Begitu disahkan sebagai pengangguran (baca
: meninggalkan aula wisuda), beberapa dari orang pasti banyak yang bingung.
Beberapa ada sih yang udah memikirkan dengan jelas apa yang akan dia lakukan.
Mungkin S2 baru menikah, atau punya anak dulu baru menikah., eh? Tapi kebanyakan
pasti banyak yang bingung. Ada yang bingung mau kerja dimana, bingung nikah sama
siapa, bingung kalau presiden ganti harga sewa kosan berubah atau enggak, bingung nanti masih
minta uang kiriman atau enggak. Buat kalian yang bingung, S E L A M A T
!! You are not alone. I'm here, by your side.
Hidup sebagai penganguran, oke biar lebih berkelas kita sebut
aja jobseeker toh maknanya sama. Hidup sebagai jobseeker di
bulan-bulan awal setelah wisuda masih biasa aja, gak ada bedanya dengan hidup
semasa skripsian. Masih nafas, ke WC, ke warteg, (kalau tiba-tiba niat)
ngerjain revisi. Tapi berhubung udah jadi jobseeker part yang
terakhir itu diganti dengan pantengin info loker.
Memasuki bulan-bulan ketiga dan keempat, mungkin udah ada
aja interview yang anda lalui meski belum berhasil. But
life must gone eh go on, kesabaran adalah kuncinya, berdoa jangan lupa.
Belum punya penghasilan tetapi perut pecicilan. Hadeuh. Semasa kuliah, aku
memang dikirimi uang bulanan oleh kakakku. Sesudah berstatus jobseeker beliau
mengirimiku setengah dari angka biasanya. Guest berapa. Tak
lebih tak kurang : 500 ribu untuk semua keperluan termasuk uang kos, makan,
beli obat sakit kepala, beli softex, parkir, bayar gojek, dan bayarin preman
yang malakin awak. Terus terang, ini bukan dongeng melainkan true story.
Meski sebenarnya, akulah yang menyarankan pereduksian uang bulanan itu. Setelah
kupikirkan lagi, aku menyesal.
Berikut rincian uang yang harus kukeluarkan untuk bertahan hidup setiap bulan :
Uang kos = 375.000
Uang makan (beli dari warteg) @20 ribu sehari x 30 hari = 600.000
Uang wifi (satu per satu member
keluar, tagihan bengkak) = 65.000
Token listrik = 34.000
Odol, sabun, detergen, dll =
100.000
=1.174.000
Itu aja belum termasuk misalnya kalau ibu
kos ulang tahun dan minta kado, atau anak-anak ngajak reuni tiba-tiba padahal baru 3 bulan wisuda. Dengan uang
500.000-1.174.000= -674.000 (minus)
Tenang, jangan panik wahai, diriku! Ayo
kita liat kesempatan lain. Kata pepatah jangan terlalu lama menyesali satu
pintu yang tertutup, hingga kau tidak melihat pintu lainnya yang terbuka.
Untung saya pernah bergabung dengan UKM pecinta alam saat masih di kampus,
sudah diajari cara bertahan hidup (di hutan).
Buka mata dan telinga. Perhatikan sekitar. Well, Ibu kos adalah wanita yang sangat baik menurut anak-anak di kosan kami. Untuk membuktikan teori itu mari kita coba menunggak uang kos sementara, kira-kira …sampai mendapatkan
pekerjaan!
Oke, yang selanjutnya uang makan. Ini adalah
biaya paling bengkak, mengalahkan bengkaknya pipi Park Jimin BTS saat masih
bayi. Karena sudah divonis dokter menderita penyakit maag, aku harus tetap makan jika
masih ingin mengunjungi The Wizarding World of Harry Potter di Orlando, Florida
(one day). Meski tidak bisa makan 3x sehari,
buatlah menjadi 2x sehari. Karena punya rice
cooker, mari menanak nasi dan membeli lauknya di warteg seharga 6 ribu
tambah sayur sekitar 10 ribu.
Selanjutnya uang wifi. Yang satu ini juga
tidak bisa dihindarkan, inilah yang menghubungkanku dengan dunia sihir sosial
mencari pekerjaan, menanyakan kabar adik-kakak (ibuku belum punya android), minta
(baca : maksa) info loker sama kawan dan yang terakhir ini yang paling penting
karena kalau enggak aku pasti udah lama stres, mantengin BTS. Mulusnya muka
mereka seolah-olah turut memotivasiku bahwa masa depan yang sedang dirancang
Tuhan juga semulus itu.
Nah, untuk uang wifi manfaatkan saja salah
satu e-commerce yang terkenal itu, Shopee. Di aplikasinya ada fitur
beberapa game yang bisa dimainkan untuk menghasilkan koin shopee. Game-nya ada
macam-macam, mulai dari goyang shopee, kuis shopee, tangkap shopee. Nantinya koin
ini bisa digunakan untuk membayar tagihan wifi via shopee juga. Semakin rajin
main game-nya, semakin banyak koin yang didapat. Aku pernah sampai mengumpulkan
koin 120.000 yang setara dengan uang 120.000 ribu.


![]() |
| Ngenes! Tinggal satu soal lagi padahal |
Selanjutnya token listrik. Bersyukurlah teknologi semakin maju
sehingga bermunculan aplikasi-aplikasi terobosan terbaru juga untuk membayar
tagihan. Begitu banyaknya, sehingga terjadi persaingan antar mereka. Tiap brand untuk menarik
minat konsumen memakai trik marketing masing-masing. Salah satunya ada yang
memberikan cashback sampai 100%.
Ini jugalah yang membuatku jadi tergila-gila sama yang namanya cashback. Awalnya memang
coba-coba, namun lama-kelamaan jadi ketergantungan sama cashback. Tidak mau bayar
tagihan wifi atau beli token listrik dari aplikasi DANA kalau gak ada cashback.
![]() |
|
Misalnya
mau beli token listrik 100 ribu, terus entar dapat voucher 50% yang bisa
dipakai untuk transaksi berikutnya. Namun lagi-lagi trik marketing, ada tulisan
kecil berbunyi 'syarat dan ketentuan berlaku' persis di bawah tulisan besar
"DAPAT VOUCHER 50%". Salah satu ketentuannya misalnya, 'voucher
maksimal adalah 25 ribu'. Seharusnya jika bulan depan beli token listrik 100
ribu lagi dan pakai voucher 50% yang didapat bulan lalu, seharusnya dapat
potongan 50 ribu sehingga sisa harga yang perlu dibayarkan hanya 50 ribu lagi.
Ini malah bayar 75 ribu...
Semakin maju teknologi, semakin banyak aplikasi
bayar tagihan, semakin pintar trik marketingnya dan semakin saya bergantung
pada cashback.
Nah,
yang terakhir. Peralatan sabun dll. Saat masih berstatus sebagai jobseeker,
berlatihlah mandi hanya sekali sehari. Kalau bisa tidak mandi sama sekali lebih
bagus, karena mengurangi tumpukan kain kotor dan penggunaan sabun. Hemat rinso
dan uang. Buat cewek-cewek yang doyan make-up
saat keluar rumah, harus rela menggunakan masker untuk menutupi kekurangannya.
Inilah kenapa aku penampilannya tomboy. Karena aku punya prinsip, maskulin itu
lebih hemat dibanding feminin.
Last but not least, ikutan semua instagram
alfamart atau indomaret. Karena ada promo JSM (Jumat, Sabtu, Minggu) yang
berguna sekali untuk menghemat pengeluaran dari harga awal. Kan lumayan tuh,
beli indomie goreng 5 Cuma 10.500 (harga normal 12.500). Eits, tapi jangan
kebablasan juga gara-gara promo.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar