup sebagai jobseeker di bulan-bulan awal setelah wisuda masih biasa aja, gak ada bedanya dengan hidup semasa skripsian. Masih nafas, ke WC, ke warteg, (kalau tiba-tiba niat) ngerjain revisi. Tapi berhubung udah jadi jobseeker part yang terakhir itu diganti dengan pantengin info loker. 

Memasuki bulan-bulan ketiga dan keempat, mungkin udah ada aja interview yang anda lalui meski belum berhasil. But life must gone eh go on, kesabaran adalah kuncinya, berdoa jangan lupa. 

Belum punya penghasilan tetapi perut pecicilan. Hadeuh. Semasa kuliah, aku memang dikirimi uang bulanan oleh kakakku. Sesudah berstatus jobseeker beliau mengirimiku setengah dari angka biasanya. Guest berapa. Tak lebih tak kurang : 500 ribu untuk semua keperluan termasuk uang kos, makan, beli obat sakit kepala, beli softex, parkir, bayar gojek, dan bayarin preman yang malakin awak. Terus terang, ini bukan dongeng melainkan true story. Meski sebenarnya, akulah yang menyarankan pereduksian uang bulanan itu. Setelah kupikirkan lagi, aku menyesal. 

       Berikut rincian uang yang harus kukeluarkan untuk bertahan hidup setiap bulan :



Uang kos                                                                                   =  375.000
Uang makan (beli dari warteg) @20 ribu sehari x 30 hari       =  600.000
Uang wifi (satu per satu member keluar, tagihan bengkak)     =    65.000
Token listrik                                                                              =    34.000
Odol, sabun, detergen, dll                                                         =  100.000
 
 =1.174.000


Itu aja belum termasuk misalnya kalau ibu kos ulang tahun dan minta kado, atau anak-anak ngajak reuni tiba-tiba padahal baru 3 bulan wisuda. Dengan uang 500.000-1.174.000=  -674.000 (minus)

Tenang, jangan panik wahai, diriku! Ayo kita liat kesempatan lain. Kata pepatah jangan terlalu lama menyesali satu pintu yang tertutup, hingga kau tidak melihat pintu lainnya yang terbuka. Untung saya pernah bergabung dengan UKM pecinta alam saat masih di kampus, sudah diajari cara bertahan hidup (di hutan).

Buka mata dan telinga. Perhatikan sekitar. Well, Ibu kos adalah wanita yang sangat baik menurut anak-anak di kosan kami. Untuk membuktikan teori itu mari kita coba menunggak uang kos sementara, kira-kira …sampai mendapatkan pekerjaan!

Oke, yang selanjutnya uang makan. Ini adalah biaya paling bengkak, mengalahkan bengkaknya pipi Park Jimin BTS saat masih bayi. Karena sudah divonis dokter menderita penyakit maag, aku harus tetap makan jika masih ingin mengunjungi The Wizarding World of Harry Potter di Orlando, Florida (one day). Meski tidak bisa makan 3x sehari, buatlah menjadi 2x sehari. Karena punya rice cooker, mari menanak nasi dan membeli lauknya di warteg seharga 6 ribu tambah sayur sekitar 10 ribu.

Selanjutnya uang wifi. Yang satu ini juga tidak bisa dihindarkan, inilah yang menghubungkanku dengan dunia sihir sosial mencari pekerjaan, menanyakan kabar adik-kakak (ibuku belum punya android), minta (baca : maksa) info loker sama kawan dan yang terakhir ini yang paling penting karena kalau enggak aku pasti udah lama stres, mantengin BTS. Mulusnya muka mereka seolah-olah turut memotivasiku bahwa masa depan yang sedang dirancang Tuhan juga semulus itu.

Nah, untuk uang wifi manfaatkan saja salah satu e-commerce yang terkenal itu, Shopee. Di aplikasinya ada fitur beberapa game yang bisa dimainkan untuk menghasilkan koin shopee. Game-nya ada macam-macam, mulai dari goyang shopee, kuis shopee, tangkap shopee. Nantinya koin ini bisa digunakan untuk membayar tagihan wifi via shopee juga. Semakin rajin main game-nya, semakin banyak koin yang didapat. Aku pernah sampai mengumpulkan koin 120.000 yang setara dengan uang 120.000 ribu.   


 Hasil gambar untuk goyang shopeeHasil gambar untuk goyang shopeeHasil gambar untuk goyang shopee
Ngenes! Tinggal satu soal lagi padahal

Selanjutnya token listrik. Bersyukurlah teknologi semakin maju sehingga bermunculan aplikasi-aplikasi terobosan terbaru juga untuk membayar tagihan. Begitu banyaknya, sehingga terjadi persaingan antar mereka. Tiap brand untuk menarik minat konsumen memakai trik marketing masing-masing. Salah satunya ada yang memberikan cashback sampai 100%. Ini jugalah yang membuatku jadi tergila-gila sama yang namanya cashback. Awalnya memang coba-coba, namun lama-kelamaan jadi ketergantungan sama cashback. Tidak mau bayar tagihan wifi atau beli token listrik dari aplikasi DANA kalau gak ada cashback.

Hasil gambar untuk DANA cashback token listrik Hasil gambar untuk DANA cashback token listrik
 
Misalnya mau beli token listrik 100 ribu, terus entar dapat voucher 50% yang bisa dipakai untuk transaksi berikutnya. Namun lagi-lagi trik marketing, ada tulisan kecil berbunyi 'syarat dan ketentuan berlaku' persis di bawah tulisan besar "DAPAT VOUCHER 50%". Salah satu ketentuannya misalnya, 'voucher maksimal adalah 25 ribu'. Seharusnya jika bulan depan beli token listrik 100 ribu lagi dan pakai voucher 50% yang didapat bulan lalu, seharusnya dapat potongan 50 ribu sehingga sisa harga yang perlu dibayarkan hanya 50 ribu lagi. Ini malah bayar 75 ribu...

Semakin maju teknologi, semakin banyak aplikasi bayar tagihan, semakin pintar trik marketingnya dan semakin saya bergantung pada cashback.

Nah, yang terakhir. Peralatan sabun dll. Saat masih berstatus sebagai jobseeker, berlatihlah mandi hanya sekali sehari. Kalau bisa tidak mandi sama sekali lebih bagus, karena mengurangi tumpukan kain kotor dan penggunaan sabun. Hemat rinso dan uang. Buat cewek-cewek yang doyan make-up saat keluar rumah, harus rela menggunakan masker untuk menutupi kekurangannya. Inilah kenapa aku penampilannya tomboy. Karena aku punya prinsip, maskulin itu lebih hemat dibanding feminin. 

Last but not least, ikutan semua instagram alfamart atau indomaret. Karena ada promo JSM (Jumat, Sabtu, Minggu) yang berguna sekali untuk menghemat pengeluaran dari harga awal. Kan lumayan tuh, beli indomie goreng 5 Cuma 10.500 (harga normal 12.500). Eits, tapi jangan kebablasan juga gara-gara promo.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hampir di ujung jalan

Gak terasa 2025 akan berakhir. Natal juga tinggal menghitung hari. Aku memasuki tahun kontrak terakhir dari perusahaan. Oktober tahun depan ...